Tiket Kayutangan Heritage Susut, Pengunjung Keluh Keramahan

Ratna D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 44 dibaca
Bisik.id
Tiket Kayutangan Heritage Susut, Pengunjung Keluh Keramahan

Gambar atau konten salah?

Wisata Kayutangan Heritage di Malang menjadi sorotan banyak pengunjung yang mengeluhkan pelayanan warga setempat. Mereka menilai keramahan yang ditawarkan terasa ketus dan kasar, sekaligus menambah kesulitan karena sistem tiket masuk yang tidak teratur.

Keluhan ini menjadi viral setelah akun TikTok @dintdan memuat video berjudul “Piye Tanggapanmu soal Tiket Masuk Kampung Kayutangan?” Video tersebut telah ditonton lebih dari 260 ribu kali. Dalam carousel tersebut, pemilik akun bernama Dinta berbagi pengalaman kurang menyenangkan saat berkunjung ke Kampung Kayutangan Heritage.

Warga setempat sering meneriaki pengunjung dengan “Tiketnya mana?” tanpa penjelasan yang jelas. Dinta juga mendengar komentar bernada ketus ketika pengunjung tidak mengerti tentang pembayaran tiket masuk: “Wisata yo mbayar (bayar)”.

Unggahan tersebut menuai banyak komentar warganet. Salah satu komentar dari @ochiii berbunyi: “lah aku kan gatau kalo ke toilet situ juga harus bayar tiket masuk, ya aku ke toiletnya (kebetulan toiletnya tuh deket bgt sm loket. kaya depan2an gt) aku kira cm bayar toilet aja soalnya aku gamasuk kan. eh disuruh bayar, diteriakin kek maling ‘WONG ENDI SE IKI GAK ERO LEK MELBU KENE BAYAR’”.

Pengguna lain, @cantikaa, melaporkan pengalaman serupa: “aku padahal warlok kayutangan kalo masuk suka ditanya tiket jir, padahal rumahnya dalem kampung ini.”

Masalah utama muncul karena pintu masuk Kayutangan tidak terpusat pada satu titik. Cara penyampaian informasi kepada pengunjung dianggap kurang ramah, sehingga suasana menjadi tegang dan membuat wisatawan enggan berkunjung.

Dinta mengonfirmasi kejadian yang terlihat dalam video tersebut. Ia, seorang perempuan asal Kediri, menyatakan bahwa ia melihat kejadian itu saat berkunjung ke Kampung Kayutangan untuk kedua kalinya bersama temannya yang merupakan warga asli Malang. Menurutnya, sistem ticketing di Kayutangan Heritage belum tertata rapi, sehingga pengunjung bingung dan tidak nyaman.

Ia berkata, “Pas masuk ke Kayutangannya saya menikmati, yang bikin gak nyaman menurut saya cuma tiket masuknya. Kalau emang mau ada pembayaran tiket seharusnya lebih dipertegas lagi tempat loketnya,” pada 04 Mei 3026. Dinta menilai petugas seharusnya tetap berjaga di loket agar alur masuk wisatawan lebih jelas, karena masih ada sejumlah pengunjung yang bisa masuk tanpa membayar.

Ia menambahkan, “Mereka juga harus stay di loket karena ada beberapa orang yang gak bayar,” menekankan perlunya penegakan sistem pembayaran tiket yang lebih ketat.

Kasus ini menyoroti perlunya prosedur tiket yang lebih jelas dan staf yang lebih ramah di Kayutangan Heritage, agar wisatawan tidak lagi merasa bingung dan dianggap tidak sopan oleh warga setempat.

Kayutangan Heritagetiket masukpelayanan wargaviral TikTokpengunjungsistem ticketingketegangan wisata

Komentar

Memuat komentar...