Satu Kasus Hantavirus di Jawa Timur, Pasien Sembuh

Vera T. · 2 min baca · 21 hari lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Satu Kasus Hantavirus di Jawa Timur, Pasien Sembuh

Gambar atau konten salah?

Dr. Erwin Ashta Triyono, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, mengungkapkan bahwa kasus Hantavirus sudah terdeteksi di wilayahnya. Ia menyatakan bahwa kasus tersebut ditemukan sejak awal tahun 2026 dan sudah sembuh. 13 Mei 2026 menjadi tanggal ketika ia berbicara kepada wartawan di RS Ibu dan Anak IBI Surabaya.

Dr. Erwin menyatakan, "Kalau data dari Kemenkes ada satu pasien bulan Januari. Tapi pasiennya sudah baikan, sudah sembuh," ia sampaikan. Data tersebut menunjukkan hanya satu kasus yang tercatat di bulan Januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa pasien tersebut pertama kali terdiagnosis dengan leptospira. Leptospira adalah bakteri berbentuk spiral (spiroset) yang menyebabkan penyakit leptospirosis, atau yang dikenal sebagai kencing tikus. Penyakit ini merupakan infeksi zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia.

Karena pasien mengalami demam dan kuning, pemeriksaan Hantavirus dilakukan. Hasilnya positif, namun pasien sudah dalam kondisi baik. "Kemudian karena demam dan kuning, sehingga sama Menkes di dorong untuk pemeriksaan Hantavirus. Dan ternyata positif. Tapi sudah bagus sehingga sekarang sudah enggak ada kasus lagi laporan dari pusat. Dan itu kasusnya Januari 2026," jelasnya.

Dr. Erwin belum dapat menjelaskan asal pasien. Ia mengatakan pasien berusia dewasa dan dirawat di RSUD dr Soetomo saat didiagnosis Hantavirus.

Ia menekankan bahwa penularan Hantavirus terjadi lewat tikus. "Hantavirus penularannya lewat tikus. Kebersihan pun menjadi kunci penting dalam kehidupan." Pokoknya jangan sampai kita terkontaminasi atau kontak dengan produk‑produk yang terkontaminasi oleh tikus gitu aja. Itu yang lebih banyak. Meskipun belum terdeteksi ya antara penularan manusia ke manusia," ujarnya.

Deteksi Hantavirus dapat dilakukan melalui pemeriksaan PCR, darah, dan urine. Sampel akan diperiksa langsung oleh Kemenkes karena melibatkan surveillance nasional. Hantavirus tidak menimbulkan kasus baru sejak Januari 2026, namun pengawasan tetap dijalankan.

Kasus satu pasien yang sembuh menandai bahwa Hantavirus belum menyebar luas di Jawa Timur. Pemeriksaan dan kebersihan tetap menjadi langkah penting dalam mencegah potensi penyebaran penyakit ini.

HantavirusleptospiraDinas Kesehatan Jawa Timurpenularan lewat tikusPCRkasus satu pasiensurveilans nasional

Komentar

Memuat komentar...