Umat Katolik Rayakan Hari Rosario Mendalam 7 Juni 2026
Gambar atau konten salah?
07 Juni 2026 menjadi hari di mana umat Katolik dapat mengisi waktu dengan doa Rosario yang mendalam. Rosario ini dirancang sebagai panduan bagi mereka yang ingin merenungkan karya keselamatan Allah, sekaligus memohon rahmat dan memperkuat iman di tengah kehidupan sehari‑hari.
Setiap Minggu, umat diajak mendaraskan Rosario dengan merenungkan Peristiwa Mulia. Lima peristiwa ini—Kebangkitan Yesus, Kenaikan Yesus ke Surga, Turunnya Roh Kudus, Maria Diangkat ke Surga, dan Maria Dimahkotai di Surga—menjadi cermin harapan, kemenangan iman, dan kemuliaan yang Allah sediakan bagi setiap orang yang percaya.
Dengan mendaraskan Rosario secara khusyuk, umat dapat menyerahkan berbagai intensi doa, memohon rahmat Tuhan, dan memperdalam iman. Susunan doa ini lengkap dengan urutan Peristiwa Mulia, sehingga setiap langkah doa terasa terstruktur dan bermakna.
Doa dimulai dengan Pembuka (Tanda Salib) yang diucapkan: “Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.” Diikuti dengan doa Aku Percaya yang mengingatkan akan penciptaan, pengorbanan, dan penghakiman Yesus.
Doa Aku Percaya berbunyi: “Aku percaya akan Allah, Bapa yang Maha Kuasa, Pencipta langit dan Bumi; Dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita; Yang dikandung dari Roh Kudus, Dilahirkan oleh Perawan Maria; Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus; Disalibkan, wafat dan dimakamkan; Yang turun ke tempat penantian, Pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati; Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa; Dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang Kudus, Persekutuan para kudus, Pengampunan dosa, Kebangkitan badan, Kehidupan kekal. Amin.”
Selanjutnya diucapkan doa Kemuliaan yang memuji Bapa, Putra, dan Roh Kudus: “Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.”
Doa Terpujilah memuji nama Yesus, Maria, dan Santo Yosef: “Terpujilah Nama Yesus, Maria dan Santo Yosef. Sekarang dan selama-lamanya. Amin.”
Doa Bapa Kami diulang berulang kali, dimulai dengan: “Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas Bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, Dan ampunilah kesalahan kami, Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.”
Setelah itu, umat mengucapkan Salam Putri Allah Bapa berulang kali: “Salam Putri Allah Bapa, Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu, Terpujilah engkau di antara wanita, Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, bunda Allah, Doakanlah kami yang berdosa ini Sekarang dan waktu kami mati. Amin.”
Doa Salam Bunda Allah Putra diucapkan dengan nada serupa: “Salam Bunda Allah Putra, Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu, Terpujilah engkau di antara wanita, Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, bunda Allah, Doakanlah kami yang berdosa ini Sekarang dan waktu kami mati. Amin.”
Doa Salam Mempelai Allah Roh Kudus juga diulang: “Salam Mempelai Allah Roh Kudus, Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu, Terpujilah engkau di antara wanita, Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, bunda Allah, Doakanlah kami yang berdosa ini Sekarang dan waktu kami mati. Amin.”
Setelah tiga salam, umat kembali memuji Kemuliaan dan Terpujilah seperti sebelumnya, menegaskan keabadian pujian kepada Tuhan.
Peristiwa Mulia I: Yesus Bangkit dari Kematian (Mat 28: 5-6) dimulai dengan kutipan: “Malaikat itu berkata, janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakannya.” Umat kemudian memohon: “Bapa, mampukanlah kami melanjutkan misi Putra-Mu yaitu memberitakan Injil kepada semua orang agar kerajaan-Mu menjadi nyata di Bumi ini.”
Doa Bapa Kami diulang sepuluh kali, diikuti oleh Salam Maria berulang sepuluh kali, menegaskan doa dan pujian kepada Maria. Setelah itu, umat mengucapkan Kemuliaan dan Terpujilah lagi.
Doa Fatima diucapkan: “Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka, Dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga, Terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.”
Peristiwa Mulia II: Yesus Naik ke Surga (Kis 1: 9-11) diikuti dengan kutipan: “Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Hai orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.” Umat memohon: “Bapa, Engkau tumpuan hidup dan harapan kami. Tanamkanlah dalam diri kami keyakinan bahwa Engkau menyertai kami selalu hingga akhir zaman.”
Doa Bapa Kami diulang sepuluh kali, diikuti oleh Salam Maria sepuluh kali. Umat kemudian mengucapkan Kemuliaan dan Terpujilah lagi.
Doa Fatima diulang: “Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka, Dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga, Terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.”
Peristiwa Mulia III: Roh Kudus Turun atas Para Rasul (Kis 2: 2, 4) dibuka dengan kutipan: “Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk... lalu mereka semua dipenuhi Roh Kudus, dan mulai berbicara dalam bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.” Umat memohon: “Bapa, semoga Roh Kudus-Mu membimbing hidup kami dalam kasih dan kebenaran-Mu, serta menjadikan kami layak dihadapan-Mu.”
Doa Bapa Kami diulang sepuluh kali, diikuti oleh Salam Maria sepuluh kali. Umat kemudian mengucapkan Kemuliaan dan Terpujilah lagi.
Doa Fatima diulang: “Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka, Dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga, Terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.”
