Selat Hormuz: Harga Minyak Naik, Trump Serang Iran, Krisis

Maya K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
Selat Hormuz: Harga Minyak Naik, Trump Serang Iran, Krisis

Gambar atau konten salah?

Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman energi, menjadi fokus dunia saat negara-negara mencari cara memulihkan kebebasan navigasi. Pada 02 April 2026, Inggris memimpin pertemuan virtual yang dihadiri oleh sekitar 40 negara untuk membahas bagaimana mengembalikan akses bebas ke selat tersebut.

Hasilnya tidak memuaskan. Tidak ada kesepakatan yang tercapai, hanya persetujuan umum bahwa semua negara harus dapat menggunakan Selat Hormuz secara bebas. Trump tetap menegaskan ancamannya terhadap Iran, menambah ketegangan di kawasan.

Harga minyak kembali melonjak, menambah tekanan pada konsumen. “SUDAH SAATNYA BAGI IRAN UNTUK MEMBUAT KESEPAKATAN SEBELUM TERLAMBAT,” kata Trump dalam unggahan media sosialnya, yang diambil dari Reuters pada 03 April 2026. Ia juga membagikan video pemboman jembatan di antara Teheran dan pinggiran Karaj (jembatan B1) yang masih dalam pembangunan.

Jembatan tersebut dijadwalkan akan dibuka untuk lalu lintas tahun ini. Menurut media pemerintah Iran, serangan tersebut menewaskan delapan orang dan melukai 95 lainnya. Meski begitu, pejabat Iran menegaskan bahwa serangan itu tidak akan membuat Iran menyerah.

“Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa Iran untuk menyerah,” kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dalam pernyataan resmi.

Di pidatonya pada 01 April 2026, malam hari, Trump mengulangi ancamannya terhadap infrastruktur sipil Iran dan tidak menetapkan tenggat waktu untuk menghentikan serangan. Pernyataan ini memicu sumpah pembalasan dari Iran dan menekan harga saham.

“Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan. Kita akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu tempat mereka seharusnya berada,” ujar Trump di tengah meningkatnya tekanan untuk mengakhiri konflik.

Hampir lima minggu setelah dimulainya serangan udara gabungan AS-Israel, situasi di Iran semakin memuncak, menciptakan kekacauan di wilayah tersebut dan mengguncang pasar keuangan.

Peristiwa ini menyoroti ketegangan yang terus berlanjut di Selat Hormuz, di mana kebebasan navigasi dan keamanan energi dunia masih terancam. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta serangan militer yang menimbulkan korban sipil, memperlihatkan betapa rapuhnya stabilitas ekonomi global yang bergantung pada jalur energi tersebut.

Selat Hormuzkebebasan navigasiTrumpIranserangan udaraharga minyakpasar keuangan

Komentar

Memuat komentar...