Waktu Mulai dan Akhir Kurban Di Surabaya: 10–13 Dzulhijjah
Gambar atau konten salah?
Setiap tahun, umat Islam di Surabaya mempersiapkan diri untuk Idul Adha. Ibadah kurban, yang biasanya dilakukan setelah sholat Id, menjadi perhatian utama. Banyak orang masih belum yakin kapan tepatnya boleh memulai penyembelihan hewan kurban dan sampai kapan waktu tersebut masih sah.
Menurut laman Baznas, syariat Islam menetapkan bahwa penyembelihan hewan kurban dimulai pada 10 Dzulhijjah setelah sholat Id selesai. Waktu ini diambil dari sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Al-Barra' bin Azib:
“Barang siapa menyembelih sebelum salat Id, maka sembelihannya bukan kurban, hanya sembelihan biasa,” (HR Bukhari dan Muslim).
Imam Nawawi, dalam kitab Al-Majmu', menjelaskan bahwa waktu penyembelihan kurban adalah setelah matahari terbit dan sholat Id selesai, atau sekitar 15 menit setelah matahari terbit. Jika penyembelihan dilakukan sebelum waktu itu, maka tidak sah dan harus diulang pada waktu yang sah.
Oleh karena itu, banyak orang menanyakan apakah satu menit sebelum sholat Id sudah cukup. Menurut ulama, bila seseorang menyembelih satu menit sebelum sholat, kurbannya dianggap tidak sah. Mereka menganjurkan agar penyembelihan dilakukan setelah khutbah sholat Id selesai, sehingga ibadah kurban benar-benar masuk waktu yang ditetapkan.
Selain mengetahui kapan dimulainya penyembelihan, penting juga memahami batas akhir pelaksanaan kurban. Menurut mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali, waktu penyembelihan berlangsung selama empat hari, yakni dari 10 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah. Setelah terbenam matahari pada 13 Dzulhijjah, kurbannya tidak sah.
Berbagai hadith mendukung diperbolehkannya penyembelihan pada hari tasyrik. Ali Ra, Imam Syafii, Atha', dan Al-Hasan menyampaikan hadith Jubair bin Muthim yang mengatakan:
كُلِّ أَيَّامِ التَشْرِيقِ ذَبح
Artinya: Semua hari tasyrik adalah waktu penyembelihan kurban.
Hadith lain juga menyebut:
أَيَّامُ مُنَى كُلَّهَا ذَبِّحُ
Artinya: Seluruh hari Mina adalah waktu penyembelihan. (HR Ahmad dan Daruquthni, Ibnu Hibban, dan Baihaqi)
Ketika menyembelih, umat Islam biasanya mengucapkan doa. Ada tiga macam doa yang dilafalkan, yaitu:
- Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Diri Sendiri
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ
Arab Latin: Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm.
Artinya: Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.
- Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Orang Lain
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِن … (ucapkan nama pemilik hewan kurban)
Arab Latin: Bismillah wallahu akbar. Allahumma minka wa ilaika, fataqabbal min … (ucapkan nama pemilik hewan kurban).
Artinya: Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah kurban (ucapkan nama pemilik hewan kurban).
- Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Tujuh Orang
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِن … يَا كَرِيْمُ
Arab Latin: Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal min … (ucapkan nama ketujuh pemilik hewan kurban) yâ karîm.
Artinya: Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini kami bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrub kami.
Selain doa, tata cara penyembelihan kurban diatur secara rinci. Berikut langkah-langkah yang harus diikuti:
- Persiapan Sebelum Penyembelihan
Pastikan hewan kurban memenuhi syarat syariat: usia cukup, sehat, tanpa cacat. Pilih hewan berkualitas sesuai kemampuan pekurban. Siapkan perlengkapan, terutama pisau yang tajam, agar proses cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit berlebih.
- Membaca Niat
Di dalam hati, tekankan niat berkurban semata-mata karena Allah SWT. Niat menjadi dasar utama ibadah kurban.
- Membaca Selawat
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Arab Latin: Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.
Artinya: Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.
- Mengumandangkan Takbir dan Tahmid
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ
Arab Latin: Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd.
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.
- Membaca Doa Penyembelih
Setelah takbir, bacalah doa penyembelihan sesuai niat dan tujuan, baik untuk diri sendiri maupun atas nama orang lain.
- Proses Penyembelihan Sesuai Syariat
Potong bagian yang tepat dengan alat tajam secara cepat, meminimalkan rasa sakit pada hewan.
- Pengolahan dan Distribusi Daging Kurban
Setelah disembelih, hewan dibagi menjadi beberapa bagian dan didistribusikan kepada fakir miskin serta masyarakat yang membutuhkan.
Dengan mengikuti ketentuan waktu dan tata cara ini, kurban yang disembelih akan sah dan penuh makna. Menyembelih pada hari tasyrik, setelah sholat Id selesai, dan dengan niat serta doa yang tulus, ibadah kurban menjadi ajang pengabdian yang diakui oleh Allah SWT. Umat Islam di Surabaya, seperti di tempat lain, dapat melaksanakan kurban dengan lancar dan memenuhi tuntunan syariat, sehingga pahala ibadah terwujud secara sah dan dapat dinikmati oleh mereka yang berhak menerima daging kurban.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun