Pria 35 Tahun di Tasikmalaya Dua Kali Kena Stroke
Gambar atau konten salah?
Stroke bukanlah penyakit yang hanya mengincar orang tua. Di Kabupaten Tasikmalaya, seorang warga bernama N, yang berusia 35 tahun, sudah mengalami dua kali serangan stroke. Kejadian pertama menimpanya pada tahun 2020, dan serangan kedua datang pada Rabu, 17 Juni 2026, saat ia sedang beristirahat di rumah.
Menurut pengakuan N, gejala stroke muncul secara tiba-tiba di tengah malam. Semuanya berawal dari rasa kesemutan di sekujur tubuh. Tak lama kemudian, lidahnya terasa kaku dan ia kesulitan untuk berbicara. Dalam hitungan menit, tubuhnya melemah dan satu sisi badannya terasa sulit untuk digerakkan.
"Saya awalnya sedang berbaring. Tiba-tiba badan terasa kesemutan. Tidak lama kemudian saya tidak bisa bicara, tubuh terasa lemas, dan satu sisi tubuh sulit digerakkan," kata N saat ditemui di ruang perawatan layanan trombolisis RSUD KHZ Musthafa pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Keluarga N sudah punya pengalaman menangani stroke sebelumnya. Karena itu, mereka langsung paham betapa pentingnya bertindak cepat. Kurang dari satu jam setelah gejala muncul, N sudah dibawa ke RSUD KHZ Musthafa. Kecepatan ini membuat tim medis bisa segera memberikan terapi untuk mencegah kerusakan otak yang lebih parah akibat sumbatan pembuluh darah.
Setelah menjalani terapi trombolisis melalui aktivasi Code Stroke, kondisi N berangsur membaik dalam waktu sekitar satu jam. "Untungnya keluarga cepat membawa saya ke RSUD KHZ Musthafa karena dulu saya juga pernah ditangani di sini. Setelah disuntik obat, bibir tidak lagi pelo, tangan dan kaki sudah bisa digerakkan kembali," ujarnya.
Kasus serupa juga dialami oleh S, seorang warga Kecamatan Leuwisari yang berusia 78 tahun. Lansia ini memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Ia dibawa ke RSUD KHZ Musthafa sekitar dua jam setelah gejala stroke muncul.
"Awalnya ayah saya mengeluh pusing. Saya beberapa kali membawanya ke klinik, tetapi kondisinya tidak membaik. Pada Rabu malam, ayah tiba-tiba tidak bisa melakukan aktivitas apa pun, lalu saya langsung membawanya ke RSUD KHZ Musthafa," cerita Nia, anak dari pasien S.
Kekhawatiran dan kepanikan keluarga berubah menjadi rasa syukur setelah terapi trombolisis diberikan. "Alhamdulillah, sekitar satu jam setelah ditangani tim RSUD KHZ Musthafa, ayah sudah mulai bisa berbicara dan mengobrol lagi. Kami sangat bersyukur," kata Nia.
Kedua pasien ini ditangani oleh tim dokter spesialis saraf dan dokter spesialis radiologi. Dokter spesialis saraf RSUD KHZ Musthafa, dr. Billy Muchamad Ramdani, Sp.N, menjelaskan bahwa pasien datang dengan gejala lumpuh pada satu sisi tubuh dan penurunan kesadaran. Tim Code Stroke berhasil menyelesaikan pemeriksaan CT Scan dan penilaian klinis dalam waktu kurang dari 30 menit.
"Setelah obat trombolisis diberikan, perbaikannya sangat signifikan. Biasanya satu hingga dua jam setelah obat masuk, fungsi tubuh pasien mulai membaik," ujar dr. Billy.
Menurutnya, terapi trombolisis hanya bisa diberikan kepada pasien yang berusia di bawah 80 tahun. Syarat lainnya adalah pasien harus datang dalam masa emas penanganan, yaitu maksimal 4,5 jam sejak gejala pertama kali muncul. "Kasus stroke infark memiliki peluang pulih dengan baik apabila ditangani kurang dari 4,5 jam sejak serangan awal. Pada kondisi tersebut, terapi trombolisis dapat diberikan, dengan catatan pasien berusia di bawah 80 tahun," katanya.
