10 Mei 2026: 22 Dzulqa'dah 1447 H, Kalender Masehi & Hijriah
Gambar atau konten salah?
Setiap hari umat Islam sering bertanya, “Tanggal Hijriah hari ini berapa?” Karena kalender Hijriah dan kalender Masehi tidak sama, konversi diperlukan agar ibadah dapat dijadwalkan tepat. Pada hari Minggu, 10 Mei 2026, konversi yang disusun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia menunjukkan bahwa tanggal Hijriah hari itu adalah 22 Dzulqa'dah 1447 H.
Kalender Hijriah didasarkan pada peredaran bulan, sedangkan kalender Masehi didasarkan pada peredaran bumi. Karena satu tahun Hijriah sekitar 11 hari lebih pendek, setiap tahun tanggal Hijriah bergeser ke belakang dalam kalender Masehi. Inilah sebabnya mengapa satu bulan Hijriah bisa melintasi dua bulan Masehi, seperti yang terjadi pada bulan Mei 2026.
Berikut rincian konversi tanggal Masehi ke Hijriah untuk bulan Mei 2026, mulai dari 1 Mei hingga 31 Mei. Setiap baris menunjukkan tanggal Masehi diikuti dengan tanggal Hijriah yang bersesuaian.
- 1 Mei 2026: 13 Dzulqa'dah 1447 H
- 2 Mei 2026: 14 Dzulqa'dah 1447 H
- 3 Mei 2026: 15 Dzulqa'dah 1447 H
- 4 Mei 2026: 16 Dzulqa'dah 1447 H
- 5 Mei 2026: 17 Dzulqa'dah 1447 H
- 6 Mei 2026: 18 Dzulqa'dah 1447 H
- 7 Mei 2026: 19 Dzulqa'dah 1447 H
- 8 Mei 2026: 20 Dzulqa'dah 1447 H
- 9 Mei 2026: 21 Dzulqa'dah 1447 H
- 10 Mei 2026: 22 Dzulqa'dah 1447 H
- 11 Mei 2026: 23 Dzulqa'dah 1447 H
- 12 Mei 2026: 24 Dzulqa'dah 1447 H
- 13 Mei 2026: 25 Dzulqa'dah 1447 H
- 14 Mei 2026: 26 Dzulqa'dah 1447 H
- 15 Mei 2026: 27 Dzulqa'dah 1447 H
- 16 Mei 2026: 28 Dzulqa'dah 1447 H
- 17 Mei 2026: 29 Dzulqa'dah 1447 H
- 18 Mei 2026: 1 Dzulhijjah 1447 H
- 19 Mei 2026: 2 Dzulhijjah 1447 H
- 20 Mei 2026: 3 Dzulhijjah 1447 H
- 21 Mei 2026: 4 Dzulhijjah 1447 H
- 22 Mei 2026: 5 Dzulhijjah 1447 H
- 23 Mei 2026: 6 Dzulhijjah 1447 H
- 24 Mei 2026: 7 Dzulhijjah 1447 H
- 25 Mei 2026: 8 Dzulhijjah 1447 H
- 26 Mei 2026: 9 Dzulhijjah 1447 H
- 27 Mei 2026: 10 Dzulhijjah 1447 H
- 28 Mei 2026: 11 Dzulhijjah 1447 H
- 29 Mei 2026: 12 Dzulhijjah 1447 H
- 30 Mei 2026: 13 Dzulhijjah 1447 H
- 31 Mei 2026: 14 Dzulhijjah 1447 H
Dengan mengetahui konversi ini, para muslim dapat menyesuaikan ibadahnya, terutama di bulan Dzulqa'dah, salah satu bulan haram yang penuh amalan. Berikut empat amalan sunnah yang dianjurkan di bulan ini, diambil dari buku “Kalender Ibadah Sepanjang Tahun” oleh Ust. Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid.
- Mandi Sunnah dan Berwudhu
- Shalat Sunnah empat rakaat
- Puasa pada tanggal 25 Dzulqa'dah
- Qiyamul Lail pada malam 25 Dzulqa'dah
**Mandi Sunnah dan Berwudhu**
Umat Islam disunnahkan mandi bersih di hari pertama bulan Dzulqa'dah. Niat mandi sunnah ini dianggap membawa keutamaan sepanjang bulan tersebut.
**Shalat Sunnah empat rakaat**
Setelah membaca al-Fatihah, setiap rakaat dilanjutkan dengan membaca surat al-Ikhlas tiga kali, an-Naas tiga kali, dan al-Falaq satu kali. Setelah salam terakhir, jamaah membaca Istighfar tujuh puluh kali. Kemudian bacaan berikut ini diucapkan:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ
Laa haulaa wa laa quwwata ilaa billahil 'aliyyil 'azhiimi.
Artinya: “Tiada daya dan tiada kekuatan, kecuali karena pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Agung.”
Selanjutnya, doa berikut dibaca:
يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَذُنُوْبَ جَمِيعِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Yaa 'aziizu yaa ghaffaaru, ighfirlii dzunuubii wa dzunuuba jamii'il mu'miniina wal mu'minaat. Fa innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: “Wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Pengampun, ampuni dosa-dosaku serta dosa-dosa mukminin dan mukminat. Sebab, tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau.”
**Puasa pada tanggal 25 Dzulqa'dah**
Amalan ini didasarkan pada cerita berikut:
Suatu ketika, aku bersama ayahku-ketika itu aku masih kecil-kemudian kami makan malam di dekat makam Imam Ali ar-Ridha. Malam itu adalah malam tanggal 25 Dzulqa'dah, kemudian ayahku berkata, "Malam 25 Dzulqa'dah adalah malam kelahiran Nabi Ibrahim dan Nabi Isa. Malam ini adalah malam ketika Bumi dibentangkan dari bawah Ka'bah. Barang siapa berpuasa pada hari ini, maka nilainya sama dengan berpuasa 60 bulan."
**Qiyamul Lail pada malam 25 Dzulqa'dah**
Menurut beberapa ahli hadits, malam 25 Dzulqa'dah adalah malam ketika Bumi dibentangkan dari bawah Ka'bah di atas air. Malam ini dianggap sangat mulia, di mana rahmat Allah turun. Siapa yang bangun malam untuk beribadah, diyakini akan memperoleh pahala yang tidak terhingga.
Dengan mengetahui tanggal Hijriah dan amalan yang dianjurkan, umat dapat menyesuaikan jadwal ibadahnya. Mengetahui bahwa 10 Mei 2026 jatuh pada 22 Dzulqa'dah 1447 H membantu para muslim menyiapkan diri untuk melaksanakan mandi sunnah, shalat sunnah, puasa 25 Dzulqa'dah, dan qiyamul lail pada malam yang berharga. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya konversi kalender dalam memudahkan pelaksanaan ibadah harian dan tahunan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mortir Perang Dunia II Ditemukan di Jayapura, Papua, Risiko
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Berita Terbaru
