Warga Bandarlampung Blokir Rel Setelah Mobil Terjepit Di Jalan
Gambar atau konten salah?
Video yang beredar di media sosial menampilkan sekelompok warga di Kelurahan Garuntang, Kecamatan Panjang, Kota Bandarlampung memblokir rel kereta api. Aksi ini dilakukan setelah mobil mereka tersempar oleh kereta pada 25 Maret 2023.
Di dalam rekaman, beberapa pemuda terlihat meletakkan batangan besi di jalur kereta. Penyebaran video ini cepat meluas, memicu perhatian publik.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional IV Tanjungkarang menegaskan bahwa menempatkan benda di atas rel merupakan pelanggaran hukum dan berpotensi membahayakan perjalanan kereta. "Meletakkan benda di rel jelas pelanggaran karena bisa menghambat bahkan membahayakan perjalanan kereta api," kata Manajer Humas KAI, Azhar Zaki Assjari.
Azhar menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 25 Maret 2023. Ia mengingatkan bahwa situasi di lokasi sempat memanas akibat kerumunan warga, namun kondisi berangsur menjadi kondusif setelah aparat kepolisian turun tangan dan memberikan penjelasan kepada masyarakat. "Situasi di lokasi sempat memanas akibat kerumunan warga. Namun kondisi berangsur kondusif setelah aparat kepolisian turun tangan dan memberikan penjelasan kepada masyarakat," tambahnya.
Menurut Azhar, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian mengatur hal ini. "Pada Pasal 180 disebutkan setiap orang dilarang merusak atau melakukan tindakan yang menyebabkan tidak berfungsinya prasarana perkeretaapian," ia sampaikan.
Dia juga menegaskan Pasal 181 yang melarang masyarakat berada di jalur rel, memindahkan atau meletakkan barang di atas rel, hingga menggunakan jalur kereta untuk kepentingan di luar operasional perkeretaapian. "Pasal 181 juga melarang masyarakat berada di jalur rel, memindahkan atau meletakkan barang di atas rel, hingga menggunakan jalur kereta untuk kepentingan di luar operasional perkeretaapian," jelasnya.
Azhar mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan keselamatan di perlintasan sebidang dan tidak mengambil tindakan yang justru membahayakan diri sendiri maupun perjalanan kereta api. "Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan keselamatan di perlintasan sebidang dan tidak mengambil tindakan yang justru membahayakan diri sendiri maupun perjalanan kereta api," ujarnya.
Insiden ini menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi keselamatan kereta api dan peran aparat dalam mencegah tindakan berbahaya di jalur kereta.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Palembang: Gaji ke-13 ASN 2026, Rp 89 Miliar Alokasi
Evaluasi CFD Palembang: PKL Dikonfigurasikan di Zona Khusus
Prabowo Tunjuk Nanik Deyang Jadi Kepala BGN, Harap MBG
Pemerintah Sumsel Peringatkan Risiko Penyakit Selama Kemarau
Berita Terbaru
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
