Ular Kobra Jawa dievakuasi di Rumah Pamukti Baru, Prambanan

Guntur P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
Ular Kobra Jawa dievakuasi di Rumah Pamukti Baru, Prambanan

Gambar atau konten salah?

Pada Sabtu, 30 Mei 2026, sebuah ular kobra Jawa dievakuasi oleh tim gabungan Polsek Prambanan dan relawan di perumahan Pamukti Baru, Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Klaten. Ular berbisa itu ditemukan bersembunyi di bawah kompor gas dapur.

"Masuk ke dalam ruang tengah, kemudian masuk ke kompor atau oven di ruang belakang. Nyelip di bawah kompor," ungkap Kapolsek Prambanan AKP Nyoto, Sabtu 30 Mei 2026 sore.

Evakuasi dimulai setelah warga melaporkan keberadaan ular kepada relawan Forkap Kecamatan Prambanan. Informasi tersebut segera diteruskan ke Polsek Prambanan. Petugas, relawan Forkap, dan pawang ular dari Exalos Indonesia, Damar, langsung menuju lokasi.

"Setelah menerima laporan dari warga, kami bersama relawan Forkap dan pawang ular segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Alhamdulillah proses penangkapan berjalan lancar dan ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban," kata AKP Nyoto.

Menurutnya, ular yang dievakuasi diduga merupakan ular kobra Jawa dengan panjang sekitar 120 centimeter. Ia ditemukan bersembunyi di dalam rumah karena beberapa kemungkinan.

"Ular dapat masuk ke lingkungan permukiman karena beberapa faktor. Di antaranya mencari sumber makanan seperti tikus dan cicak, mencari tempat yang hangat untuk berlindung, atau menghindari gangguan dari predator," papar Nyoto.

Nyoto menekankan pentingnya kewaspadaan. "Masyarakat kami imbau untuk tetap berhati-hati dan waspada. Jika menemukan ular atau satwa liar lainnya, jangan mencoba menangkap sendiri, segera laporkan kepada petugas atau pihak yang berkompeten agar dapat ditangani dengan aman," ujarnya.

Damar, selaku snake rescue Exalos Indonesia, mengingatkan masyarakat agar tidak panik apabila terjadi kasus gigitan ular. Ia menegaskan bahwa masih banyak mitos terkait penanganan korban gigitan ular.

"Jangan melakukan tindakan seperti memotong bagian tubuh yang tergigit, mengisap luka, atau menyiram air panas. Tindakan tersebut justru berbahaya dan dapat memperparah kondisi korban, yang terpenting tetap tenang, membatasi gerakan pada bagian yang tergigit, lalu segera membawa korban ke fasilitas kesehatan," jelas Damar.

Insiden ini menegaskan pentingnya kewaspadaan dan prosedur penanganan satwa liar yang aman bagi masyarakat.

ular kobra JawaevakuasiPolsek PrambananForkapExalos Indonesiapawang ulartanggap gigitan ularkewaspadaan masyarakat

Komentar

Memuat komentar...