Truffle Mahal di Jakarta, Kusuka Singkong Tawarkan Alternatif

Mira T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 43 dibaca
Bisik.id
Truffle Mahal di Jakarta, Kusuka Singkong Tawarkan Alternatif

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, harga jamur truffle seringkali membuat mata terbelalak. Truffle tidak hanya mahal karena rasanya yang istimewa, tapi juga karena sulit ditemukan. Jamur ini tumbuh tersembunyi di bawah tanah, sehingga memerlukan pemburu khusus dan anjing pelacak untuk menemukannya.

Jamur truffle dikenal dengan aroma yang kuat dan rasa umami. Banyak orang mengibaratkan rasanya seperti kayu ek, kacang, bahkan manis dan juicy. Rasa ini membuat truffle menjadi bahan favorit bagi para foodies yang suka mencoba hidangan eksklusif.

Harga truffle bisa mencapai Rp 67,6 juta per pon (450 gram). Angka ini diambil dari kutipan Martha Stewart pada 5 Desember 2025. Harga tinggi ini disebabkan oleh proses pencarian yang rumit dan jumlah jamur yang terbatas di alam.

Untuk menemukan truffle, dibutuhkan pemburu yang disebut trifolau. Menurut Tartufo pada 25 Maret 2025, seorang trifolau harus sangat mengenal hutan, bahkan sampai detail terkecilnya. Mereka menemukan tempat rahasia di mana truffle tumbuh. Tradisi truffle hunting biasanya dilakukan di malam hari, tanpa lampu, hanya dengan anjing setia. Trifolau harus berusia minimal 14 tahun.

Menjadi seorang truffle hunter bukanlah pekerjaan yang mudah. Pelatihan khusus diperlukan. Kursus pelatihan diselenggarakan oleh masing-masing provinsi. Pelajarannya beragam, mulai dari memahami keseimbangan ekosistem truffle hingga cara melestarikannya. Kursus ini juga mengajarkan cara mengenali berbagai spesies truffle yang ada di alam.

Di Italia, hukum mengatur alat yang boleh digunakan untuk menggali jamur. Alat-alat tersebut meliputi sekop kecil, cangkul, dan tas khusus truffle. Trifolau juga memakai rompi mirip pemetik jamur, sepatu bot setinggi lutut, serta pakaian yang melindungi dari duri, serangga, dan ular. Sarung tangan dan tongkat biasanya dibawa untuk membantu proses penggalian.

Awalnya, babi digunakan untuk mencari jamur truffle. Babi memiliki indra penciuman yang sangat baik dan dapat menemukan jamur di bawah tanah. Namun, babi seringkali memakan truffle yang ditemukan, sehingga peran babi mulai digantikan oleh anjing di lahan bangsawan. Anjing juga digunakan untuk menghibur tamu di acara resmi. Penggunaan anjing akhirnya menjadi lebih umum, dan babi menjadi jarang.

Di Italia, hukum menetapkan bahwa anjing harus dilatih khusus untuk berburu truffle. Pelatihan anjing ini tidak murah; biayanya bisa mencapai 5.000 Euro, atau sekitar Rp 98 juta. Anjing yang dianggap paling ideal untuk menemukan truffle antara lain Bracco Italiano, Pointer, Spinone Italiano, Cocker, Jack Russell, Griffon, dan Lagotto Romagnolo.

Di tengah semua proses tradisional ini, ada produk baru yang memadukan cita rasa truffle dengan singkong. Kusuka Singkong Rasa Jamur Truffle hadir sebagai alternatif cemilan. Singkong pilihan dipadukan dengan aroma truffle yang bold dan berkelas. Rasa gurih, unik, dan membuat nagih, tapi tetap ringan karena gluten free, tinggi serat, dan bebas lemak trans. Coba sekali, rasanya terasa premium di setiap gigitan.

Truffle tetap menjadi harta karun bagi para pencinta kuliner. Dari proses pencarian yang rumit, pelatihan khusus, hingga alat dan anjing pelacak, semua berkontribusi pada harga tinggi dan eksklusivitas jamur ini. Produk seperti Kusuka Singkong Rasa Jamur Truffle memberi kesempatan bagi orang biasa untuk merasakan keistimewaan truffle tanpa harus membayar harga selangit.

jamur truffleharga truffletruffle huntinganjing pelacaktruffle hunterkusuka singkong

Komentar

Memuat komentar...