Sampah Terbakar di TPST Tojan, Klungkung, Menyebar Asap

Wulan M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 103 dibaca
Bisik.id
Sampah Terbakar di TPST Tojan, Klungkung, Menyebar Asap

Gambar atau konten salah?

TPST Dharma Asri di Desa Tojan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, menampakkan tumpukan sampah yang masih menyala. Asap dari tumpukan residu itu menembus udara, bahkan tertiup angin hingga menembus jalan raya.

Tempat pengolahan sampah tersebut terletak sekitar 50 meter dari Jalan Bypass Ida Bagus (IB) Mantra. Meskipun berada di dekat jalur utama, asap pembakaran tidak cukup tinggi sehingga tidak mengganggu pengendara yang melintas di bypass.

Menurut I Wayan Suastawa, kepala desa Tojan, pemerintah desa tidak pernah melakukan pembakaran sampah di TPST. “Itu terbakar sendiri karena ada gas. Sudah beberapa kali kita melakukan pemadaman sampai memanggil petugas Damkar,” kata Suastawa pada 01 Juni 2026.

Suastawa menjelaskan bahwa tumpukan residu yang kemudian terbakar mulai muncul setelah TOSS Center Karangdadi di Kusamba membatasi pengiriman sampah. Akibatnya, TPST di desa tidak lagi dapat mengirim sampah seperti sebelumnya. “Inilah persoalan kita. Kalau pembakaran kami tentu tidak melakukannya. Karena tidak boleh. Jadi itu menyala sendiri. Dan tetap kami pantau,” jelasnya.

Dengan batasan tersebut, TPST di wilayah Klungkung daratan mulai kewalahan menampung sampah. Beberapa fasilitas, seperti TPST Kampung Gelgel di Kecamatan Klungkung dan TPS Banjarangkan di Kecamatan Banjarangkan, terpaksa melakukan pembakaran atau menimbun sampah dengan tanah, atau open dumping.

Seorang warga yang berjualan di Bypass IB Mantra, Wayan Suminta (42), mengaku bahwa asap dari TPST Tojan tidak mengganggu aktivitas warga sekitar. Ia juga menyebut tidak mencium bau menyengat. “Saya liat tetap ada asap. Tapi tidak ada baunya dan tidak menganggu,” jelas Suminta.

Harapan pemerintah kabupaten Klungkung kini tertuju pada pengoperasian mesin pirolisis dari Cook Island di TOSS Center Karangdadi. Mesin tersebut diklaim mampu mengolah sampah hingga 8 ton per jam dan menampung sekitar 80 sampai 120 ton kiriman sampah setiap hari. Namun, hingga kini mesin pirolisis yang dikelola oleh PT Inpac Solutions Indo bersama PT Bali Bersih Bersinar masih dalam tahap perakitan dan uji coba skala mikro.

Situasi ini menyoroti tantangan pengelolaan sampah di daerah terpencil. Pembatasan pengiriman sampah ke pusat olah sampah menimbulkan akumulasi di TPST lokal, memaksa warga dan petugas desa untuk mencari solusi sementara. Meski asap belum mengganggu lalu lintas, dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan lingkungan tetap menjadi perhatian. Dengan mesin pirolisis yang masih belum beroperasi penuh, upaya pengelolaan sampah di Klungkung masih menunggu langkah selanjutnya.

TPST TojanKlungkungTOSS Center Karangdadipirolisissampah terbakarBypass Ida Bagus Mantrapengelolaan sampah

Komentar

Memuat komentar...