Saudi Bangun Danau Air Tawar Raksasa di Tabuk, NEOM

Vera T. · 3 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Saudi Bangun Danau Air Tawar Raksasa di Tabuk, NEOM

Gambar atau konten salah?

Di tengah padang pasir Tabuk, sebuah proyek ambisius sedang berjarak dari sekadar mimpi menjadi realitas. Arab Saudi sedang membangun danau air tawar raksasa yang akan menempati 1,5 kilometer persegi dan meluas sepanjang 2,8 kilometer. Proyek ini menjadi bagian penting dari NEOM, sebuah megaproyek futuristik yang diharapkan mengubah wajah negara ini.

Investasi yang digalakkan mencapai USD 4,7 miliar, setara Rp 125 triliun. Angka ini menandakan betapa besar komitmen kerajaan dalam menciptakan infrastruktur yang belum pernah ada di gurun. Jika selesai, danau ini akan menjadi salah satu pencapaian teknik terbesar di kawasan tersebut.

Lokasi danau berada di Trojena, kawasan pegunungan yang sedang dikembangkan menjadi destinasi wisata masa depan. Trojena akan menampilkan resor ski, olahraga air, dan atraksi berbasis teknologi—semuanya jarang ditemukan di Timur Tengah. Semua ini merupakan bagian dari transformasi yang dipimpin oleh Saudi Vision 2030, yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada minyak dan menumbuhkan sektor pariwisata serta teknologi.

Untuk menampung air di wilayah yang sangat kering, Arab Saudi membangun tiga bendungan besar. Bendungan utama memiliki tinggi 145 meter dan panjang 475 meter, dan dibangun dengan beton khusus yang tahan terhadap kondisi ekstrem. Struktur ini akan menjadi tulang punggung proyek, menahan volume air yang sangat besar.

CEO Webuild, Pietro Salini, menganggap proyek ini sebagai tonggak penting dalam dunia konstruksi modern. Ia mengatakan, "Proyek ini akan menjadi keajaiban teknik dan konstruksi internasional," menegaskan bahwa pembangunan danau di gurun menunjukkan bagaimana teknologi dapat mengatasi tantangan geografis yang dulu dianggap mustahil.

Progres pembangunan terus berjalan. Hingga saat ini, sekitar 3 juta meter kubik material telah digali dari lokasi proyek. Executive Director Trojena, Philip Gullett, menekankan bahwa material hasil penggalian tidak dibuang begitu saja. Ia menyatakan, "Kami telah menyelesaikan sekitar 3 juta meter kubik penggalian di lokasi danau. Material hasil galian akan digunakan kembali untuk konstruksi bendungan dan dasar danau sebagai bagian dari strategi ramah lingkungan,". Langkah ini menjadi bagian dari strategi konstruksi berkelanjutan yang diusung proyek.

Di balik semua kemewahan dan teknologi, tantangan terbesar tetap air. Gurun Tabuk memiliki curah hujan sangat rendah dan tingkat penguapan tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, Arab Saudi akan memanfaatkan teknologi desalinasi yang mengubah air laut menjadi air tawar. Sistem ini dirancang menggunakan energi terbarukan, sehingga lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan visi keberlanjutan NEOM.

Pengelolaan air menjadi fokus utama. Para insinyur sedang menyiapkan berbagai teknologi untuk menjaga agar danau tetap berfungsi dalam jangka panjang, mengatasi dampak suhu ekstrem dan penguapan. Jika berhasil, danau air tawar raksasa di Trojena tidak hanya akan menjadi ikon baru Arab Saudi, tetapi juga contoh inovasi pengelolaan sumber daya air bagi negara-negara yang menghadapi tantangan iklim ekstrem.

Proyek ini, yang melibatkan investasi ratusan miliar dolar, menandai langkah besar dalam transformasi ekonomi dan sosial Arab Saudi. Dengan menggabungkan teknologi canggih, sumber energi terbarukan, dan pendekatan berkelanjutan, NEOM berusaha menciptakan model baru bagi pembangunan di wilayah gurun.

Secara keseluruhan, pembangunan danau ini menonjol sebagai contoh bagaimana ambisi besar dapat diwujudkan melalui perencanaan matang, teknologi mutakhir, dan komitmen terhadap keberlanjutan. Jika proyek ini berhasil, ia akan menjadi tonggak penting dalam sejarah rekayasa teknik, sekaligus menandai perubahan paradigma dalam pengelolaan sumber daya di lingkungan yang paling menantang.

NEOMdanau air tawarTabukdesalinasienergi terbarukanVision 2030Trojena

Komentar

Memuat komentar...