Tanda Awal Penyakit Ginjal: Urine Berbusa dan Kulit Gatal
Gambar atau konten salah?
Ginjal adalah organ penting yang memfilter darah, menghilangkan kelebihan cairan, limbah, dan racun. Ketika organ ini rusak, fungsi penyaringan terganggu dan penyakit ginjal berkembang. Pada tahap awal, gejala sering tidak terasa, sehingga banyak orang tidak menyadari kondisi mereka sampai penyakit sudah lanjut.
Gejala Awal Penyakit Ginjal biasanya dapat dikenali lewat urine dan kulit. Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
1. Urine Berbusa – Protein yang bocor ke urine, atau proteinuria, membuat urine menampak berbusa. Busa ini muncul secara terus‑terus dan memerlukan beberapa siraman air untuk hilang. Urine normal biasanya hanya memiliki satu lapisan gelembung besar yang cepat menghilang. Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia, Dr dr Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, menjelaskan bahwa urine berbusa menandakan kebocoran albumin yang cukup tinggi. Ia juga menambahkan, “Kalau udah berbusa, berwarna, itu udah tinggi berarti tuh (kadar kebocorannya). Biasanya berwarna kemerahan itu karena ada darah. Darah bisa dari ginjalnya atau dari salurannya. Kalau dari ginjalnya tadi karena peradangannya.”
Selain berbusa, urine bisa berubah warna menjadi kemerahan. Warna ini biasanya menandakan adanya darah, yang bisa berasal dari ginjal atau saluran kemih. Pemeriksaan urine sangat penting, karena banyak kasus gagal ginjal pada usia muda berawal dari peradangan ginjal yang tidak terdeteksi. Dr Pringgodigdo menegaskan, “Yang di muda‑muda sudah gagal ginjal kebanyakan itu karena penyakit ini peradangan ginjal, karena nggak pernah periksa urine. Bisa diketahuinya hanya dengan pemeriksaan, karena nggak ada gejala.”
2. Kulit Gatal – Gatal pada kulit bisa menjadi indikasi masalah mineral dan tulang yang terkait dengan ginjal stadium lanjut. Karena ginjal memelihara keseimbangan mineral, gangguan fungsi dapat memicu kondisi kulit.
3. Sering Buang Air Kecil di Malam Hari – Penumpukan cairan berlebih menyebabkan nokturia, yaitu sering terbangun untuk buang air kecil di malam hari. Kebiasaan ini dapat mengganggu tidur, menimbulkan insomnia, dan membuat tubuh lelah.
4. Pembengkakan – Ketika ginjal tidak dapat membersihkan cairan berlebih, tubuh mengalami edema. Pembengkakan biasanya terlihat di kaki, telapak kaki, pergelangan kaki, dan kadang di tangan atau wajah.
5. Kelelahan – Rasa lelah dan lemah sering muncul pada penderita ginjal. Anemia, yang umum terjadi pada penyakit ginjal, juga dapat memperburuk kelelahan. Kesulitan berkonsentrasi menjadi tanda lain yang tidak boleh diabaikan.
6. Nyeri Tulang atau Sendi – Pada stadium lanjut, ginjal tidak lagi dapat memelihara mineral dan hormon penting untuk tulang. Akibatnya, nyeri tulang atau sendi menjadi gejala yang sering dirasakan.
7. Sesak Napas – Dispnea, atau sesak napas, dapat muncul saat aktivitas fisik. Kondisi ini mengganggu kegiatan sehari‑hari dan menandakan bahwa penyakit sudah melewati tahap awal.
Gejala Lanjut Penyakit Ginjal mencakup:
- Kulit kering
- Mati rasa
- Mudah merasa lelah
- Kram otot
- Pembengkakan yang semakin buruk
- Sulit berkonsentrasi
- Perubahan nafsu makan
- Perubahan rasa dan bau
- Masalah tidur
- Mual dan muntah
- Penurunan berat badan
Penyebab Sakit Ginjal biasanya berasal dari kondisi yang memberi tekanan pada ginjal atau kombinasi masalah kesehatan lainnya. Penyebab umum meliputi:
- Tekanan darah tinggi
- Diabetes
- Kolesterol tinggi
- Infeksi ginjal
- Peradangan ginjal (glomerulonefritis)
- Penyakit ginjal polikistik (kelainan bawaan)
- Penghentian aliran urine, sering disebabkan batu ginjal
- Penggunaan jangka panjang obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
Kapan Harus Periksa ke Dokter? Jika Anda mengalami gejala yang terus menerus atau membuat khawatir, segera periksakan diri ke dokter. Gejala yang harus diwaspadai meliputi:
- Penurunan berat badan yang tidak disengaja
- Nafsu makan buruk
- Pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki, atau tangan
- Sesak napas
- Kelelahan
Periksakan diri secepatnya agar dokter dapat melakukan tes urine dan pemeriksaan lainnya. Deteksi dini dapat mencegah komplikasi serius dan memperpanjang kualitas hidup.
Dengan memahami gejala awal dan lanjutan, serta penyebab umum penyakit ginjal, masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan ginjal. Pemeriksaan rutin, pola makan seimbang, dan kontrol tekanan darah serta gula darah menjadi langkah penting untuk mencegah perkembangan penyakit ginjal. Mengetahui tanda-tanda ini membantu orang untuk segera mencari bantuan medis sebelum kondisi menjadi lebih parah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Matcha Gen Z: 4 Manfaat Kesehatan Terbukti
6 Tanda Gula Darah Tinggi di Pagi Hari yang Sering Diabaikan
Kelelahan Tak Kunjung Reda? Waspada Diabetes
Tiga Kebiasaan Makan Ini Bikin Stres Makin Parah
Kuli Bangunan Mati Akibat Panas Ekstrem dan Kerusakan Ginjal
Pasca Mastektomi: Pemulihan Fisik, Emosional, dan PET‑CT
Berita Terbaru
Juru Parkir Gagalkan Curian Rp 3,6 M, Dapat Hadiah Umrah
Aktor 'Preman Pensiun' Cuk Nugroho Meninggal Dunia
Pria 35 Tahun di Tasikmalaya Dua Kali Kena Stroke
Disdik Semarang Tolak Buka Akses Portal Prestasi Siswa
Ribuan Massa di Jember Desak DPRD Dukung Program Koperasi Desa
Cedera Betis Kambuh, Rekrutan Anyar Liverpool Diragukan Tampil
Kuis MotoGP berhadiah Rp 750 ribu, tiga pemenang sudah diumumkan
PT BTID Bermitra dengan Pemuda Enam Banjar di Festival Penjor
Korban penyiksaan di Bandung: Mata kanan diangkat, mulut robek
