Xpeng G6: Mobil China Tingkatkan Otomatisasi di Indonesia

Fitri A. · 2 min baca · 9 hari lalu · 43 dibaca
Bisik.id
Xpeng G6: Mobil China Tingkatkan Otomatisasi di Indonesia

Gambar atau konten salah?

Mobil asal China yang kini beredar di Indonesia semakin canggih, bahkan terlihat “di luar nalar”. Beberapa model sudah dilengkapi teknologi self‑analysis, yang memungkinkan kendaraan menganalisis situasi sendiri.

Baru-baru ini, kami melakukan perjalanan singkat menggunakan Xpeng G6 dari Jakarta ke Bogor dan kembali. Saat mengemudi, kami terkejut melihat betapa maju teknologi mobil China tersebut. G6, meski berkelas medium, dijual dengan harga Rp 600 jutaan.

Fitur utama yang membuat kami terpesona adalah Xpilot 4.0. Sistem ini memakai kombinasi sensor, LiDAR, dan chip AI untuk memberi pengalaman semi‑otomatis yang cerdas. Di jalan tol, teknologi ini bekerja dengan sangat baik, menjaga jarak dan kecepatan secara otomatis.

Selanjutnya ada Navigation Guided Pilot (NGP). Dengan NGP, mobil bisa melaju sendiri mengikuti rute navigasi tanpa campur tangan pengemudi. Bahkan, kendaraan dapat berpindah jalur dan menyalip secara presisi. “Gila!” kami teriak, menegaskan betapa futuristiknya fitur ini.

CEO Xpeng Indonesia, Iki Wibowo, menjelaskan bahwa mobil Xpeng “bisa melakukan analisis sendiri”. Ia menambahkan, “Jika ditanya apakah mobil ini complicated atau nggak, mungkin awal‑awal butuh adaptasi. Tapi lama‑lama pengemudi udah ada feeling, kondisi seperti apa dan kapan (fitur‑fitur) itu harus dipakai.”

Secara umum, Iki mengakui bahwa pengemudi di Indonesia awalnya merasa kagok dengan teknologi pintar yang ditawarkan mobil China, khususnya Xpeng. Namun, mereka belajar dan beradaptasi seiring berjalannya waktu.

Fitur parkir otomatis juga membuat kami terkesan. Berbeda dengan mobil lain yang memerlukan pengoperasian di dalam kabin, Xpeng G6 dapat diparkir hanya dengan bantuan ponsel. Ponsel berfungsi sebagai remote, menggerakkan mobil dari luar. Kendaraan dapat maju mundur dan mencari tempat parkir sendiri.

Iki menambahkan bahwa sebelum meluncurkan kendaraan sekelas ini di Indonesia, prinsipal melakukan studi mendalam terhadap kondisi jalan raya setempat. “Ada sih, kita kirim data ke prinsipal. Kemudian dari mobil juga menganalisa, pasti ada penyesuaian yang bukan dari setting‑an, tapi big data. Jadi tersimpan di server untuk beradaptasi lebih baik lagi, lebih safety lagi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan proses pengujian: “Sebelum dirilis, prinsipal pasti studi dulu soal kondisi jalan raya dan budaya mengemudi di Indonesia. Kita juga ada tes jalan 18‑20 ribu km, data itu yang kita pelajari.”

Dengan semua fitur canggih dan data yang dikumpulkan, Xpeng G6 menunjukkan potensi besar dalam dunia otomotif Indonesia. Mobil ini tidak hanya menawarkan harga terjangkau, tetapi juga teknologi yang mendukung pengemudi menyesuaikan diri dengan jalanan yang belum sepenuhnya teratur. Teknologi ini menandai langkah penting bagi industri mobil lokal, menantang ekspektasi pengemudi dan membuka peluang bagi pengembangan kendaraan pintar di masa depan.

Xpeng G6Xpilot 4.0Navigation Guided PilotLiDARAI chipparkir otomatisadaptasi jalan Indonesia

Komentar

Memuat komentar...