Talud Silandak Hancur, Jalan Jembawan 1 Tanpa Jalan Maret

Sinta R. · 2 min baca · 18 hari lalu · 59 dibaca
Bisik.id
Talud Silandak Hancur, Jalan Jembawan 1 Tanpa Jalan Maret

Gambar atau konten salah?

Talud Sungai Silandak di Jalan Jembawan 1, Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang sempat amblas pada malam hari. Pada 16 Mei 2026 situasi berubah menjadi hancur total. Hujan deras yang turun di malam tersebut menurunkan talud dan aspal menjadi tidak ada.

Di lokasi, 16 Mei 2026 pukul 11.30 WIB, talud dan aspal sudah hilang. Panjang ambrol mencapai 100 meter, kedalaman antara 3,5 sampai 4 meter, dan lebar sekitar 4 meter. Lurah Kalibanteng Kulon, Parjono menjelaskan kondisi ini: “Kejadian ambrol ini kurang lebih hampir jam 19.00 WIB tadi malam, itu masih hujan dengan intensitas tinggi.”

Parjono menambahkan bahwa talud sudah mulai retak sejak Maret lalu. Saat diperiksa, ditemukan rongga di bawah talud yang menjadi tempat tinggal ikan sapu‑sapu. Ia mengungkapkan, “Setelah di cross check ke tempat lokasi di sini ternyata di bawah talud itu ada rongga dan mungkin karena ada rongga itu terus kemudian untuk hunian ikan sapu‑sapu.”

Penanganan sebelumnya sudah dilakukan dengan curah aspal. Namun, hujan sore membuat curah tersebut tidak dapat menyatukan retakan. Parjono berkata, “Kemarin sebenarnya sudah ada penanganan yaitu dikasih curah aspal. Harapannya nanti kan bisa menyatukan aspal yang retak, tapi ternyata begitu sore hujan ini yang awalnya sudah dikasih curah aspal ternyata tidak bisa menyatukan aspal yang retak tadi dan semakin ambles.”

Saat ini, jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Warga setempat masih bersih‑bersih dan memasang karung pasir di sekitar talud. Parjono menegaskan bahwa jalan sudah tidak dapat diakses setelah ambrol. Ia menunggu penanganan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan mengharapkan perbaikan talud serta jalan menjadi lebih kuat.

Parjono menutup dengan harapan: “Sampai hari ini kami juga masih menunggu penanganan dari BBWS agar nantinya tidak melebar dan merembet ke kanan kirinya. Harapan kami yang pertama talud diperbaiki lebih kuat lagi, terus kemudian (jalan) ini bisa dikembalikan, difokuskan sebagai jalan seperti yang dulu.”

Rekaman sebelumnya, pada 6 Mei 2026, talud Sungai Silandak sepanjang 30 meter di Jalan Jembawan 1 sudah ambles hingga kedalaman 2 meter. Jalan tersebut selebar dua meter dan tidak memungkinkan dilintasi motor. Sekitar enam rumah berada tepat di samping jalan tersebut.

Situasi ini menandakan bahwa talud dan jalan di kawasan tersebut masih sangat rawan. Perlu tindakan cepat dari pihak berwenang agar talud tidak melebar lagi dan jalan dapat kembali digunakan. Warga tetap memantau perkembangan dan menunggu intervensi dari BBWS untuk mengembalikan kondisi jalan ke kondisi semula.

Talud Sungai SilandakJalan Jembawan 1AmbrolHujan DerasBBWSRetak AspalLurah Kalibanteng KulonIkan Sapu‑sapu

Komentar

Memuat komentar...