SPMB DKI 2026 Tambah Tes Kemampuan Akademik Baru (TKA)

Endah K. · 2 min baca · 1 jam lalu · 31 dibaca
Bisik.id
SPMB DKI 2026 Tambah Tes Kemampuan Akademik Baru (TKA)

Gambar atau konten salah?

Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) DKI Jakarta 2026 sedang berlangsung. Pada tahun ini, SPMB DKI Jakarta 2026 menambahkan komponen baru yang belum ada di tahun sebelumnya: TKA atau Tes Kemampuan Akademik. Penambahan ini menjadi hal utama yang harus diperhatikan oleh calon siswa.

Menurut Aid Sasmita, Kepala Subkelompok Pengembangan Karir Dinas Pendidikan DKI Jakarta, mekanisme pendaftaran secara keseluruhan tidak berubah. Namun, TKA menjadi instrumen tambahan dalam proses seleksi. Ia menjelaskan, “Sementara untuk jalur prestasi, nah ini mungkin ada perbedaan di jalur prestasi. Kalau tahun lalu belum ada TKA (Tes Kemampuan Akademik), sekarang kita ada TKA,” saat ditemui di Kantor Pusat PT Pertamina, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Nilai TKA diberi bobot 30 persen, sementara nilai rapor tetap menjadi komponen utama dengan bobot 70 persen. Aid menegaskan, “Jadi memasukkan nilai TKA dengan komposisi 70-30. 70 persen nilai rapor tetap, 30 untuk TKA.” Dengan skema ini, TKA menjadi faktor penting bagi calon murid yang ingin bersaing melalui jalur prestasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kombinasi nilai rapor dan TKA dapat menghasilkan proses seleksi yang lebih objektif dan komprehensif.

SPMB DKI Jakarta 2026 membuka empat jalur utama:

  • Jalur Domisili
  • Jalur Prestasi
  • Jalur Afirmasi
  • Jalur Mutasi

Untuk jalur domisili, persyaratannya masih sama. Aid menjelaskan, “Persyaratannya masih sama untuk domisili. Kalau di SMA/SMP itu menggunakan prioritas, jadi prioritas satu, prioritas dua, prioritas tiga. Kalau di SMK tidak ada domisili. Kalau yang SD itu ada dua prioritas.”

Jalur afirmasi juga tetap mempertahankan ketentuannya. “Adapun untuk Jalur Afirmasi masih sama ketentuannya. Jalur ini bisa dicoba oleh calon siswa yang merupakan penerima Program Indonesia Pintar (PIP), pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), hingga anak pegawai Jaklingko,” kata Aid. Ia menambahkan, “Sementara untuk jalur afirmasi masih sama. Jadi ada penerima KJP, penerima PIP, terus anak dari pengemudi Jaklingko, kemudian anak dari KPJ ya (Kartu Pekerja Jakarta). Nah mungkin yang di SD ada tambahan untuk pemegang Kartu Anak Jakarta (KAJ), tapi itu kayaknya sedikit sih karena anak Jakarta usianya 0 sampai 6 tahun, jadi kontribusinya nggak banyak lah.”

Jalur mutasi ditujukan untuk putra-putri pegawai yang harus pindah daerah karena dinas. Aid menyatakan, “Selain itu, ada juga jalur mutasi yakni jalur untuk putra-putri pegawai yang harus pindah daerah karena dinas.” Ia menegaskan, “Nah sementara untuk jalur mutasi masih sama. Jadi kita mengakomodir orang tua yang pindah tugas, kita kasih peluang untuk menggunakan jalur mutasi.”

Dengan penambahan TKA dan keempat jalur yang terstruktur, proses seleksi SPMB DKI Jakarta 2026 dirancang agar lebih transparan dan memberi kesempatan kepada berbagai kalangan siswa untuk bersaing.

SPMB DKI Jakarta 2026TKATes Kemampuan AkademikJalur DomisiliJalur PrestasiJalur AfirmasiJalur MutasiPIP

Komentar

Memuat komentar...