Tantangan Pengelolaan Laut Indonesia: Strategi KKP untuk Sukses

Sari D. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Tantangan Pengelolaan Laut Indonesia: Strategi KKP untuk Sukses

Gambar atau konten salah?

Indonesia memiliki luas laut yang sangat besar, menjadikannya sebagai negara maritim. Sekitar 70% dari total wilayah Indonesia merupakan lautan, yang menyimpan banyak sumber daya kelautan. Namun, pengelolaannya masih kurang optimal. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengungkapkan beberapa tantangan dalam menjaga dan mengelola laut Indonesia. Salah satunya adalah kurangnya perhatian dari masyarakat pesisir dan pengusaha terhadap ekosistem laut.

Nelayan di Indonesia sering masih menggunakan alat tangkap tradisional yang dapat merusak ekosistem. Selain itu, penangkapan ikan yang tidak terukur berdampak pada keberlanjutan ekosistem laut. Banyak pihak juga memanfaatkan ruang laut untuk kepentingan reklamasi dan pariwisata.

Trenggono berbicara tentang strategi untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Menurutnya, setelah hampir empat tahun menjabat, ia memahami apa yang perlu dilakukan. Delapan misi besar dalam Asta Cita, termasuk swasembada pangan, menjadi fokus Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Untuk mencapai target tersebut, KKP berperan penting dalam memastikan ketersediaan sumber pangan, terutama protein dari perikanan.

Ketahanan pangan menjadi sangat penting. Trenggono menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan protein, sektor perikanan harus diperkuat. Ia mencatat bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi ikan, seperti udang, tuna, dan cumi, dengan nilai ekspor yang signifikan. Total produksi ikan di Indonesia mencapai sekitar 24 juta ton per tahun.

Ekspor ikan terbesar dilakukan ke negara seperti Amerika, China, dan Jepang. Trenggono juga menyoroti pentingnya protein ikan, yang kaya akan omega-3 dan omega-6. Ia menekankan bahwa cara pengolahan ikan juga harus diperhatikan agar bisa lebih diterima oleh masyarakat.

Terkait dengan program makanan bergizi gratis, KKP memiliki lima roadmap perencanaan jangka panjang. Salah satunya adalah meningkatkan kawasan konservasi hingga 30 juta hektar pada tahun 2045. Penangkapan ikan di laut harus terukur dan terkontrol, serta fokus pada budidaya yang menjadi keunggulan Indonesia.

Dalam hal produksi garam, pemerintah menargetkan untuk menghentikan impor garam konsumsi pada tahun 2025 dan garam industri pada tahun 2026. Trenggono menjelaskan potensi produksi garam di Nusa Tenggara Timur yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ia optimis bahwa dengan dukungan pemerintah, target tersebut bisa tercapai.

Kerja sama dengan negara lain, seperti Tiongkok, juga dilakukan untuk meningkatkan sektor kemaritiman dan perikanan. KKP berupaya melibatkan nelayan lokal dalam proses produksi dan pengolahan ikan, sehingga dapat mendukung ketahanan pangan nasional.

Dengan berbagai rencana dan strategi tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan berupaya untuk memaksimalkan potensi sumber daya kelautan Indonesia demi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem laut.

Indonesiakelautanperikananswasembada panganekosistem lautstrategibudidaya ikanketahanan pangan

Komentar

Memuat komentar...