US-Iran Damai Bawa Pasokan Plastik, Industri Stabil Terbuka
Gambar atau konten salah?
Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran dipandang sebagai peluang baru bagi industri dalam negeri. Dampaknya terasa di sektor yang pernah terganggu oleh krisis Selat Hormuz, khususnya dalam ketersediaan pasokan bahan baku plastik.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengungkapkan kondisi saat ini di Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis (18 Juni 2026). Ia menyatakan, "Belum bisa disebut aman, tapi untuk memenuhi kebutuhan produksi sudah aman," ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meski belum sepenuhnya stabil, kuantitas bahan baku plastik sudah cukup untuk menutupi permintaan industri.
Selama periode krisis Selat Hormuz, banyak sektor mengalami kekurangan bahan baku. Nafta yang digunakan dalam pembuatan plastik dan amonia untuk pupuk menjadi contoh utama. Namun, Faisol menegaskan bahwa masalah tersebut sudah berhasil diatasi. Ia menambahkan, "Nggak (ada keluhan dari pelaku usaha) sekarang sudah membaik semuanya. Sekarang sudah tertangani," saat berbicara di kantor kementerian.
Pengelolaan risiko tetap menjadi fokus, meski situasi sudah membaik. Faisol menekankan pentingnya mitigasi, "Tapi dari pengalaman yang kemarin kita juga masih memitigasi supaya ada kalau terjadi situasi baru di tingkat global ini bagaimana kami menyikapinya. Tapi dengan kabar bahwa Iran dan Amerika sudah menemukan titik temu, saya kira ini akan membaik," ia katakan.
Dengan adanya kesepakatan damai, industri diharapkan dapat kembali stabil. Keberlanjutan pasokan bahan baku plastik akan menjadi indikator penting bagi pertumbuhan sektor manufaktur di masa mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Kuartal III di Senin
Brent naik 51 sen, WTI 1,28$, kenaikan di tengah ketidakpastian geopolitik
Pemerintah Indonesia Luncurkan Program Peningkatan Air Minum
PLN Atasi Pemadaman: Kendala Dua Pembangkit, Beban Sementara
Coretax Integrasi PLN, Telkom, Bank: Cek Kewajaran Pajak
Minyakita Rp15.700, Penjara 5 Tahun Jika Harga Melebihi HET
Berita Terbaru
Motor WNA Georgia Mendarat Tol Purbaleunyi, Teguran Saja
Buka Pendaftaran SPMB Kabupaten Bogor Juni 2026 12 Juni
Buleleng Gelar Nobar Gratis Piala Dunia 2026 di RTH
Ratusan Warga LMP MBG Mengunjungi Gubernur Sumatera Utara
Pemadaman Listrik Bandung Menghambat Lalu Lintas, Polisi Atur
BMKG Monitor 24 Jam, Sosialisasi Gempa di Bojonegoro
Gunung Semeru Erupsi, APG 4,5 km: Peringatan BPBD Warga
Korea Bapak‑Bapak Nikmati Nasi Padang di Pagi Sore Jakarta
Marc Cucurella Pindah ke Real Madrid, Akhir 4 Tahun Chelsea
