Ubi Cilembu: Rasa Manis Asli, Tanda IG Sumedang di Indonesia

Nurul H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
Ubi Cilembu: Rasa Manis Asli, Tanda IG Sumedang di Indonesia

Gambar atau konten salah?

Ubi Cilembu adalah varietas ubi jalar yang berasal dari desa Cilembu di Sumedang. Ubi ini dikenal dengan rasa manis yang kuat dan tekstur lembut ketika dipanggang. Sejak muncul pada akhir 1990-an, ubi ini telah menjadi camilan favorit di berbagai daerah di Indonesia.

Nama “Cilembu” diambil dari nama desa tempat ubi ini pertama kali dibudidayakan. Warga setempat percaya bahwa tanah di desa tersebut memiliki kondisi unik yang membuat ubi ini memiliki rasa manis berbeda dibandingkan ubi yang ditanam di tempat lain. Karena itu, rasa ubi Cilembu sering dijuluki “ubi madu” karena cairan legit yang keluar saat dipanggang menyerupai madu.

Popularitas ubi ini terus meningkat hingga mendapat Indikasi Geografis (IG) pada tahun 2020. Sertifikat IG ini melindungi nama “Cilembu” agar tidak digunakan sembarangan dan menegaskan bahwa produk tersebut memang berasal dari wilayah Sumedang.

Secara fisik, Ubi Cilembu memiliki rasa manis khas yang membuatnya disukai banyak orang. Teksturnya sangat lembut setelah matang, dan pulen di lidah. Sensasi ini membuat ubi ini tidak hanya populer sebagai camilan, tetapi juga menjadi komoditas unggulan daerah yang memperkaya ragam kuliner Indonesia.

Ubi ini awalnya ditanam menggunakan bibit nirkum, yang dikenal menghasilkan ubi dengan rasa manis seperti madu. Namun, pada tahun 2018, penelitian menunjukkan bahwa rasa manis ubi Cilembu dipengaruhi oleh tanah dan bakteri di Desa Cilembu. Karena itu, ubi yang ditanam di luar daerah ini memiliki rasa yang berbeda. Seiring waktu, bibit nirkum mulai jarang dipakai karena hasil panennya menurun, dan kini ubi Cilembu juga sudah memiliki hak kekayaan intelektual sebagai ciri khas Sumedang.

Penelitian mahasiswa doktoral di ITB menemukan bahwa bakteri Rhizosfer dan Endofit di tanah Desa Cilembu membantu menghasilkan rasa manis dan tekstur legit khas ubi ini. Ubi asli biasanya mengeluarkan lelehan mirip madu saat dibelah setelah dipanggang. Karena permintaan tinggi, banyak ubi Cilembu KW yang dijual di pasaran, namun rasa dan kualitasnya tidak sebanding dengan ubi asli.

Di pasar modern, ubi Cilembu kini hadir dalam banyak variasi jajanan kekinian. Toko oleh-oleh, minimarket modern, supermarket, serta convenience store seperti Family Mart menjual ubi ini dengan berbagai topping dan isian. Salah satu varian yang populer adalah perpaduan ubi manis dengan cream cheese yang gurih lembut, yang dapat ditemukan di supermarket AEON dan Papaya.

Selain varian tradisional, beberapa penjual menambahkan topping lain seperti cokelat, keju, atau saus kacang. Ubi ini juga sering dijadikan bahan dalam kue kering, es krim, dan minuman. Variasi ini membuat ubi Cilembu tetap relevan di kalangan konsumen muda yang mencari camilan sehat dan berbeda.

Keunikan rasa dan tekstur ubi Cilembu tidak lepas dari kondisi tanah dan mikroorganisme yang ada di sana. Sertifikat IG dan hak kekayaan intelektual membantu melindungi produk asli dari peniruan. Dengan demikian, ubi ini tetap menjadi simbol kuliner Sumedang yang diakui secara nasional.

Ubi Cilembu tidak hanya menjadi camilan populer, tetapi juga contoh bagaimana faktor lingkungan dan perlindungan hak atas nama dapat memperkuat identitas produk lokal. Keberadaan ubi ini di berbagai toko oleh-oleh, minimarket, dan supermarket modern menunjukkan bahwa produk tradisional dapat beradaptasi dengan tren pasar tanpa kehilangan keunikannya.

Ubi CilembuSumedangIndikasi Geografisrasa manisbakteri Rhizosferhak kekayaan intelektualcamilan

Komentar

Memuat komentar...