9 Tanda Restoran Bandara Berbahaya, Hindari
Gambar atau konten salah?
Para penumpang sering kali memilih tempat makan di bandara karena kesibukan dan keterbatasan waktu. Namun, makanan yang disajikan di sana tidak selalu aman. Proses distribusi dan penyimpanan yang panjang dapat menurunkan kualitas dan kebersihan. Akibatnya, penumpang berisiko mengalami gangguan pencernaan atau bahkan keracunan makanan.
Mashed menulis artikel pada 10 Maret 2024 yang menyoroti hal ini. Artikel tersebut memuat sembilan tanda yang harus dihindari ketika memilih restoran di bandara. Setiap tanda menandakan potensi masalah kebersihan atau penyimpanan makanan.
Berikut uraian lengkap sembilan tanda tersebut:
- Restoran sepi saat jam sibuk
Jika sebuah restoran tampak kosong ketika bandara sedang ramai, hal itu bisa menandakan pelayanan buruk, kualitas makanan rendah, atau kebersihan yang tidak terjaga. Selain itu, perputaran makanan menjadi lambat, sehingga makanan tidak tetap segar. - Makanan kemasan seperti sandwich, salad, atau sushi
Makanan siap saji ini rentan terkontaminasi bakteri bila suhu penyimpanan tidak stabil. Daging olahan, tuna salad, salad kentang, dan buah potong berisiko terkena bakteri listeria, yang berbahaya bagi ibu hamil dan lansia. - Lemari pendingin terbuka
Restoran bandara sering menggunakan lemari tanpa pintu agar penumpang dapat mengambil makanan dengan mudah. Namun, suhu makanan menjadi tidak stabil karena sering dipegang. Pilihlah makanan yang disimpan di pendingin tertutup untuk menjaga kualitas. - Mesin minuman bersoda kotor
Mesin soda yang lengket, berair, atau tampak kotor dapat menampung bakteri seperti E. coli, staph, jamur, dan ragi. Beberapa mesin bahkan mengandung coliform, menandakan kebersihan buruk. - Meja, counter, atau daftar menu lengket
Permukaan yang terasa lengket menunjukkan restoran tidak menjaga kebersihan. Jika area yang hanya dilihat pelanggan bersih, bagaimana kondisi penyimpanan makanan? Hindari restoran dengan area yang tidak bersih. - Pegawai terlihat sakit atau tidak rapi
Pegawai yang tampak tidak sehat, tidak rapi, atau memakai seragam kotor dapat menandakan standar kebersihan restoran buruk. Selain risiko penyebaran kuman, hal ini mencerminkan manajemen restoran yang lemah. - Aroma tidak sedap
Restoran seharusnya mengeluarkan aroma yang menggugah selera. Bau aneh dari minyak goreng, jamur, atau pengharum ruangan berlebihan menandakan makanan tidak segar. Beberapa jamur dan ragi memang menghasilkan bau yang menandakan makanan sudah tidak layak. - Makanan tampak tidak segar
Pizza, kentang goreng, hot dog, dan salad yang terlihat keriput, kering, atau tidak segar sebaiknya dihindari. Makanan yang terlalu lama berada di bawah lampu pemanas biasanya kehilangan rasa dan tekstur. - Makanan kemasan tanpa label
Kemasan tanpa tanggal kedaluwarsa atau informasi bahan berisiko tinggi, terutama bagi orang dengan alergi atau kondisi kesehatan tertentu. Lebih aman memilih makanan yang dibuat langsung atau produk kemasan resmi dengan label lengkap.
Dengan memperhatikan sembilan tanda ini, penumpang dapat mengurangi risiko kesehatan saat makan di bandara. Kebersihan, suhu penyimpanan, dan penampilan staf menjadi indikator penting sebelum memutuskan membeli makanan. Meskipun bandara menawarkan berbagai pilihan, tidak semua restoran memenuhi standar yang diharapkan. Menjaga kewaspadaan pada detail kecil dapat membuat perjalanan lebih aman dan nyaman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
5 Beras Terbaik Dunia 2026: Thai Jasmine, Basmati, Arborio
Lombok Cooking Class Jakarta 18 Juni: Ayam Bakar Taliwang
Pasar Beriman Tomohon Batasi Satwa Liar, Baru 2024
Dua Lipa Pilih Maxwell Food Centre: Surga Kuliner Singapura
Fan Sumu Bikin Replika Qingming 7m dengan 60kg Cokelat
Hotel Penitipan Starter Sourdough Jadi Trend di Swedia
Berita Terbaru
Kopi Diet Tanpa Gula: 5 Racikan Menurunkan Berat Badan
Lampung Berikan Keringanan Pajak Kendaraan 2026, Diskon 50%
Gakpo Ingin Pergi, Liverpool Siapkan Andoni Iraola 2026
Sekolah Internasional Tanpa Izin, Risiko Catatan Siswa Korea
SPBU Harus Campur Bioetanol 5% pada 1 Juli 2026 Bersama B50
Kirab Pusaka 1 Suro 16 Juni 2026 di Keraton Solo
Singapura Jadi Destinasi Utama Wisatawan Indonesia 2026
