5 Makanan Ini Bantu Cegah Pikun dan Jaga Otak Tajam
Gambar atau konten salah?
Otak manusia adalah pusat kendali tubuh. Organ ini mengatur ingatan, kemampuan memecahkan masalah, dan konsentrasi. Agar otak tetap berfungsi optimal, pola makan memegang peranan penting. Beberapa jenis makanan diketahui mampu melindungi sel-sel otak dan meningkatkan daya ingat.
Berikut adalah lima makanan yang dapat membantu menjaga ketajaman otak dan mencegah pikun:
1. Ikan Berlemak
Ikan seperti tuna, salmon, dan sarden kaya akan asam lemak omega-3. Nutrisi ini berperan dalam membentuk membran yang melapisi setiap sel tubuh, termasuk sel-sel otak. Omega-3 membantu menjaga struktur neuron, yaitu sel saraf yang bertanggung jawab dalam proses berpikir dan mengirimkan informasi.
Sebuah penelitian pada tahun 2017 menunjukkan bahwa orang dengan kadar omega-3 yang lebih tinggi memiliki aliran darah ke otak yang lebih baik. Peneliti juga menemukan hubungan antara kadar omega-3 yang tinggi dengan kemampuan kognitif yang lebih baik.
2. Buah Berry
Buah beri seperti blackberry, stroberi, dan blueberry mengandung antioksidan flavonoid. Antioksidan ini membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif di dalam tubuh.
Sebuah ulasan pada tahun 2014 mencatat bahwa senyawa antioksidan dalam buah beri memiliki banyak efek positif pada otak, antara lain:
- Meningkatkan komunikasi antar sel otak
- Mengurangi peradangan di seluruh tubuh
- Meningkatkan plastisitas otak
- Mengurangi atau menunda penyakit neurodegeneratif terkait usia dan penurunan kognitif
3. Kacang-kacangan dan Biji-bijian
Kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung asam lemak omega-3 dan antioksidan yang baik untuk otak. Sebuah penelitian pada tahun 2014 menemukan bahwa konsumsi kacang-kacangan dalam jumlah lebih tinggi berkaitan dengan fungsi otak yang lebih baik pada orang lanjut usia.
Makanan ini juga merupakan sumber vitamin E, antioksidan yang melindungi sel dari stres oksidatif akibat radikal bebas. Seiring bertambahnya usia, otak lebih rentan terhadap stres oksidatif. Vitamin E diduga berperan dalam menjaga kesehatan otak pada lansia. Beberapa jenis kacang dan biji-bijian yang kaya vitamin E antara lain almond, hazelnut, dan biji bunga matahari.
4. Sayuran Hijau
Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan brokoli mengandung vitamin K, folat, dan beta karoten. Penelitian menunjukkan bahwa makanan ini dapat membantu memperlambat penurunan kognitif.
Brokoli kaya akan senyawa glukosinolat, yang bisa mengurangi stres oksidatif dan menurunkan risiko neurodegeneratif. Sayuran ini juga mengandung vitamin C dan flavonoid yang meningkatkan kesehatan otak.
5. Coklat Hitam
Coklat hitam mengandung kakao yang kaya akan flavonoid, antioksidan penting untuk menjaga kesehatan otak. Otak sangat rentan terhadap stres oksidatif, yaitu ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh, yang berkontribusi pada penurunan kognitif terkait usia dan penyakit otak.
Penelitian pada manusia yang dipublikasikan pada tahun 2018 mendukung manfaat coklat hitam bagi kesehatan otak. Dalam penelitian tersebut, para peneliti menggunakan metode pencitraan untuk mengamati aktivitas otak setelah peserta mengonsumsi coklat hitam dengan kandungan kakao minimal 70 persen. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi coklat hitam dengan kadar kakao tersebut berpotensi meningkatkan plastisitas otak, yaitu kemampuan otak untuk beradaptasi yang berperan penting dalam proses belajar.
Menurut spesialis saraf dr Sardiana Salam, Sp.S, Subsp.NKI(K), M.Kes dari RS Pusat Otak Nasional, pola makan memang menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kesehatan otak. Jika memiliki masalah obesitas, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter gizi agar mendapat rekomendasi pola makan yang terbaik.
Selain asupan makanan, ada dua tips lain yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan otak:
Rajin Membaca Buku
Membaca buku dapat memberikan aktivasi dan reaktivasi pada otak. dr Sardiana mengatakan bahwa aktivitas seperti membaca buku, senam otak, atau permainan yang melatih kecerdasan seperti puzzle atau TTS bertujuan untuk memberikan aktivasi dan reaktivasi pada otak agar tidak mengalami pra demensia.
Olahraga Secara Teratur
Olahraga juga menjadi aktivitas yang sangat baik untuk menjaga kesehatan otak. Tak perlu memilih yang berat, olahraga ringan yang dilakukan secara rutin sudah cukup. Contohnya jogging setiap pagi selama 30 menit. dr Sardiana menyarankan pasien yang pernah mengalami stroke untuk rutin melakukan olahraga ringan seperti jogging atau mengubah pola makan.
Kombinasi antara pola makan sehat, membaca, dan olahraga teratur menjadi kunci untuk menjaga fungsi otak tetap optimal seiring bertambahnya usia. Makanan-makanan di atas bukanlah obat ajaib, tetapi bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan otak secara keseluruhan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MinyaKita di Batam Langgar HET, Disperindag Minta Warga Lapor
Magang Nasional 2026 Buka, Cek Dulu Status Data di PDDikti
Prabowo: Banyak Oknum 'Nyusup' di Program MBG
Ijeck Desak Jalur Kereta Medan-Aceh Dipercepat
Harga Emas Antam Medan Naik Rp20.000 per Gram
Tuntutan 7 Tahun untuk Mantan Dirtek Pelindo
