Tri Suci Waisak 2570 BE di Candi Borobudur 31 Mei
Gambar atau konten salah?
Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026 dimulai di Candi Borobudur, Magelang, pada hari Minggu, 31 Mei 2026. Diperkirakan 25 ribu umat Buddha akan mengikuti prosesi detik-detik yang berlangsung pada pukul 15.44.44 WIB.
Di pelataran Candi Borobudur, para pekerja sedang menyiapkan altar utama. Hiasan bunga teratai sudah terpasang, dan papan papan diletakkan di atasnya. Papan tersebut akan ditutup dengan karpet, sehingga para umat dapat duduk dan mengikuti detik-detik Waisak pada pukul 15.44.44 WIB. Pemasangan tenda juga dilakukan di Aksobya dan Taman Lumbini. Bendera Walubi, yang mewakili Umat Buddha Indonesia, mulai dipasang dari pintu masuk pos 7 hingga pelataran Candi Borobudur.
“Kita sudah mulai detail-detailnya. Sudah mulai mendekor lapangan (pelataran Candi Borobudur), pembuatan altar, persiapan tenda. Ini sudah berjalan on track semua,” kata Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono, saat dihubungi pada Selasa, 26 Mei 2026.
Rangkaian Waisak dimulai pada Kamis, 28 Mei 2026. Acara pertama adalah dhammavicayo di Griya Vipassana Avalokitesvara (GVA) Mendut, yang berlangsung dari pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Selanjutnya, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB di Candi Borobudur, akan ada San Pu Yi Pai, yaitu tiga langkah satu sujud.
“Dhammavicayo di GVA. Terus tanggal 28 pagi ada San Pu Yi Pai, yaitu tiga langkah satu sujud di Candi Borobudur,” ujarnya. Pada Taman Aksobya, akan digelar Nyingma Monlam Chenmo Indonesia 2026, doa aspirasi agung kesejahteraan dan perdamaian dunia serta pradaksina.
Jumat, 29 Mei 2026, akan dilaksanakan pengambilan api dharma di Mrapen, Grobogan. Api tersebut dibawa ke Candi Borobudur untuk disemayamkan dan disakralkan. “Pengambilan api (di Mrapen) kira-kira sampai Candi Mendut jam 15.00 WIB. Terus dilanjutkan sembahyang sampai selesai. Pada tanggal 29 malam, ada meditasi di Candi Borobudur,” jelas Tanto.
Selasa, 30 Mei 2026, akan ada pengambilan air suci di Umbul Jumprit, Temanggung. Air suci tersebut dibawa ke Candi Mendut, perkiraan sampai jam 14.00 WIB. Ada juga penyambutan biksu thudong di Marga Utama Candi Borobudur pada pukul 10.00 WIB.
Sabtu, 30 Mei 2026, juga akan dilaksanakan meditasi di Candi Borobudur. Pada Minggu, 31 Mei 2026, merupakan puncak perayaan Waisak. Kirab dimulai dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur pada pukul 10.00 WIB. Diperkirakan 25 ribu umat, baik yang memiliki ID card maupun konfirmasi, datang dari seluruh Indonesia dan luar negeri.
Candi Borobudur dibuka sampai pukul 14.00 WIB. Pihak pengelola menyatakan bahwa kunjungan wisata hanya dibuka sampai pukul 14.00 WIB, dan kunjungan hanya dibatasi sampai pelataran candi. Setelah pukul 14.00 WIB, pengunjung disarankan untuk meninggalkan area kunjungan dan beralih ke rangkaian perayaan Tri Suci Waisak.
Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM), Gistang R Panutur, mengatakan, “Kami tetap akan buka sampai jam 2 siang saja. Setelah jam 2 siang, kami akan mulai menganjurkan pengunjung untuk segera meninggalkan candi. Setelah itu, persiapan ke Waisak.” Ia menambahkan, “Kalau naik candi nggak bisa di hari tersebut (Minggu 31 Mei), hanya di pelataran saja. Kita buka sampai jam 2.”
Untuk menunjang kelancaran pengunjung yang akan melihat maupun menerbangkan lampion, disediakan penambahan EV (Electric Vehicle). Hal ini untuk mengantisipasi kepulangan, mengingat sepeda motor maupun mobil pengunjung parkir di Kampung Seni Borobudur (KSB) di Kujon, Kecamatan Borobudur. “Kami menyediakan dua pilihan. Pertama, pasti lewat EV sudah kami tambahkan. Ada 14 EV dan kami juga menyediakan 2 tambahan bus EV kapasitas 50,” ujar Gistang. Ia menekankan bahwa pada tahun ini, pihaknya menyediakan opsi jalan kaki yang jelas, terang, dan pastinya bisa sambil foto-foto. “Kami memperkirakan sekitar 800 meter jalan kaki dari Marga Utama sampai akses paling dekat di Kampung Seni Borobudur,” pungkasnya.
Perayaan ini menampilkan rangkaian prosesi spiritual, doa, dan meditasi yang melibatkan ribuan umat Buddha. Dengan persiapan matang, acara diharapkan berjalan lancar dan menjadi ajang kebersamaan bagi semua peserta.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
