UMI Dua Tim Riset Lolos Program Bestari Saintek 2025-26

Guntur P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 57 dibaca
Bisik.id
UMI Dua Tim Riset Lolos Program Bestari Saintek 2025-26

Gambar atau konten salah?

29 April 2026 menjadi tanggal penting bagi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Pada hari Rabu, dua tim riset UMI berhasil lolos ke Program Bestari Saintek 2025-2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Acara peluncuran sekaligus penandatangan kontrak berlangsung di Auditorium Graha Diktisaintek, Jakarta.

Program Bestari Saintek bertujuan memacu riset yang berdampak nyata. UMI kini siap membawa dua inovasi: penelitian pertanian di Maros dan rumah adaptif di Wajo, Sulawesi Selatan. Rektor UMI, Hambali Thalib, mengucapkan terima kasih kepada Kemendiktisaintek atas dorongan riset berdampak melalui program ini.

“Keberhasilan dua peneliti UMI menjadi bukti bahwa riset kami tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi siap hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat,” kata Hambali dalam keterangannya.

Tim pertama bekerja sama dengan Kelompok Tani Borongpaoe di Maros. Riset ini memanfaatkan rekayasa genetik untuk menciptakan kedelai tahan kekeringan. “Penelitian ini fokus pada rekayasa genetik kedelai. Ini menjadi kontribusi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional di tengah perubahan iklim,” ujarnya.

Tim kedua berfokus pada pengembangan rumah panggung adaptif di Kelurahan Salomenraleng, Wajo. Riset ini menggabungkan ilmu teknik arsitektur untuk menyiapkan hunian lebih aman bagi masyarakat pesisir dan daerah rawan banjir. “Penelitian ini menghadirkan solusi berbasis kearifan lokal untuk wilayah rawan banjir melalui sistem lift house atau rumah panggung adaptif (yang bisa) naik turun,” bebernya.

Hambali menegaskan komitmen UMI: “UMI tidak ingin hanya menghasilkan publikasi, tetapi menghadirkan inovasi yang bisa dirasakan masyarakat. Di sinilah makna riset yang sesungguhnya,” tuturnya.

Keberhasilan ini menegaskan peran UMI dalam menerjemahkan ilmu akademik menjadi solusi konkret bagi masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan adaptasi iklim di Indonesia.

Universitas Muslim IndonesiaProgram Bestari SaintekRiset kedelai tahan kekeringanRumah panggung adaptifRekayasa genetikKetahanan panganAdaptasi iklim

Komentar

Memuat komentar...