Sumatera Selatan Catat 319 Kasus HIV, Palembang Lebih Tinggi
Gambar atau konten salah?
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat 319 kasus HIV di wilayahnya hingga 01 April 2026 di wilayah Sumatera Selatan. Kota Palembang masih menjadi daerah dengan jumlah tertinggi. Kasus ini mencakup semua kategori usia, namun mayoritas berada di kelompok dewasa.
Meskipun jumlah terus bertambah, data menunjukkan tidak ada kenaikan signifikan pada periode Maret–April. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan di wilayah tersebut masih berjalan cukup baik.
"Untuk Maret-April tidak ada peningkatan yang signifikan. Namun, untuk yang paling tinggi masih sama di Kota Palembang sebagai Ibu Kota Provinsi," ujarnya.
Irma Tiara Rizki menjelaskan total akumulasi kasus mencapai 319 orang, mayoritas di kalangan dewasa. Untuk pelajar atau remaja, belum ada kasus baru yang menonjol pada periode ini. Data ini menunjukkan tidak ada penambahan signifikan di kalangan remaja.
"Rata-rata yang diperiksa adalah orang-orang yang merasa berisiko. Sejauh ini (kasus baru) masih didominasi usia dewasa," jelasnya.
Program mobile clinic terus digencarkan di Palembang, Banyuasin, Prabumulih, hingga OKI. Dinkes Sumsel bekerja sama dengan komunitas, namun masih ada tantangan dalam skrining lapangan. Program ini bertujuan menyediakan layanan tes dan edukasi di daerah yang sulit dijangkau.
"Respons dari populasi kunci menerima karena sebelumnya sudah ada pendekatan dan dibantu kawan komunitas. Tetapi ada juga yang menolak tidak mau dites, hanya mau penyuluhan saja," ungkapnya.
Edukasi di sekolah tetap berjalan, menekan angka penularan di usia muda. Para pelajar kini memiliki pemahaman lebih baik tentang bahaya seks bebas dan cara penularan HIV. Materi edukasi mencakup risiko seks bebas, cara penularan, dan pentingnya tes rutin.
"Anak sekolah mereka tahu akan bahaya seks bebas dan informasi yang tepat terkait penularan HIV sebagai langkah pencegahan sejak dini," ujarnya.
Dengan data yang stabil dan upaya edukasi, pemerintah Sumatera Selatan berusaha menekan penyebaran HIV. Tantangan tetap ada, terutama dalam skrining dan penerimaan tes di kalangan masyarakat. Pemerintah terus menyesuaikan strategi agar cakupan layanan lebih merata.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
442 Jemaah Haji Kloter 14 Tiba di Palembang, 200 Lebih Berisiko Tinggi
Bank Jambi ajukan izin buka M-Banking ke BI
Turnamen Mobile Legends Polres Banyuasin seleksi atlet e-sport
Polres Muba Kunjungi Anak Hidrosefalus, Bawa Bantuan Kemanusiaan
Polres Bangka Barat mulai bangun dua rumah korban kebakaran
Empat Rumah Hangus di Pagar Alam, Diduga Korsleting Listrik
Berita Terbaru
Cuaca Surabaya Cerah, Suhu 25-31°C
Belgia vs Iran Imbang 0-0 di Babak Pertama, Gol Taremi Dianulir
Soma Kliwon Kuningan: Hari Ini Tidak Baik untuk Upacara Ngaben
Jadwal Shalat Denpasar 22 Juni 2025: Subuh Pukul 05:10
Oceanman 2026 di Bali Ditutup, 27 Negara Ikut Bertanding
Spanyol Hancurkan Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Iran Tutup Selat Hormuz, Serang Balik Israel di Lebanon
297 Tim Finali LTS Greater Jakarta 2026, 2.477 Laga Usai
Empat Kebiasaan Sepele Ini Diam-diam Merusak Jantung
