Serangan Rusia-Ukraina Kembali Mematikan, 7 Tewas

Rudi H. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Serangan Rusia-Ukraina Kembali Mematikan, 7 Tewas

Gambar atau konten salah?

Hubungan antara Rusia dan Ukraina kembali mengalami ketegangan. Kedua negara saling melancarkan serangan yang mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia.

Pada hari Minggu, 21 Juni 2026, serangan yang dilakukan oleh Rusia menewaskan tiga orang di wilayah Dnipropetrovsk dan Poltava yang terletak di Ukraina bagian timur. Sementara itu, serangan balasan dari Ukraina mengakibatkan empat orang tewas di wilayah Krimea.

Dalam beberapa pekan terakhir, Moskow dan Kyiv telah meningkatkan intensitas serangan terhadap satu sama lain. Namun, upaya pembicaraan yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung sejak Februari 2022 ini masih belum mencapai titik terang.

"Satu orang tewas dan sembilan lainnya mengalami luka-luka dalam serangan Rusia di tiga distrik Dnipropetrovsk," demikian pernyataan dari pihak setempat.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah berhasil menembak jatuh sebanyak 239 drone milik Ukraina dalam semalam. Di sisi lain, Ukraina menyatakan bahwa serangan mereka ditujukan kepada fasilitas militer dan energi yang berada di Krimea. Wilayah tersebut merupakan basis logistik utama bagi Moskow untuk menjalankan operasi militer selama empat tahun terakhir.

"Akibat serangan drone musuh di semenanjung Kerch, sayangnya, ada korban jiwa di antara penduduk sipil," ujar Sergey Aksyonov, Gubernur Krimea yang didukung oleh Rusia. Ia merujuk pada bagian Krimea yang berbatasan langsung dengan wilayah Rusia.

Serangan massal tersebut juga menewaskan satu orang yang berada di atas kapal feri. Selain itu, serangan menghantam terminal minyak di wilayah Krasnodar, Rusia bagian selatan, yang berbatasan dengan Krimea. Sebagian wilayah semenanjung Krimea, yang telah dianeksasi oleh Rusia pada tahun 2014, mengalami pemadaman listrik setelah serangan itu terjadi.

"Semalam, sanksi jarak jauh kami menargetkan logistik militer, industri minyak, dan pertahanan udara para penjajah," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melalui media sosial.

Ukraina menyebut serangan balasan yang dilancarkan terhadap Rusia dan wilayah pendudukan sebagai 'sanksi jarak jauh'. Pemerintah Ukraina membantah keras tuduhan bahwa mereka menargetkan warga sipil. Zelensky menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan respons langsung atas tindakan agresif Rusia.

"Semua ini adalah tanggapan yang adil terhadap serangan brutal Rusia terhadap rakyat kami," ujar Zelensky.

Konflik antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung sejak awal tahun 2022 ini terus menunjukkan eskalasi. Kedua pihak masih saling melancarkan serangan meskipun upaya diplomatik untuk menghentikan perang belum membuahkan hasil yang signifikan.

RusiaUkrainaketeganganserangankorbanKrimeakonflik

Komentar

Memuat komentar...