Stok Pangan Indonesia Aman Meski Konflik Timur Tengah

Dedi S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 56 dibaca
Bisik.id
Stok Pangan Indonesia Aman Meski Konflik Timur Tengah

Gambar atau konten salah?

Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa stok pangan di Indonesia tetap aman meski konflik di Timur Tengah semakin memanas. Ia mengingatkan bahwa sejak awal pemerintah sudah menekankan program swasembada pangan sebagai prioritas.

Pernyataannya datang setelah Zulhas melakukan blusukan ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ia menyatakan bahwa meski hanya 70% pedagang yang masih buka setelah Lebaran, barang-barang pokok seperti beras, ayam, telur, dan sayur-sayuran masih tersedia dengan baik.

“Kalau pangan walaupun ada masalah di Timur Tengah, ada masalah di sana-sini kita bersyukur, bahwa kebijakan Bapak Presiden dari jauh hari tepat bahwa kita harus swasembada pangan, harus mandiri di bidang pangan. Jadi antisipasi walaupun belum ada perang waktu itu tapi sudah diantisipasi akan terjadi. Nah ini kita beruntung di situ,” ujar Zulhas di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, 28 Maret 2026.

Dengan kondisi tersebut, ia mengimbau masyarakat agar tidak panik atau membeli berlebihan. Pemerintah menjamin stok pangan cukup dan terkendali, sehingga tidak perlu aksi borong.

“Jadi tidak usah khawatir apalagi berebut membeli, stoknya berlebihan. Nggak perlu (khawatir). Cukup secukupnya karena stoknya aman terkendali. Tidak ada kekhawatiran sama sekali, tidak ada masalah apa pun soal pangan,” tambahnya.

Selain itu, Indonesia tidak bergantung pada negara-negara di Timur Tengah untuk kebutuhan pokok. Beras, jagung, ayam, telur, dan sayur-sayuran diproduksi di dalam negeri. Komoditas impor seperti gandum datang dari Eropa dan Amerika.

“Dan tidak ada pangan yang tergantung kepada Timur Tengah, nggak ada. Yang kita nggak bisa seperti gandum itu dari Eropa, Amerika. Jadi tidak ada pangan yang tergantung dari Timur Tengah. Berarti pangan aman tidak ada masalah apa pun. Oleh karena itu tidak usah khawatir. Stoknya, pengadaannya insyaAllah tidak ada masalah apa pun,” tegas Zulhas.

Ia juga menegaskan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman. Produksi beras tahun lalu mencatat surplus sekitar 4 juta ton, dan diperkirakan jumlah serupa akan terjadi tahun ini, sehingga ketersediaan beras hingga tahun depan terjamin.

“Beras kita aman, beras kita tahun lalu surplus 4 juta ton, saya kira tahun ini akan ada 4 juta. Jadi insyaAllah kalau beras tahun ini sampai tahun depan aman stoknya,” tutup Zulhas.

Dengan penegasan ini, pemerintah ingin menenangkan masyarakat agar tetap normal dalam berbelanja. Kebijakan swasembada pangan dan produksi dalam negeri menjadi landasan utama menjaga ketahanan pangan di tengah ketidakpastian global.

swasembada panganstok pangan amankonflik Timur Tengahproduksi berasketahanan pangansurplus beras

Komentar

Memuat komentar...