Shelter Darurat Gunung Merbabu Kini Dilengkapi Wi-Fi dan CCTV

Ratna D. · 2 min baca · 5 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Shelter Darurat Gunung Merbabu Kini Dilengkapi Wi-Fi dan CCTV

Gambar atau konten salah?

Jalur pendakian Gunung Merbabu lewat Suwanting kini punya tempat baru yang bisa diandalkan saat darurat. Sebuah shelter darurat sudah berdiri di pos 3, lengkap dengan Wi-Fi dan berbagai perlengkapan teknologi lainnya. Tempat ini dibangun khusus sebagai ruang perlindungan bagi pendaki yang menghadapi situasi berbahaya di tengah perjalanan.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Anggit Haryoso, menjelaskan bahwa keberadaan shelter ini adalah bagian dari upaya memperkuat sistem keselamatan di gunung tersebut. Menurutnya, ini bukan sekadar bangunan biasa, tapi langkah nyata untuk mengurangi risiko saat orang mendaki. "Pembangunan shelter emergency ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Kementerian Kehutanan dalam mewujudkan program Zero Accident di kawasan Taman Nasional," kata Anggit dalam keterangan tertulisnya.

Shelter ini terletak di Pos 3 jalur pendakian Suwanting, yang masuk wilayah Kabupaten Magelang. Lokasinya berada di ketinggian 2.738 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tempat ini sudah resmi beroperasi dan bisa dipakai oleh pendaki yang membutuhkan pertolongan. "Fasilitas ini dihadirkan untuk memperkuat sistem keselamatan pendaki. Sekaligus mendukung target zero accident di kawasan gunung tersebut. Shelter ini dirancang sebagai ruang perlindungan darurat bagi pendaki yang mengalami kondisi berbahaya di jalur pendakian, seperti cuaca ekstrem, hipotermia, tersesat, hingga kecelakaan," jelas Anggit lebih lanjut.

Shelter ini berfungsi sebagai titik evakuasi pertama sebelum petugas turun tangan lebih lanjut. Di dalamnya, ada beberapa fasilitas yang mengandalkan teknologi. Mulai dari panel listrik tenaga surya, kamera pengawas atau CCTV, jaringan internet (Wi-Fi), perangkat komunikasi radio (RIG), sampai sistem penangkal petir. Semua ini dipasang untuk membantu pendaki tetap terhubung dan terlindungi. "CCTV di lokasi tersebut juga difungsikan untuk memantau kondisi cuaca dan aktivitas pendakian secara real time," tambah Anggit.

Proses pembangunan shelter ini berlangsung dari 29 Mei hingga 10 Juni 2026. Biayanya ditanggung lewat skema cost sharing, alias pembagian biaya bersama. Proyek ini hasil kerja sama antara Balai TN Gunung Merbabu, Arei Outdoor Gear, dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Suwanting Indah. "Kami berharap fasilitas ini dapat meningkatkan keselamatan pendaki, sekaligus menjadi momentum untuk menciptakan pendakian yang lebih aman, nyaman, dan bertanggung jawab," tutur Anggit.

Anggit juga mengingatkan para pendaki untuk ikut menjaga fasilitas yang sudah disediakan. Agar bisa dipakai dalam waktu lama. "Kami mengimbau para pendaki untuk menggunakan fasilitas ini dengan bijak, tidak merusak, tidak melakukan vandalisme, serta menjaga kebersihan lingkungan. Mari bersama-sama menjaga kawasan ini dan meninggalkan jejak kebaikan, bukan sampah," imbaunya.

Kepala Dusun Suwanting, Sutopo, menambahkan bahwa keterlibatan warga setempat dalam pembangunan ini adalah bentuk kolaborasi pengelolaan kawasan konservasi. "Kami mendukung penuh upaya peningkatan keselamatan pendaki. Ini juga menjadi bentuk peran aktif masyarakat dalam menjaga dan mengelola kawasan Gunung Merbabu secara berkelanjutan," ungkapnya.

Secara keseluruhan, shelter darurat di jalur Suwanting ini jadi contoh bagaimana teknologi dan kerja sama bisa dipakai untuk menjaga keselamatan orang di gunung. Dengan adanya Wi-Fi, CCTV, dan panel surya, pendaki punya tempat aman yang bisa diakses saat cuaca buruk atau keadaan darurat lainnya. Semua ini dibangun tanpa mengubah fakta bahwa gunung tetap tempat yang penuh tantangan, dan keselamatan tetap tanggung jawab bersama.

shelter daruratgunung merbabusuwantingkeselamatan pendakizero accidentteknologipos 3

Komentar

Memuat komentar...