Dokter spesialis saraf lainnya, dr. Indra Gunawan, menambahkan bahwa keberhasilan penanganan stroke sangat bergantung pada seberapa cepat keluarga membawa pasien ke fasilitas kesehatan. Layanan trombolisis dengan aktivasi Code Stroke di RSUD KHZ Musthafa, menurutnya, bisa meningkatkan peluang pasien stroke infark akut untuk pulih dan terhindar dari kecacatan permanen.
Layanan trombolisis adalah prosedur medis untuk menangani stroke infark. Caranya dengan menyuntikkan obat trombolitik yang berfungsi menghancurkan gumpalan darah penyebab sumbatan. "Layanan trombolisis atau penghancuran gumpalan darah di otak melalui terapi suntikan obat sudah tersedia di RSUD KHZ Musthafa. Penanganan dapat dilakukan apabila pasien datang dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak gejala awal muncul. Dalam waktu sekitar satu jam setelah pemberian obat, biasanya sudah terlihat perbaikan yang signifikan," kata dr. Indra.
Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Eli Hendalia, menegaskan bahwa penanganan stroke infark yang cepat dan tepat bisa meningkatkan peluang kesembuhan pasien. Ia menyebut rumah sakitnya menjadi satu-satunya di wilayah Priangan Timur yang memiliki layanan trombolisis dengan aktivasi Code Stroke. Sejak layanan ini dibuka, sudah sejumlah pasien yang berhasil ditangani.
"Kami bersyukur memiliki layanan trombolisis dengan Code Stroke pertama di Priangan Timur. Pasien-pasien stroke dapat ditangani oleh dokter spesialis yang sudah terbukti mampu memberikan penanganan secara optimal," ujar dr. Eli.
"Penanganan stroke harus dilakukan secepat mungkin. Dengan trombolisis, sumbatan dapat dihancurkan sehingga aliran darah kembali normal. Peluang kesembuhan akan jauh lebih besar apabila pasien ditangani dalam beberapa jam pertama sejak gejala muncul," tambahnya.
Dua kisah dari Tasikmalaya ini menunjukkan bahwa stroke bisa menyerang kapan saja, tanpa pandang usia. Faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung ikut berperan. Namun yang paling menentukan adalah kecepatan keluarga dalam merespons dan membawa pasien ke rumah sakit yang memiliki layanan trombolisis. Di Priangan Timur, RSUD KHZ Musthafa menjadi satu-satunya tempat yang menyediakan layanan ini, dan hasilnya terbukti mampu menyelamatkan fungsi tubuh pasien dalam waktu singkat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Korban penyiksaan di Bandung: Mata kanan diangkat, mulut robek
Polisi Buru Pemilik WO Darmawangsa, Rugikan 49 Korban Rp 2,4 Miliar
Susi Sulastri: Kualitas Kesehatan Bukan Hanya Soal Kecepatan
Pemadaman Listrik Jabar: Warung Tutup, Lampu Macet, Azan Tanpa Speaker
Tetangga Siram Air Keras ke Bocah karena Utang Rp850 Ribu
Petani Viral: Cabai Diberi Paracetamol, Kementan Peringatkan
Berita Terbaru
Pria 35 Tahun di Tasikmalaya Dua Kali Kena Stroke
Disdik Semarang Tolak Buka Akses Portal Prestasi Siswa
Ribuan Massa di Jember Desak DPRD Dukung Program Koperasi Desa
Cedera Betis Kambuh, Rekrutan Anyar Liverpool Diragukan Tampil
Kuis MotoGP berhadiah Rp 750 ribu, tiga pemenang sudah diumumkan
PT BTID Bermitra dengan Pemuda Enam Banjar di Festival Penjor
Korban penyiksaan di Bandung: Mata kanan diangkat, mulut robek
Wuling-Grab Gandeng 14.000 Mobil Listrik Demi Emisi Rendah
Polisi Buru Pemilik WO Darmawangsa, Rugikan 49 Korban Rp 2,4 Miliar
