Spanyol ke Final, Rodri dan Cubarsi Matikan Prancis
Gambar atau konten salah?
Spanyol berhasil mengalahkan Prancis 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026 yang digelar di AT&T Stadium, Dallas. Dua nama menjadi sorotan utama setelah pertandingan: Rodri dan Pau Cubarsi. Keduanya dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan La Roja membungkam lini serang Les Bleus yang diperkuat Kylian Mbappe.
Dua gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Mikel Oyarzabal melalui penalti pada menit ke-22, dan Pedro Porro pada menit ke-58. Hasil ini membawa tim asuhan Luis de la Fuente melaju ke partai puncak Piala Dunia 2026. Spanyol kini hanya selangkah lagi meraih gelar juara dunia kedua setelah sukses pada 2010.
Rodri Kuasai Lini Tengah
Rodri kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. Sang kapten tampil dominan sepanjang laga. Ia mengendalikan tempo permainan, memutus aliran bola Prancis, dan membantu Spanyol menguasai penguasaan bola.
Penampilannya menuai banyak pujian dari warganet. Seorang pengguna dengan akun @Ashito4Aoi mengatakan, "Salah satu alasan dia dipilih untuk menang Ballon d'Or ya karena perannya yang vital di lini tengah. Setelah cedera ACL aja masih bagus apalagi pas sebelum kena ACL. Lebih Dahsyat lagi karena gak pernah absen di semua kompetisi kala itu."
@Ahmadridhopp_ menambahkan, "Dulu banyak yang mempertanyakan kemenangan rodri pas ballon d'or karena mungkin banyak yang ga nonton city. Tapi di pildun ini semua jadi tau kenapa rodri bisa menang."
"Rodri performanya bahkan tetap stabil, seolah kayak dia gapunya riwayat cedera ACL. Ga ada takut-takutnya buat duel di lapangan demi kemenangan timnas Spanyol. Keren parah," ujar @adjiecation.
Sementara itu @Kareeet_gelang berkomentar, "Jujur di turnamen ini dia bagus banget, padahal musim kemaren di di mancity performanya lagi buruk."
"Rodri tipikal gelandang bertahan yang kalem tapi tepat saat pengambilan bolanya," nilai @mister_felix14.
Meskipun mendapat banyak sanjungan, Rodri tetap rendah hati. Ia menegaskan bahwa kemenangan atas Prancis adalah hasil kerja keras seluruh pemain.
"Ini hasil usaha bersama. Prancis adalah salah satu tim terbaik di dunia, tetapi kami juga menunjukkan kualitas kami dan pantas menang," ujar Rodri seusai pertandingan seperti dikutip dari The Guardian.
Berkat kendali Rodri di lini tengah, Spanyol mampu meredam kreativitas Prancis. Ancaman ke gawang Unai Simon pun bisa diminimalkan, sehingga kiper Spanyol itu menorehkan clean sheet.
Cubarsi Bikin Mbappe Tak Berkutik
Selain Rodri, perhatian besar juga tertuju pada Pau Cubarsi. Bek Barcelona yang baru berusia 19 tahun itu dipercaya menjadi salah satu penjaga utama Kylian Mbappe. Ia menjalankan tugasnya dengan sangat baik.
Sejak sebelum pertandingan, Cubarsi sudah menunjukkan rasa percaya diri. Ia mengakui kualitas Mbappe, tetapi menegaskan tidak gentar menghadapi kapten Prancis tersebut.
"Dia tidak membuat saya takut. Semua orang tahu kualitasnya. Meski tidak selalu terlibat dalam permainan, dia bisa mengubah pertandingan kapan saja. Kami harus fokus selama 90 menit," ujar Cubarsi seperti dikutip dari Yahoo Sport.
Ucapan itu terbukti di lapangan. Mbappe kesulitan mendapatkan ruang untuk berakselerasi. Ia gagal memberi dampak besar bagi Prancis. Cubarsi tampil tenang dalam duel satu lawan satu, disiplin menjaga posisi, dan beberapa kali melakukan sapuan penting untuk menggagalkan serangan lawan.
Penampilan matang bek muda itu menuai pujian dari media, pengamat, dan para pendukung Spanyol. Banyak yang menyebut Cubarsi kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu bek muda terbaik di dunia.
"Mbappe olise dembele barcola doue dikantongin bocah 19 taun," puji @sifanzl.
"Mbappe udh bukan di kantongon lagi tapi di kresekkin sih sama cubarsi," kata @kupeng_.
"Gokil sih, anak magang tapi bisa bikin penyerang kelas dunia mati kutu sepanjang match. Kelas banget Cubarsi!" sanjung @maliiih28.
"Fondasi psikologis si Pau Cubarsi ini sangat kuat, dari kontrol emosi dan ketenangannya bagus banget. Benar-benar memperlihatkan kematangan mental yang luar biasa, padahal rata-rata usia segitu rentan mengalami gejolak emosi. Kedepannya secerah mentari pagi," kata @HaiXinger.
"Dia bisa bgt menjalankan skema dri pelatih dengan sangat bagus sekali, mmbuat Jendral Mbappe tak berkutik," ujar @HaiXinger.
Kemenangan ini menunjukkan bahwa Spanyol memiliki kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang solid. Rodri menjadi jangkar di lini tengah, sementara Cubarsi membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tampil gemilang di panggung terbesar sepak bola dunia. Keduanya menjadi fondasi kuat bagi Spanyol untuk meraih gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Telkomsel Kuasai Spektrum
Yamal Dapat Hadiah Ulang Tahun Impian, Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
Pedro Porro Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
Simbol Gua Eropa Ternyata Bahasa Visual Purba
BCA dan DANA Terbanyak Dipakai Judi Online
XLSmart Gandeng Tencent Cloud untuk Migrasi Skala Besar
Berita Terbaru
Spanyol ke Final, Rodri dan Cubarsi Matikan Prancis
Mbappe Puncaki Top Skor, Messi dan Tiga Nama Masih Kejar
Harga Emas Antam Naik Rp 20.000 per Gram Hari Ini
King Kobra 2 Meter Gegerkan Wisata Lubuklinggau
37 Kebakaran Hutan dan Lahan Melanda Jateng
Telur Dihapus dari Menu Sekolah India
Ramalan Moo Deng Meleset, Prancis Tersingkir
