Wukuf di Arafah 2026: Jadwal dan Tata Cara Lengkap

Fajar H. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 229 dibaca
Bisik.id
Wukuf di Arafah 2026: Jadwal dan Tata Cara Lengkap

Gambar atau konten salah?

Wukuf merupakan salah satu rukun haji yang tak bisa diganti dengan dam. Menurut Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah RI, wukuf adalah inti dari ibadah haji. Tanpa wukuf, haji tidak dianggap sah.

“Haji itu hadir di Arafah. Barang siapa yang datang pada malam hari jam'in (10 Zulhijah sebelum terbit fajar), maka sesungguhnya ia masih mendapatkan haji” (HR. At‑Tirmidzi).

Secara harfiah, wukuf berarti berhenti. Dalam konteks ibadah, wukuf berarti berdiam diri di padang Arafah dengan keadaan ihram, walaupun hanya sejenak, selama periode dari matahari terbenam pada 9 Zulhijah hingga terbit fajar 10 Zulhijah.

Hikmah wukuf terletak pada momen introspeksi. Di Arafah, seorang haji diharapkan mengenal diri dan Allah SWT sebagai Tuhannya. Rasulullah SAW bersabda: “Haji adalah (wukuf) pada hari Arafah” (HR Ibn Majah, Tirmidzi, Nasa'I, Abu Dawud dan Ahmad). Di padang ini, para nabi pernah berhenti, merenung, dan bermunajat kepada Allah. Nabi Adam dan Hawa, Nabi Ibrahim, dan banyak nabi lainnya menegaskan pentingnya wukuf sebagai titik refleksi spiritual.

Wukuf juga menggambarkan gambaran akhir manusia di padang Mahsyar, tempat hanya bisa diam, cemas, dan penuh harap menunggu keputusan Allah. Oleh karena itu, jemaah sebaiknya meninggalkan kesombongan duniawi, mencari kesucian jiwa, dan menyiapkan pikiran untuk menerima rida ilahi.

Untuk memastikan ibadah sah dan khusyuk, jemaah perlu memahami ketentuan pelaksanaan wukuf di Arafah. Berikut beberapa hal penting yang harus diperhatikan:

  • Wukuf dilaksanakan setelah khutbah wukuf dan salat jamak qasar taqdim Zuhur dan Asar.
  • Wukuf dilakukan dalam suasana tenang, khusyuk, dan tawadu kepada Allah.
  • Wukuf dapat dilaksanakan secara berjemaah atau sendiri-sendiri.
  • Selama wukuf, jemaah memperbanyak zikir, istigfar, selawat, dan doa sesuai sunah Rasulullah SAW.
  • Wanita yang sedang haid atau nifas dapat melaksanakan wukuf di tenda Arafah, bersama jemaah lainnya.
  • Jemaah yang sakit dan dirawat di rumah sakit atau KKHI tetap dapat melaksanakan wukuf apabila dapat dibawa ke padang Arafah melalui proses safari wukuf.

Waktu wukuf berlangsung mulai setelah matahari terbenam pada 9 Zulhijah hingga terbit fajar 10 Zulhijah. Meskipun wukuf sah walaupun hanya sesaat, diutamakan mendapatkan sebagian waktu siang dan malam. Wukuf boleh dilakukan di mana saja, baik di luar maupun di dalam tenda, selama masih berada di area tanah Arafah.

Berikut jadwal wukuf di Arafah 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Kemenag:

  • 9 Zulhijah 1447 Hijriah: Selasa, 26 Mei 2026
  • 10 Zulhijah 1447 Hijriah: Rabu, 27 Mei 2026

Persiapan wukuf biasanya dimulai pada 8-9 Zulhijah. Pada 8 Zulhijah, jemaah haji berpakaian ihram dan niat haji bagi yang berhaji tamattu' di hotel masing-masing. Ifrad dan qiran tidak perlu membaca niat kembali karena masih dalam keadaan ihram sejak dari miqat saat tiba. Selanjutnya, semua jemaah berangkat ke Arafah.

Pada 9 Zulhijah, jemaah haji yang berada dalam kemah menunggu saat wukuf, yaitu setelah matahari terbenam sambil berzikir dan berdoa. Penting diketahui, wukuf tidak memerlukan suci dari hadas besar atau kecil. Jadi, wukuf sah bagi jemaah yang sedang haid, nifas, junub, atau hadas kecil.

Amalan yang dianjurkan saat wukuf meliputi:

  • Memperbanyak membaca talbiyah.
  • Melakukan zikir yang diselingi dengan doa.
  • Memperbanyak membaca Al‑Qur’an, istigfar, tahlil, dan selawat.
  • Doa dapat dibaca sendiri-sendiri atau bersama (berjemaah).

Wukuf bukan sekadar rangkaian wajib, melainkan momen spiritual yang sarat makna. Di padang Arafah, umat Islam diajak merenungi perjalanan hidup, memohon ampunan, dan memperbarui tekad menjadi pribadi yang lebih baik. Memahami tata cara, waktu pelaksanaan, hingga amalan saat wukuf penting agar ibadah haji dapat dijalankan dengan sempurna dan penuh kekhusyukan.

Dengan mengikuti ketentuan, persiapan, dan amalan yang telah dijelaskan, jemaah dapat melaksanakan wukuf di Arafah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Waktu yang tepat, suasana yang tenang, serta amalan yang konsisten menjadikan wukuf sebagai titik penting dalam perjalanan spiritual haji, memperkuat hubungan antara haji dengan Allah SWT, dan menegaskan kembali makna kebersamaan umat dalam menunaikan ibadah suci.

WukufArafahHajiZikirKhusyukKalender HijriahJemaah

Komentar

Memuat komentar...