Disdik Semarang Tolak Buka Akses Portal Prestasi Siswa

Wahyu T. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Disdik Semarang Tolak Buka Akses Portal Prestasi Siswa

Gambar atau konten salah?

Sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini menjadi sorotan. Isinya berupa surat terbuka dari seseorang yang mengaku sebagai orang tua murid di Kota Semarang. Surat itu mengeluhkan kesulitan mengakses situs Sang Juara, yang seharusnya menjadi tempat mendaftarkan prestasi anak-anak mereka. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang akhirnya memberikan tanggapan.

Akun Instagram @beritasemaranghariini menjadi tempat surat tersebut diunggah. Dalam suratnya, penulis mengungkapkan kegelisahan karena tidak bisa memasukkan berbagai prestasi yang diraih anaknya selama duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ke dalam laman Sang Juara. Surat itu ditujukan langsung kepada Wali Kota Semarang, Disdik, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Saya menulis ini sebagai orang tua yang resah sekaligus mewakili suara hati wali murid di Kota Semarang. Kita selalu bicara tentang mencetak generasi emas. Namun, apa yang terjadi ketika pintu bagi anak-anak berprestasi justru tertutup rapat oleh sistem?" demikian bunyi surat terbuka itu, dilihat pada Sabtu, 20 Juni 2026.

"Saat ini, kami menghadapi kenyataan pahit. Prestasi gemilang anak-anak kami—yang telah mengharumkan nama sekolah dan daerah—terancam sia-sia karena tidak terinput ke dalam sistem Website Sang Juara. Pihak sekolah telah mengakui adanya kelalaian dalam proses input data tersebut," lanjut surat itu.

Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa portal Sang Juara sudah tidak bisa diakses sejak 4 Mei 2026. Penulis surat kemudian melontarkan sejumlah pertanyaan. Ia meminta Wali Kota Semarang dan Disdik untuk membuka kembali portal website tersebut. Alasannya, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMP masih dibuka pada 22 Juni 2026.

"Jarak antara 4 Mei (penutupan sistem) ke 22 Juni 2026 (pendaftaran SMP) adalah waktu yang cukup panjang untuk sebuah kebijakan diskresi. Kami mohon Ibu Walikota dan Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk membuka kembali akses atau memberikan solusi darurat bagi anak-anak kami," tulisnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Disdik Kota Semarang, Muhammad Ahsan, memberikan klarifikasi. Ahsan membenarkan bahwa SPMB untuk jenjang SMP memang baru dibuka pada 22 Juni 2026. Ia menjelaskan, Sang Juara adalah portal khusus untuk mengunggah berbagai prestasi siswa tingkat SD. Website ini dibuat untuk mempermudah proses verifikasi saat pendaftaran siswa ke jenjang SMP.

"Website Sang Juara itu adalah website yang dikhususkan untuk menampung, mengupload piagam-piagam kejuaraan anak-anak SD, MI, Paket A, agar nanti ketika melanjutkan ke jenjang SMP memudahkan dalam verifikasi," jelas Ahsan saat dihubungi.

Ahsan juga menerangkan bahwa proses pengunggahan prestasi bisa dilakukan selama siswa masih duduk di bangku SD. "Waktu menguploadnya itu cukup lama. Jadi kalau dia mulai kelas 4 berarti ada waktu sekitar hampir 3 tahun kesempatan untuk mengupload piagam-piagam kejuaraan di website Sang Juara tersebut. Setiap saat bisa upload," bebernya.

Namun, Ahsan mengatakan portal tersebut seharusnya sudah ditutup pada April lalu. Karena ada kendala, Disdik Kota Semarang memperpanjang tenggat waktu hingga 4 Mei 2026. "Namun sesuai dengan Permendikdasmen tentang SPMB bahwa verifikasi untuk kejuaraan seperti ini harus sudah diselesaikan di bulan April tahun berjalan. Kami sebenarnya menyelesaikan itu, nutup itu, di akhir bulan April," katanya.

"Tapi karena ada kendala di website Sang Juara, maka di akhir-akhir bulan April itu, maka kami berikan perpanjangan sampai 4 Mei 2026," lanjut Ahsan.

Ahsan mengaku sudah membaca surat terbuka tersebut. Ia menegaskan bahwa kesalahan bukan terletak pada sistem, melainkan pada pihak sekolah. "Sesuai dengan surat terbuka itu, kesalahan sudah ada di pihak sekolah atau madrasah yang bersangkutan. Jadi kesalahan bukan di sistem kami. Sistem kami sudah berjalan sesuai dengan ketentuan, sesuai dengan jadwal, sesuai dengan regulasi yang ada," terangnya.

Mengenai permintaan untuk membuka kembali laman Sang Juara, Ahsan mengatakan pihaknya tidak bisa melakukannya. Pertimbangannya adalah soal keadilan bagi seluruh siswa. "Kalau ada kelonggaran kasihan yang sudah upload duluan. Berarti kami tidak fair play nanti. Waktunya kita buka, ya buka dengan pemberitahuan yang jelas gitu kan. Waktunya selesai sesuai ketentuan dan jadwal harus kita close, ya harus kita close. Sama nanti waktunya memulai pendaftaran, ya kita buka," ucapnya.

"Dengan alasan apapun pendaftaran tidak akan kita buka lagi ketika memang sudah selesai waktunya pendaftaran," imbuhnya.

Singkatnya, persoalan ini berpusat pada kelalaian pihak sekolah dalam mengunggah data prestasi siswa. Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Semarang bersikukuh bahwa sistem sudah berjalan sesuai aturan dan tidak akan memberikan kelonggaran tambahan. Permintaan orang tua untuk membuka kembali akses portal ditolak dengan alasan menjaga prinsip keadilan bagi semua siswa yang sudah lebih dulu mengunggah data mereka.

portalSang JuaraDisdikSemarangprestasisiswaSPMB

Komentar

Memuat komentar...