Talud Sungai Cilandak Ambles, Warga Siap Perbaikan 6 Mei
Gambar atau konten salah?
Semarang – Talud Sungai Cilandak sepanjang 30 meter di Jalan Jembawan 1, RT 6 RW 1 Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, kini menjadi ambles hingga sedalam 2 meter. Warga setempat akan bergotong royong secara swadaya untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
Menurut sekretaris RT 6 RW 1 Kalibanteng Kulon, Kiswanto, rencana kerja bakti akan dimulai pada malam 6 May 2026 setelah magrib. Ia menjelaskan, “Rencana kayaknya karung dikasih pasir, swadaya, nanti ditumpuk situ. Mungkin habis magrib,”. Karung berisi pasir akan ditempatkan di lokasi terdampak sebagai penanganan sementara.
“Bikin tanggul aja, karena kalau itu (talud) jatuh otomatis langsung masuk airnya (ke perkampungan),” tambah Kiswanto. Ia menekankan bahwa air di Sungai Cilandak biasanya setinggi permukaan tanah, sehingga talud sementara sangat dibutuhkan. Ia juga menyebutkan bahwa amblesan talud bisa berlanjut secara berkala. “Karena air sampai atas sini (permukaan tanah). Air sini selalu di atas, tapi kalau itu (talud) jatuh ya sudah karena itu (permukiman warga kemasukan air sungai). Ini mungkin bisa sejam dua jam ambrol lagi,” pungkasnya.
Warga sekitar, Suprihatin, berusia 61 tahun, mengungkapkan bahwa talud tersebut sudah mengalami ambrol sekitar dua hari yang lalu. Ia mengatakan jalan sudah retak sejak beberapa waktu lalu. “Parahnya dua hari, yang retak sudah lama,” kata Suprihatin kepada petugas di lokasi sore ini. Ia menjelaskan bahwa jalan dan talud ambrol berkala selama dua hari terakhir, dan kondisi semakin parah setelah hujan kemarin malam. Suprihatin menduga talud ambles karena sungai semakin dalam dan menggerus bagian bawah talud. Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki talud tersebut.
Supat, seorang warga berusia 70 tahun, menambahkan bahwa talud tersebut dibangun sebelum tahun 1980-an. Ia mengingat, “Dulu bukan sungai, dulu hanya airan untuk sawah, paling lebar 1,5 meter. Karena sungai yang aslinya sebelah selatan. Itu (kondisi Sungai Cilandak) sebelum tahun 80-an,” jelas Supat.
Dengan kondisi talud yang terus berambrol, risiko air masuk ke perkampungan menjadi perhatian utama warga. Upaya swadaya dan bantuan pemerintah diharapkan dapat menstabilkan talud dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
Berita Terbaru
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Indonesia Open 2026: 16 Besar di Istora Senayan, Menang
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Messi Terima Penghargaan Putri Asturias di Kansas City
Garuda Muda vs Timor Leste: Piala AFF 2026 di Sumut
Safari Apple: Kecepatan, Baterai, dan Privasi Unggul
