5 Kesalahan Grilling Sate Kambing Kurban yang Harus Dihindari

Rini S. · 3 min baca · 7 hari lalu · 44 dibaca
Bisik.id
5 Kesalahan Grilling Sate Kambing Kurban yang Harus Dihindari

Gambar atau konten salah?

Sate kambing menjadi hidangan favorit bagi banyak muslim yang sudah mendapatkan jatah daging kurban. Untuk mendapatkan hasil yang empuk dan tidak berbau prengus, penting menghindari beberapa kesalahan umum saat memanggang sate kambing.

Sate kambing biasanya disajikan dengan nasi, sambal, dan sayuran. Namun, rasa satay yang paling penting adalah tekstur dagingnya. Jika daging terlalu keras, rasa sambal dan bumbu tidak akan terasa.

Membuat sate kambing sebenarnya mudah, tapi bisa jadi susah kalau tidak mengetahui triknya. Tanpa teknik yang tepat, daging akan terasa alot atau tidak matang sempurna. Berikut lima kesalahan yang sering terjadi.

1. Langsung 'eksekusi' daging kambing
Setelah daging kambing disembelih, jangan langsung dipotong dan dibakar. Otot masih menegang, sehingga hasilnya keras. Chef Budi Lee memberi solusi: "Coba rendam daging dengan bawang merah, bawang putih, nanas, jahe dan kecap selama 2-3 jam. Proses ini bisa bantu empukkan daging." Cara lain adalah membungkus daging dengan daun pepaya atau menaburkan nanas yang sudah dihaluskan. Kedua bahan ini dikenal sebagai pengempuk alami.

Marinasi bukan hanya menambah rasa, tapi juga membantu mengurai protein daging. Bawang merah dan bawang putih mengandung enzim yang membantu proses ini, sementara nanas dan jahe menambah aroma.

2. Pakai potongan daging yang tidak tepat
Tidak semua potongan kambing cocok untuk sate. Potongan ideal adalah has dalam atau luar. Bagian lain cenderung lebih alot. Banyak orang Idul Adha mengeluhkan dagingnya terasa karet. Chef Budi Lee menjelaskan: "alau bagian lain, akan sedikit alot. Makanya banyak kalo orang Idul Adha nyate bilang dagingnya kayak karet. Karena memang kan pada saat pembagian daging kurban kan kita ga tau tuh bagian apa yang dikasih," ujarnya. Memilih potongan yang tepat dan melakukan marinasi dapat meminimalkan masalah ini.

Memilih potongan yang tepat juga memengaruhi rasa. Potongan has dalam atau luar memiliki kandungan lemak yang lebih merata, sehingga lebih mudah empuk.

3. Sembarangan potong daging
Cara memotong memengaruhi keempukan. Perhatikan arah serat daging dan potong searah atau melawan? Untuk satay, potong searah serat agar tidak menimbulkan rasa liat. Selain itu, buang urat tipis berwarna putih. Jika tidak, daging akan terasa keras.

Potong daging searah serat membuat daging lebih mudah dikunyah. Jika potong melawan serat, daging akan terasa lebih keras dan sulit dicerna.

4. Tusuk sate tidak tepat
Ada banyak jenis tusuk sate di pasaran. Untuk sate kambing, pilih tusuk bambu pipih. Bentuknya seperti bilah bambu lebar dengan ujung runcing. Tusuk ini lebih tahan panas dan cocok untuk irisan daging tebal.

Tusuk bambu pipih memiliki ketebalan yang cukup untuk menahan panas tanpa mudah patah. Ujung runcing memudahkan memasukkan potongan daging tebal.

5. Mengisi tusuk sate dengan banyak daging
Banyak orang berpikir menumpuk potongan daging akan mempercepat proses. Sebenarnya, satu tusuk sebaiknya berisi tiga potongan daging dan satu selipan lemak. Celupkan sate ke bumbu kocokan encer (bumbu kacang, kecap, sedikit air kaldu) hingga rata. Bakar hingga setengah matang, angkat, celupkan lagi, lalu bakar sampai matang sempurna. Waktu pembakaran sekitar 5-10 menit.

Setelah daging dibakar setengah matang, proses pencelupan kedua kali membantu bumbu menempel lebih kuat. Ini membuat rasa bumbu terasa lebih merata di setiap gigit.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, sate kambing dari daging kurban akan terasa empuk, tidak berbau, dan enak di lidah.

Dengan memperhatikan lima kesalahan ini, siapa saja dapat membuat sate kambing yang lezat dan cocok untuk dinikmati bersama keluarga.

Sate kambingdaging kurbanempukmarinasipotongan dagingtusuk satebumbu kacangbakar

Komentar

Memuat komentar...