Stok Minyakita Kosong di Jakarta, Bulog Usahakan Kuota DMO
Gambar atau konten salah?
Stok minyak goreng rakyat, yang dikenal dengan nama Minyakita, di beberapa pasar di Jakarta kini kosong. Pihak pengelola mengaku bahwa pasokan di lapangan menipis, menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang dan konsumen.
Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, mengakui masalah ini dan menyatakan bahwa stok Minyakita telah dilaporkan ke Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Rizal menambahkan bahwa ia telah mengajukan penambahan kuota Domestic Market Obligation (DMO) kepada Kementerian Perdagangan.
“Kemarin kami juga sudah lapor ke Pak Mentan untuk mengatasi Minyakita yang kosong tersebut. Terus terang kami sudah mengajukan ke Menteri Perdagangan untuk penambahan kuota,”
Saat ini, BUMN Pangan bertugas mendistribusikan Minyakita. Pemerintah mewajibkan produsen menyalurkan minimal 35% Minyakita melalui BUMN Pangan.
Rizal menjelaskan bahwa kuota tersebut dibagi di antara tiga BUMN:
- Bulog 70%
- ID Food 20%
- Agrinas Palma 10%
Namun, ia mengakui bahwa pengaturan ritme penyaluran harus cermat, mengingat tugas bantuan pangan kepada lebih dari 33 juta Keluarga Penerima Manfaat.
Rizal meminta agar kuota DMO ke BUMN Pangan ditambah menjadi 65%, berharap dapat mencukupi kebutuhan pasar sekaligus bantuan sosial secara merata.
“Sesuai arah dari Pak Mentan, kemarin diperintahkan kita untuk menambahkan pengajuan kuota DMO-nya, 65%. 65% harapannya bisa meng-cover untuk pasar dan termasuk untuk bantuan pangan,”
Rizal menegaskan bahwa permintaan ini didorong oleh kebutuhan pasar yang terus meningkat, terutama setelah periode Ramadan dan Idulfitri.
“Nah, ini kan kami juga mengatur ritmenya. Kemarin kami fokus untuk Ramadhan dan Idulfitri, Alhamdulillah lancar. Nah, kemudian setelah ini kami fokus ke bantuan pangan. Nah, mungkin nanti setelah ini kami akan fokus lagi ke pasar lagi. Jadi, memang keterbatasan DMO tersebut apabila dihadapkan dengan kebutuhan Minyakita untuk bantuan pangan. Jadi, kami berbagi,”
Di Pasar Tebet, Jakarta Selatan, beberapa pedagang sudah lama tidak menjual Minyakita. Elan, seorang pedagang berbagai bahan pokok, mengatakan dirinya tidak mendapatkan pasokan Minyakita selama tiga bulan.
“Saya sudah enggak jual lagi bang, sudah tiga bulanan ini kosong. Dari sananya (supplier) juga kosong bilangnya bang,”
Situasi serupa terjadi di Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Pedagang minyak goreng dan bahan pokok, Varna, mengaku terakhir menjual Minyakita pada bulan Januari lalu, karena stok dari supplier juga tidak ada.
“Terakhir penjualan bulan Januari karena dari sananya (supplier) juga susah,”
Kekurangan Minyakita di pasar Jakarta menyoroti keterbatasan kuota DMO dan tantangan distribusi BUMN Pangan dalam memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus bantuan sosial.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
BBM Subsidi Tetap Stabil, Harga Tidak Naik Meski Minyak Naik
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
KAI Siap Luncurkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer
Perpanjang ke Bekasi, Tangerang: 48 Stasiun, 600k Penumpang
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
