Rupiah Diperkirakan Kembali Menguat Semester II 2026
Gambar atau konten salah?
Rupiah diperkirakan akan menguat secara bertahap pada semester II 2026, demikian kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI pada hari Rabu. Ia menegaskan bahwa penguatan tersebut akan terjadi secara bertahap, mulai dari Juli hingga Desember 2026.
“Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II-2026,” terima kasih Purbaya. Ia menambahkan bahwa tekanan utama terhadap rupiah berasal dari sentimen global, kondisi risk‑off di pasar keuangan, serta tekanan dari transaksi berjalan dan transaksi finansial domestik.
Purbaya menekankan bahwa tekanan tersebut dapat diredam jika kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan dapat berkoordinasi lebih solid. Ia juga menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola devisa hasil ekspor (DHE) untuk menstabilkan nilai tukar.
“Pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kelola DHE, serta pendalaman pasar keuangan akan memperkuat pasokan valas di dalam negeri, ditambah dengan perbaikan kepercayaan investor,” ungkap Purbaya.
Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok‑Pokok Kebijakan Fiskal (KEM‑PPKF), pemerintah menetapkan target nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 16.800‑17.500 per US$ pada tahun 2027. Nilai tersebut menjadi dasar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Purbaya menyebutkan bahwa penguatan nilai tukar rupiah juga didukung oleh faktor geopolitik, seperti ketegangan antara AS dan Iran yang diperkirakan akan mereda. Ia percaya kondisi tersebut akan memperbaiki pertumbuhan ekonomi global.
“Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pemerintah memperkirakan rupiah di 2027 terjaga stabil pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS,” tutur Purbaya.
Secara keseluruhan, Menteri Keuangan menekankan bahwa koordinasi lintas kebijakan dan perbaikan tata kelola devisa akan menjadi kunci utama dalam menjaga kestabilan nilai tukar rupiah di masa mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Perketat Aturan Saham EPI, Berlaku 2026
Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
