Terminal Cicaheum Sepi, Bus Dipindah ke Leuwipanjang

Jaka M. · 2 min baca · 6 hari lalu · 50 dibaca
Bisik.id
Terminal Cicaheum Sepi, Bus Dipindah ke Leuwipanjang

Gambar atau konten salah?

Lorong loket penjualan tiket di Terminal Cicaheum kini terasa hening. Tidak ada lalu lalang penumpang, tidak ada antrean. Petugas penjual tiket, yang biasanya bersikap agresif, hanya duduk di kursi panjang, lebih banyak bersenda gurau dengan rekan penjual tiket.

Suasana lengang tidak hanya terlihat di area loket. Lapangan Terminal Cicaheum, yang biasanya dipadati bus antarkota-antarprovinsi, kini tampak sepi. Jumlah armada yang terparkir di dalam terminal bahkan bisa dihitung dengan jari.

Kondisi di terminal semakin memprihatinkan. Para pedagang duduk termenung di kiosnya, menatap kosong ke arah lapangan terminal.

Terminal Cicaheum menjadi sepi karena operasional armada bus dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang. Selain itu, eks terminal ini akan dijadikan Depo Bus Rapid Transit atau BRT.

Ridwan, pengurus PO Hiba Putra, berusia 48 tahun, masih bertahan di Terminal Cicaheum karena masih ada penumpang. Dia mengatakan, “Diarahkan pindah ke sana (Terminal Lewipanjang) tanggal 25 kemarin. Ya, berhubung penumpang kita yang masih terlanjur beli di sini, baik penumpang yang beli online, kita sendiri yang memohon. Supaya terminal ini sebelum dibongkar, bisa numpang masuklah sebentar. Jadi intinya bukan kita ngelawan pemerintah, bukan,”

Ridwan juga menilai Terminal Leuwipanjang masih harus berbenah untuk menerima semua bus pindahan dari Terminal Cicaheum. Secara bertahap, penyesuaian pun akan terjadi. “Hiba Putra sudah masuk kesana. Udah saya masukin sesuai aturan dari perintah kementerian. Udah kita ikutin. Cuma masih ada jemputan kita di sini yang udah terlanjur beli online ataupun Redbus yang terdekat dengan Cicaheum,” ungkapnya.

Ridwan menyatakan akan bertahan sampai terminal dibongkar atau sampai tidak bisa masuk. “Sampai terminal ini dibongkar atau sampai tidak bisa masuk,” tambahnya.

Ridwan, yang berasal dari Sumatera dan kini bermukim di Ujungberung, menjelaskan bahwa dia sudah puluhan tahun mengadu nasib di terminal itu. “Ya kesan-kesan di Terminal Cicaheum ada sedih, selama ini kan numpang hidup ya di sini ya. Udah kayak rumah sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Ridwan berhasil menguliahkan anaknya hingga bekerja dan masih menyekolahkan dua anak lainnya berkat mengadu nasib di terminal itu. “Udah lama, dari bujang sampai anak udah selesai kuliah. Saya masih hidup di sini. Yang udah selesai kuliah baru satu, udah kerja di Kimia Farma. Dua lagi masih SMA dan SD,” ujarnya.

Ridwan menegaskan bahwa dia tidak menolak kebijakan pemerintah, namun menginginkan fasilitas di terminal Leuwipanjang terjamin. “Gimana lagi ya itu aturan dari pemerintah. Kita tidak mau ibaratnya ngelawan lah, kita ngikuti. Fasilitas kita ingin ditempatkan di tempat yang layak. Jangan sampai kita ditaruh sembarangan atau tidak ada solusi ya,” tuturnya.

Dia juga berharap tidak ada konflik sosial di Terminal Leuwipanjang. “Supaya jangan ada salah paham, kecemburuan sosial kan gitu,” pungkasnya.

Kondisi Terminal Cicaheum menunjukkan dampak perubahan operasional bus di Bandung. Ridwan, sebagai pengurus PO Hiba Putra, tetap menjaga keberadaan terminal sampai proses penggantian fasilitas selesai. Keputusan pemerintah untuk memindahkan armada bus dan mengubah terminal menjadi depot BRT menuntut adaptasi dari para pengelola dan pengguna. Perubahan ini diharapkan memperbaiki layanan transportasi, namun juga menimbulkan ketidakpastian bagi komunitas yang selama ini bergantung pada terminal tersebut.

Terminal CicaheumTerminal LeuwipanjangBRTRidwanPO Hiba Putradepotbus antarkota

Komentar

Memuat komentar...