UCollect Box: Tukar Minyak Jelantah Jadi Uang & Bahan Bakar

Rini S. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
UCollect Box: Tukar Minyak Jelantah Jadi Uang & Bahan Bakar

Gambar atau konten salah?

Di Pelesiran, sebuah wilayah di Kota Bandung, banyak rumah tangga yang bingung menanganinya: minyak jelantah. Minyak yang sudah tidak bisa dipakai lagi, namun tidak bisa langsung dibuang tanpa risiko. Nia, salah satu warga, mengaku selama ini sulit mengkategorikan limbah tersebut. Ia merasa minyak jelantah tidak masuk ke dalam sampah organik maupun anorganik, membuatnya ragu bagaimana cara membuangnya.

"Di wilayah sebenarnya sudah ada pemilahan sampah, tapi paling susah kalau jelantah. Takut dibuang ke saluran nanti mampet, jadi suka saya taruh di botol-botol. Biasanya ada yang memungut," ungkap Nia saat ditemui di Hotel Moxy Bandung, Rabu 22 April 2026.

Di tengah kebingungan itu, Nia dan beberapa anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Kekeluarga (PKK) wilayah Tamansari akhirnya menemukan solusi. Tidak perlu menunggu pengepul, limbah minyak jelantah bisa langsung disetor dan ditukar menjadi uang. Inovasi ini datang dari start-up Noovoleum, yang menyiapkan kotak bernama UCollect Box.

UCollect Box dirancang agar masyarakat dapat menuangkan minyak jelantah langsung ke mesin self‑service serupa ATM. Melalui mesin tersebut, warga cukup datang, menuangkan minyak, dan sistem akan menghitung jumlahnya. Business Development Manager Noovoleum, Tharesa Rahma Primula, menjelaskan prosesnya.

"Saldo dari hasil penjualan minyak akan langsung masuk ke akun pengguna di aplikasi dan bisa ditarik ke rekening. Prosesnya paling lama dua menit," ungkap Tharesa.

Berbeda dengan skema pengumpulan minyak jelantah yang biasanya bersifat donasi, UCollect memberikan insentif langsung berupa uang. Harga yang ditetapkan adalah Rp5.500 per liter. Selain itu, terdapat bonus tambahan bagi pengguna yang menyetorkan dalam jumlah besar.

  • Setoran hingga 25 liter: bonus 2,5%
  • Setoran 50 liter: bonus 5%
  • Setoran 100 liter: bonus 10%
  • Setoran lebih dari 250 liter: bonus 20%

"Kalau di tempat lain biasanya sifatnya donasi. Itu inisiatif yang baik, tapi di sini kami juga memberikan opsi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan," ujarnya.

"Jadi sebenarnya ini lumayan banget untuk jadi penghasilan tambahan, apalagi untuk yang punya usaha kuliner. Sebenarnya jelantah itu bisa jadi cuan. Semakin banyak disetor, semakin besar juga bonusnya," kata Tharesa.

Minyak jelantah yang dikumpulkan tidak akan didaur ulang menjadi minyak goreng lagi. Sebaliknya, ia diolah menjadi bahan baku biodiesel dan biofuel. Proses ini mengurangi risiko kesehatan yang mungkin timbul jika minyak tersebut digunakan kembali.

"Kalau diolah jadi minyak goreng lagi itu berbahaya dan juga jadi pertanyaan dari sisi kehalalan-nya. Tapi kalau dijadikan bahan bakar, itu lebih aman," jelasnya.

Pengelolaan minyak jelantah yang tidak tepat masih menjadi persoalan di masyarakat. Banyak yang membuang langsung ke saluran air atau tanah tanpa menyadari dampaknya terhadap lingkungan.

"Padahal banyak masyarakat yang masih bergantung dengan air tanah. Kalau dibuang sembarangan bisa mencemari lingkungan, dan kalau dipakai berulang-ulang juga berbahaya bagi kesehatan," tambahnya.

Secara keseluruhan, UCollect saat ini mampu mengumpulkan sekitar 60 hingga 70 ton minyak jelantah setiap bulan dari berbagai mitra dan titik pengumpulan di Indonesia. Di Kota Bandung sendiri, telah tersedia sekitar 32 unit box yang tersebar di sejumlah lokasi seperti SPBU, ritel modern, dan hotel.

Selain itu, lebih dari 300 unit UCollect Box telah tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Mulai dari Jabodetabek, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga Bali dan Palembang.

Perwakilan pihak Hotel Moxy, Yoga Nugraha, menyebut kehadiran fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan. "Inisiatif ini jadi langkah nyata gaya hidup berkelanjutan. Kami harap UCollect Box bisa jadi inspirasi masyarakat untuk lebih peduli lingkungan," ujarnya.

Founder dan CEO Noovoleum, Philippe Micone, menilai bahwa keberlanjutan harus diwujudkan melalui solusi yang mudah diakses dan memberikan manfaat langsung. Ia menambahkan bahwa minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah sebenarnya memiliki potensi ekonomi besar.

"Kami percaya keberlanjutan akan jadi nyata kalau bersifat praktis, terukur, dan bisa dibagikan. Dengan UCollect Box, pengelolaan jelantah bisa menjangkau lebih luas," katanya. "Minyak jelantah mungkin terlihat seperti limbah. Tapi dia sebenarnya adalah sumber daya berharga untuk diolah menjadi bahan bakar yang lebih bersih," tutupnya.

Dengan sistem ini, warga dapat mengunduh aplikasi UCollect, mencari titik box terdekat, dan menyetor minyak jelantah minimal satu liter. Setiap setoran langsung menghasilkan uang, memberi insentif bagi masyarakat untuk tidak membuang minyak secara sembarangan. Inovasi ini menambah nilai ekonomi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan, menjadikan UCollect Box sebagai contoh sederhana bagaimana limbah dapat diubah menjadi sumber pendapatan dan energi bersih.

minyak jelantahUCollect BoxNoovoleumbiodieselpengelolaan limbahinsentif uangkelestarian lingkungan

Komentar

Memuat komentar...