Warung Barbecue Donor Sel Punca, Kembali Dipuji di Hefei
Gambar atau konten salah?
Di sebuah warung barbecue kecil di kota Hefei, pemiliknya, Shao Sanhu, menutup pintu selama dua minggu untuk menyalurkan sel punca kepada seorang balita penderita leukemia. Aksi ini menjadi viral di media sosial, mengundang simpati dan dukungan dari banyak orang.
Shao Sanhu, 33 tahun, berasal dari provinsi Anhui. Ia membuka warung barbecue baru saja satu bulan. Pada 18 April 2026, ia menempelkan pengumuman sederhana di depan warung, menyatakan tutup sementara karena urusan keluarga. Namun lewat akun pribadinya, ia mengungkapkan alasan sebenarnya: ia akan menyalurkan sel punca untuk balita berusia tiga tahun yang sedang berjuang melawan leukemia. Unggahan tersebut langsung mendapat lebih dari 26 ribu suka dan ribuan komentar dukungan.
Keputusan menutup warung bukanlah hal mudah. Shao harus menanggung kerugian sekitar 20.000 yuan (sekitar Rp 51,5 juta) untuk sewa tempat dan gaji pegawai. Selain itu, ia harus memutuskan bahan makanan yang sudah disiapkan. Namun, ia tetap melanjutkan rencananya.
Di 27 April 2026, Shao berhasil menjalani prosedur donor sel punca di Hefei. Beberapa hari kemudian, pada hari libur Hari Buruh, 1 Mei, ia membuka kembali warungnya. Ia terkejut melihat antrean panjang pelanggan yang datang. Lebih dari 60 orang menunggu untuk membeli hidangan barbecue buatan Shao. Bahkan, ada pelanggan yang menempuh perjalanan tujuh jam dari provinsi lain hanya untuk bertemu dengannya. Mereka datang untuk menunjukkan dukungan terhadap aksi kebaikannya.
“Saya tersentuh dengan tindakannya dan ingin datang langsung mendukung usahanya,” kata salah satu pelanggan kepada media lokal. Banyak pelanggan mengaku terkesan dengan kualitas dan kebersihan makanan Shao setelah melihat aksi kemanusiaannya. Beberapa juga khawatir akan kondisi kesehatannya setelah donor. Shao menjelaskan bahwa ia sudah pulih dan hanya mengalami gejala ringan, seperti gula darahnya rendah.
“Saya tidak ingin menjadi influencer. Saya hanya berharap lebih banyak orang peduli pada pasien leukemia dan donor sel punca,” ungkap Shao. Ia berharap tindakan sederhana ini dapat menginspirasi orang lain untuk turut membantu.
Menurut data dari China Marrow Donor Programme, hingga April 2026 sudah ada hampir 3,8 juta pendonor terdaftar di China. Lebih dari 22 ribu orang telah mendonorkan sel punca hematopoietik. Aksi Shao menambah jumlah donor ini, sekaligus menyoroti pentingnya peran individu dalam membantu pasien kanker.
Keputusan Shao menunjukkan bahwa tindakan kecil dapat mempengaruhi banyak orang. Ia menutup warungnya, menanggung kerugian, dan tetap melanjutkan usaha setelah donor. Ketika warungnya dibuka kembali, pelanggan menunggu dengan antusias, menandakan bahwa kebaikan dapat memicu solidaritas. Aksi ini menegaskan bahwa setiap orang dapat berkontribusi, bahkan dengan sumber daya terbatas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Warung Nasi Goreng Salatiga Viral karena Timun Utuh
Jagakarsa: 7 Tempat Kuliner Tradisional yang Harus Dicoba
Gading Serpong: Pusat Kafe Favorit Warga BSD dan Tangerang
Jennifer Coppen nikah Justin Hubner di Bali, tradisi Jawa
Rahasia Tempura Jepang: Adonan Ringan dan Minyak Tepat
Tujuh Tempat Makan Legendaris di Cilandak Menjelajah Rasa
Berita Terbaru
PPG 2026: 40.902 Guru Lolos Seleksi Administrasi Di Surabaya
Australia Kalahkan Thailand, Raih Gelar Juara AFF U-19 2026
Kumpulan Doa Ketenangan Hati untuk Semua Usia Harian
Australia Juara AFF U-19 2026, Kalahkan Thailand 2-0
Tahun Baru Islam 1448 H: Harapan dan Doa Keluarga Bersama
Ronaldo Tegaskan Keyakinan Timnas Portugal 2026 Satu Piala
Sabar-Gutama & Reza Pahlevi Isfahani Raih Final Open 2026
Jadwal Puasa Muharram 2026: 1, 9, 10, 11 Muharram & Lainnya
122 Program Studi Ditutup 2026, Mahasiswa Bingung Penuh
Ismu & Lieng Raih Juara Mixed 50 ITTF Gangneung 2026
