Gambar atau konten salah?
SNPMB mengungkapkan alasan mengapa hasil UTBK SNBT baru dapat dipublikasikan satu bulan setelah tes selesai. Proses penilaian melibatkan dua tahap utama: scoring dan pembobotan, yang masing‑masing dijalankan oleh tim berbeda.
Menurut Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof Dr Ir Eduart Wolok, upaya penjadwalan dipadatkan agar 871.496 peserta UTBK (2026) dapat menyelesaikan ujian pada 02 Mei 2026 dan pengumuman hasil pada 25 Mei 2026. Ia menegaskan, “Kami menggunakan sistem yang berbeda antara scoring dan bobot.”
Setelah ujian selesai, panitia melakukan validasi ulang jawaban per soal sebelum scoring dilakukan. Namun, tim scoring tidak mengetahui nama dan nomor peserta yang sedang dinilai. “Jadi kalau saya di tim scoring, saya tidak tahu siapa nih yang saya periksa,” ujar Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI). Ia menegaskan bahwa tidak mungkin ada kecurangan dalam penilaian UTBK.
Setelah scoring, pembobotan dilakukan berdasarkan ranking. Proses ini juga dijalankan oleh tim yang berbeda. “Yang pasti skornya sekian, baru kemudian akan cocokkan ke tim untuk pembobotan. Itu tim yang berbeda,” jelas Eduart.
Di sertifikat UTBK SNBT 2026, skor setiap subtes dirinci. Contohnya, tes literasi dalam bahasa Indonesia (LBI) memisahkan skor antara saintek dan soshum. Eduart menjelaskan bahwa pemecahan skor LBI merupakan kebijakan hasil evaluasi UTBK tahun lalu. Ia mengatakan, “Ada banyak masyarakat yang menganggap peserta dengan latar belakang saintek lebih diuntungkan ketika memilih prodi soshum.”
Ia menambahkan, “Untuk literasi dalam bahasa Indonesia itu kita turunkan dalam dua nilai, saintek dan soshum. Ini juga berdasarkan evaluasi tahun lalu, yang memunculkan pertanyaan bahwasanya misalnya anak-anak dari saintek itu akan lebih diuntungkan ketika memilih prodi soshum dan sebagainya.”
Eduart menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi. “Semua sudah kita antisipasi dan agar supaya proses seleksi ini fair,” ujarnya dalam konferensi pers Hasil SNBT yang digelar secara hybrid pada 25 Mei 2026.
Proses validasi, scoring, dan pembobotan yang terpisah dirancang untuk menjaga transparansi dan keadilan. Dengan sistem ini, setiap peserta diharapkan mendapatkan penilaian yang akurat tanpa adanya bias atau kecurangan. Hasil akhir akan mencerminkan kemampuan akademik peserta secara objektif, membantu perguruan tinggi dalam memilih calon mahasiswa yang tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Quiles Kalahkan Almansa di Moto3, Veda Ega Terjerat Penalti
Telur Ayam Bulat Sempurna Ditemukan di Singapura, Ditawarkan Lelang
Timnas Inggris Kuat Muka Piala Dunia 2026, 1-0 Selandia Baru
Marc Marquez Pimpin Balaton, Siap Menang MotoGP Hungaria
Bioflok dan Siantar Habonaron: Pangan & Energi Bersih
Craving Manis: Otak Tertarik Gula, Solusi Mindful Eating
OJK Panggil Anugerah Digital atas Penagihan Tidak Sesuai
