Waskita Karya Cepat Selesai LRT Jakarta Fase 1B Termin

Wati N. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 66 dibaca
Bisik.id
Waskita Karya Cepat Selesai LRT Jakarta Fase 1B Termin

Gambar atau konten salah?

PT Waskita Karya (Persero) Tbk sedang mempercepat penyelesaian proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B, jalur antara Velodrome dan Manggarai. Realisasi proyek milik PT Jakarta Propertindo (Jakpro) telah mencapai 91,86%.

Perlintasan jalur layang LRT di atas Jalan Tol Ir Wiyoto Wiyono sudah tersambung 100%. Saat ini, perusahaan sedang memasang Steel Box Girder (SBG) pada simpang Matraman.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menegaskan bahwa pemasangan bentang girder merupakan tahap penting dalam pengerjaan LRT Jakarta Fase 1B. Ia mengatakan, “Waskita Karya bersyukur seluruh proses pembangunan berjalan lancar sesuai rencana.

Ermy menambahkan, “Keberhasilan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara Perseroan dengan PT Jakarta Propertindo, pemerintah daerah, serta para stakeholders,” ujar Ermy dalam keterangannya, 24 April 2026.

Inovasi yang diterapkan meliputi penggunaan long span (bentang panjang) dan metode pelaksanaan Building Information Modelling (BIM) hingga level 7D. Implementasi berupa incremental lifting Steelbox Girder, lifting sliding PC-Girder, dan Traveler Launcher cast-in situ Balance Cantilever bertujuan memudahkan pengerjaan proyek di area jalan raya dengan lalu lintas hingga jalur tol aktif serta padat di Jakarta. Ermy menjelaskan, “Berkat inovasi itu, pemasangan lintasan jalur layang LRT di atas jalan tol lebih mudah dan tidak mengganggu lalu lintas dan mobilitas para pengendara. Hal ini membuktikan Perseroan berhasil mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan pekerjaan,” jelas Ermy.

Jalur layang LRT Jakarta dari Kelapa Gading sampai Jalan Pramuka pun telah tersambung. Jalur itu menghubungkan Jakarta Utara, Timur, dan Pusat melalui jaringan rel layang terintegrasi. Selanjutnya, sejumlah struktur utama di koridor Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung juga sudah tersambung. Ermy optimis, “Waskita Karya optimis, penyelesaian LRT Jakarta Fase 1B selesai tepat waktu.

Proyek ini sangat dinantikan masyarakat Jakarta dan sekitarnya karena dinilai mampu mengurangi kemacetan, sekaligus menurunkan jejak karbon perkotaan untuk mendukung kualitas udara yang lebih baik. Ermy berkata, “Proyek ini sudah sangat dinantikan masyarakat Jakarta dan sekitarnya karena dinilai mampu mengurangi kemacetan, sekaligus menurunkan jejak karbon perkotaan untuk mendukung kualitas udara yang lebih baik,” tutur Ermy.

LRT senilai Rp 4,1 triliun diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh para pengguna moda transportasi umum.

Berkat proyek ini, pada tahun lalu Waskita Karya sukses menjadi salah satu finalis dalam Bentley's Going Digital Awards Year in Infrastructure (YII) 2025 yang digelar di Amsterdam, Belanda. Inovasi digital Perseroan dalam membangun LRT Jakarta Fase 1B dinilai mampu meningkatkan efisiensi, keselamatan, sekaligus keberlanjutan dalam proses konstruksi. Dalam ajang tahunan yang diikuti 250 nominasi dari 47 negara, Waskita menampilkan teknologi untuk mempermudah pengerjaan proyek di tengah padatnya perkotaan.

Ermy menuturkan tidak mudah membangun sarana transportasi massal di kawasan perkotaan, sehingga diperlukan solusi inovatif guna menangani kompleksitas di lapangan. Demi mempercepat pembangunan, Waskita menerapkan solusi digital berbasis BIM dan teknologi Bentley Systems. Perseroan pun memanfaatkan drone fotogrametri serta simulasi 4D untuk memantau dan mengelola proyek secara real time.

Waskita menggunakan platform digital terintegrasi yang menggabungkan data spasial, model BIM, dan jadwal pekerjaan dalam satu sistem. Cara ini bertujuan memudahkan seluruh tim, baik teknis maupun nonteknis, untuk mengakses informasi proyek secara langsung serta cepat mengambil keputusan, kata Ermy.

Berkat metode tersebut, Perseroan berhasil mengidentifikasi dan menyelesaikan lebih dari 1.200 potensi kendala sebelum proses konstruksi berlangsung. Tidak hanya meningkatkan keselamatan kerja, implementasi simulasi 4D juga mendorong Perseroan menuju metode konstruksi yang lebih efisien dan presisi.

Perseroan berkomitmen untuk terus berinovasi dan mendukung hadirnya sistem transportasi publik yang andal, aman, nyaman, serta berkelanjutan. Ermy menegaskan, “Kami yakin, proyek ini turut mendorong penciptaan lingkungan sehat dan mendukung Net Zero Emission (NZE),” jelas Ermy.

Dengan semua langkah ini, LRT Jakarta Fase 1B diharapkan dapat mengurangi kemacetan, menurunkan emisi karbon, dan memperbaiki kualitas udara di ibu kota. Proyek ini juga menunjukkan bagaimana teknologi digital dan inovasi konstruksi dapat meningkatkan efisiensi dan keselamatan di proyek infrastruktur besar.

LRT Jakarta Fase 1BSteel Box GirderBIM 7DNet Zero EmissionBentley SystemsSimulasi 4DInfrastruktur TransportasiPengurangan Kemacetan

Komentar

Memuat komentar...