Sumsel Masuk Tiga Besar Tanaman Beras, Deru Percepat Tanam

Maya K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Sumsel Masuk Tiga Besar Tanaman Beras, Deru Percepat Tanam

Gambar atau konten salah?

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru terus menekan pentingnya ketahanan pangan dengan mempercepat tanam padi. Ia menegaskan bahwa Sumsel kini masuk dalam tiga besar nasional produsen beras. “Petani adalah andalan kita, karena sebagian besar masyarakat Sumsel berprofesi sebagai petani. Prestasi kita juga meningkat, dari peringkat delapan menjadi lima, bahkan kini masuk tiga besar nasional,” ujarnya pada 23 April 2026.

Gerakan percepatan tanam dilaksanakan di lahan seluas 4 hektare di Desa Sido Makmur, Kecamatan Belitang, OKU Timur. Kegiatan ini memanfaatkan alat bantu tanam berupa transplanter riding, sebagai upaya antisipasi dampak El Nino yang dapat mengganggu musim tanam.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pangan, khususnya padi, di tengah potensi gangguan iklim yang dapat memengaruhi sektor pertanian. Dengan langkah ini, pemerintah daerah berharap produksi tetap terjaga meski cuaca tidak menentu.

Deru juga menghadiri pelantikan DPD HKTI dan meminta seluruh kepala daerah di Sumsel bersinergi dengan organisasi tersebut. Ia menekankan pentingnya HKTI turun ke lapangan membimbing petani agar produksi dapat terus meningkat. “Saya harap HKTI segera turun ke lapangan, membimbing petani agar produksi terus meningkat. Tantangan ke depan tidak mudah, tetapi bisa diatasi dengan ilmu dan kerja nyata,” tambahnya.

Wamentan Sudaryono hadir dalam kegiatan tersebut. Bersama Deru, mereka meninjau Bendungan Komering (BK) 9 di Desa Sukosari, OKU Timur. Irigasi di wilayah itu diharapkan tetap optimal untuk mendukung produktivitas pertanian, memastikan air tersedia bagi ladang-ladang padi.

Sudaryono menilai pertanian di Sumsel terus berkembang dan menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Deru yang membawa pembangunan hingga ke desa, sekaligus menjaga hubungan baik dengan pemerintah pusat. “Pak Herman Deru ini berteman dengan elit di pusat, tetapi tetap kembali ke desa dan membangun desa. Ini luar biasa,” ujarnya.

Sudaryono menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki keunggulan karena mampu menyerap banyak tenaga kerja dan tidak memerlukan keahlian khusus, sehingga sangat potensial dikembangkan di Indonesia. Ia menambahkan bahwa program Presiden Prabowo Subianto akan mendorong swasembada pangan. Menurutnya, pada 2025 Indonesia tidak lagi mengimpor beras, didukung kebijakan seperti penetapan HPP gabah kering sebesar Rp 6.500.

“Hari ini menjadi kebanggaan bagi saya, karena di tempat ini juga pernah hadir Presiden Soeharto untuk panen raya,” ungkap Sudaryono, menegaskan sejarah panjang Sumsel dalam produksi beras.

Secara keseluruhan, upaya percepatan tanam, sinergi dengan HKTI, dan pemeliharaan infrastruktur irigasi menandai langkah konkret Sumsel dalam memperkuat ketahanan pangan. Dengan dukungan kebijakan nasional dan komitmen lokal, potensi Sumsel sebagai produsen beras utama tampak semakin kuat.

Ketahanan PanganPadiSumatera SelatanHKTIIrigasiSwasembada PanganBendungan Komering

Komentar

Memuat komentar...