Peristiwa Mulia IV: Maria Diangkat ke Surga (1Tes 4: 14, 17) dimulai dengan kutipan: “Jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa dengan perantaraan Yesus, Allah akan mengumpulkan bersama-sama dengan Dia, mereka yang telah meninggal. Sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama‑lamanya bersama-sama dengan Tuhan.” Umat memohon: “Bapa, berilah kami iman yang hidup, dan jadikanlah kami saksi-Mu di hadapan sesama kami.”
Doa Bapa Kami diulang sepuluh kali, diikuti oleh Salam Maria sepuluh kali. Umat kemudian mengucapkan Kemuliaan dan Terpujilah lagi.
Doa Fatima diulang: “Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka, Dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga, Terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.”
Peristiwa Mulia V: Maria Dimahkotai di Surga (Why 12: 1) dibuka dengan kutipan: “Tampaklah suatu tanda besar di langit; seorang perempuan berselubungan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang diatas kepalanya.” Umat memohon: “Bapa, satu‑satunya sumber kasih sejati, kobarkanlah dalam diri kami semangat kasih-Mu kepada Bunda putera‑Mu sebab kami memandangnya sebagai teladan pengikut Yesus.”
Doa Bapa Kami diulang sepuluh kali, diikuti oleh Salam Maria sepuluh kali. Umat kemudian mengucapkan Kemuliaan dan Terpujilah lagi.
Doa Fatima diulang: “Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka, Dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga, Terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.”
Doa kepada Santo Yusuf diucapkan: “Salam, Penjaga Sang Penebus, Mempelai Santa Perawan Maria. Kepada kami, Allah mempercayakan Putra‑Nya yang Tunggal. Di dalam dirimu, Maria menaruh kepercayaannya, Bersamamu, Kristus menjadi manusia. Santo Yusuf, Kepada kami, perlihatkan dirimu sebagai seorang bapa, Dan bimbinglah kami, di jalan kehidupan. Perolehkan bagi kami rahmat, belas kasih, dan keberanian, Serta lindungi kami, dari setiap kejahatan.”
Penutup (Tanda Salib) diucapkan: “Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.”
Doa Permohonan kepada Bunda Maria diakhiri dengan doa berikut: “Ya Maria, ibuku. Aku berlutut di hadapanmu dengan berat hati. Beban dosa‑dosaku menindasku. Pengetahuan tentang kelemahan membuatku patah semangat. Aku dilanda ketakutan dan segala macam godaan. Aku begitu terikat pada hal‑hal duniawi. Alih‑alih merindukan Surga, aku malah dipenuhi rasa takut memikirkan kematian. Ya Bunda Pengasih, kasihanilah Aku dalam kesusahanku. Engkau Maha Kuasa dengan Putra‑Mu yang Ilahi. Dia tidak dapat menolak permintaan Hatimu Yang Tak Bernoda. Tunjukkan dirimu sebagai seorang Ibu sejati dengan menjadi pembelaku di hadapan takhta‑Nya. Wahai Perlindungan bagi Para Pendosa dan Harapan bagi Mereka yang Putus asa, kepada siapakah aku harus bersandar jika bukan Engkau? Maka berikanlah kepadaku, ya Bunda Pengharapan, rahmat sejati atas dosa‑dosaku, karunia penyerahan diri yang sempurna kepada Kehendak Suci Allah dan keberanian untuk memikul salib dan mengikuti Yesus. Namun yang terpenting ya Bunda terkasih, Aku berdoa semoga melalui perantaraanmu yang paling kuat, hatiku dipenuhi dengan harapan kudus sehingga di saat‑saat tergelap dalam hidupku aku tidak akan pernah gagal untuk percaya kepada Tuhan Juruselamatku, tetapi tetap berjalan di jalan‑Nya melalui perintah‑perintah‑Nya. Semoga aku berhak untuk bersatu dengan‑Nya dan bersamamu dalam kebahagiaan abadi Surga. Amin.”
Susunan doa Rosario ini, lengkap dengan urutan Peristiwa Mulia dan doa permohonan kepada Bunda Maria, dirancang untuk memberi umat kesempatan memperdalam hubungan spiritual. Dengan mengikuti setiap langkah doa, umat dapat mengingat kemenangan Kristus, menguatkan iman, dan memohon perlindungan serta rahmat dalam kehidupan sehari‑hari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BKAD Sulsel: Rp 705 Miliar Bukan Utang, Masih Verifikasi
Polisi Jayapura Amankan Amunisi Bom Perang Dunia II
07 Juni: Hari Keamanan Pangan, Kepedulian, dan Jantung
Corpus Christi 7 Juni: Umat Katolik Rayakan Kehadiran Yesus
07 Juni 2026 Dihitung 21 Dzulhijjah 1447 H Hari Minggu
1 Muharram 1448 H: Tahun Baru Islam 2026 Menjelang 16 Juni
Berita Terbaru
BKAD Sulsel: Rp 705 Miliar Bukan Utang, Masih Verifikasi
Marquez Menjuarai Sprint MotoGP Hungaria 2026 di Balaton Park
Cara Simpan Kentang Agar Tetap Segar Tanpa Kulkas di Rumah
Raymond/Joaquin Raih Final Indonesia Open 2026, Bintang Baru
Marc Marquez Juara Sprint Balaton Park, Fokus Podium Hungaria
Madu Tanpa Sengat Menemukan Bakteri Probiotik Antibakteri
