Sapi Kurban Jembrana Terlepas, Lari di Jalan Denpasar-Gilimanuk
Gambar atau konten salah?
Di Jembrana, sapi kurban milik Musala Minhajut Tholab, Arum Barat Gang 2, Kelurahan Gilimanuk, tiba‑tiba terlepas saat hendak disembelih. Tali pengikatnya terputus dan sapi lari ke jalan Denpasar‑Gilimanuk.
Kejar‑kejaran pun terjadi di tengah lalu lintas padat. Warga di sepanjang jalur itu berusaha menahan hewan yang terus berputar‑putar. Akibatnya, sapi tersebut masuk ke antrean kendaraan yang sedang macet menuju Pelabuhan Gilimanuk.
“Sapi terlepas karena (tali) putus. Sapi terus berputar‑putar sebelum disembelih. Saat hendak disembelih tali putus dan sapi kabur ke Jalur Denpasar‑Gilimanuk,” ungkap Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, saat ditemui di 27 Mei 2026.
Menurut Tony, ia melihat sapi tersebut lari ke jalan raya dan menyelinap di antara antrean kendaraan yang hendak keluar Bali. Warga langsung bahu‑membahu melakukan kejaran. Beruntung, berkat kekompakan warga dan bantuan masyarakat sekitar pelabuhan, sapi tersebut akhirnya berhasil diamankan.
Sapi kurban itu berhasil ditangkap tepat di dekat pintu masuk wilayah Pelabuhan Gilimanuk, tepatnya di sekitar terminal penumpang. “Sapi terlepas sekitar pukul 09.00 Wita dan berhasil ditangkap dekat terminal penumpang sekitar pukul 11.00 Wita,” papar Tony.
Setelah sempat membuat heboh dan memakan waktu dua jam untuk proses penangkapan, sapi tersebut dibawa kembali untuk disembelih. Tony menambahkan bahwa proses pemotongan hewan kurban di wilayah Gilimanuk tetap berjalan lancar dan selesai pada siang hari. “Proses pemotongan hewan kurban di Gilimanuk berlangsung hingga pukul 13.30 Wita,” pungkasnya.
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan tali pengikat dan koordinasi warga dalam menjaga keamanan hewan kurban di daerah yang padat lalu lintas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
