Tol Bali Gilimanuk-Mengwi: Seksi I Dibatalkan, Fokus II & III

Maya K. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Tol Bali Gilimanuk-Mengwi: Seksi I Dibatalkan, Fokus II & III

Gambar atau konten salah?

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan proyek jalan tol terpanjang di Pulau Dewata Bali, Gilimanuk-Mengwi. Proyek ini dimaksudkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas di kawasan pusat destinasi wisata Indonesia itu.

Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, mengatakan jalan tol ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh perjalanan dari Gilimanuk ke Mengwi yang semula sekitar enam jam menjadi kurang lebih tiga jam.

Proyek strategis dengan panjang mencapai 96,84 kilometer diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 12,7 triliun dan dikerjakan menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Jakarta Pusat, pada 08 April 2026, Diana menjelaskan: "Kebutuhan investasi yang diperlukan adalah Rp 12,7 triliun, dan rincian biaya konstruksi sebesar Rp 8,52 triliun, dan biaya dukungan konstruksi sebesar Rp 9 triliun,".

Ia juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih dalam tahap penyusunan analisis terkait dampak lingkungan (amdal), analisis dampak lalu lintas, rekomendasi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang, dan juga dokumen perencanaan pengadaan tanah.

"Proses pengadaan badan usaha (tender) ini diharapkan dapat mulai pada 2027, dan ini direncanakan jalan tol tersebut akan mulai beroperasi pada tahun 2031," jelasnya.

Proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi di Bali masih dalam tahap review kelayakan yang ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025. Setelah rampung, proyek ini akan kembali dilelang, setelah sebelumnya beberapa kali gagal mendapatkan investor.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rachman Arief mengatakan proses review sudah berjalan cukup lama karena adanya kebijakan efisiensi anggaran di awal pemerintahan saat ini. Kala itu, tol sepanjang 96,84 km di Bali tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp 25,4 triliun.

Pada 10 Juli 2025, Rachman ditemui usai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta. Ia berkata: "Memang lama. Seperti Tol Gilimanuk-Mengwi mungkin baru keluar di bulan 31 Desember 2025 (hasil riviu),".

Namun pada awal 2026, rencana pembangunan terpanjang di Bali tersebut mengalami perubahan. Proyek strategis nasional itu tetap dilanjutkan, namun hanya untuk Seksi II (Pekutatan-Soka) dan Seksi III (Soka-Mengwi). Sementara Seksi I yang menghubungkan Gilimanuk-Pekutatan resmi dibatalkan.

Kepala Dinas PUPRP Jembrana I Wayan Sudiarta membenarkan perubahan tersebut. Ia merujuk surat Direktur Jalan Bebas Hambatan Nomor P50102/B/BK/2026/24 tertanggal 11 Februari 2026 yang ditujukan kepada Kanwil BPN Provinsi Bali.

"Berdasarkan informasi surat tersebut, pembangunan jalan tol berlanjut tetapi hanya dari Pekutatan-Soka dan Soka-Mengwi. Seksi II dan III dipastikan berlanjut, sedangkan Seksi I tidak berlanjut dengan alasan jumlah penduduk," ungkap Sudiarta saat ditemui di kantornya pada 27 Februari 2026.

Proyek ini diharapkan dapat mempercepat mobilitas di Bali, mengurangi waktu tempuh, dan meningkatkan konektivitas antara wilayah pesisir dan pusat wisata, meskipun beberapa bagian proyek dibatalkan karena pertimbangan populasi. Inisiatif ini menunjukkan upaya pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur di Bali, namun perubahan skala menandakan penyesuaian kebijakan berdasarkan populasi dan anggaran.

Jalan tol Gilimanuk-MengwiBaliKementerian Pekerjaan Umum (PU)Rp 12,7 triliunKPBU96,84 kmOperasi 2031

Komentar

Memuat komentar...