Abrasi Pantai Kuta Tergerus Ombak Besar, Pusat Tunggu Solusi
Gambar atau konten salah?
Pantai Kuta di Badung, Bali terus tergerus oleh abrasi, terutama saat bulan purnama dan saat tilem. Gelombang tinggi tidak mampu menahan pantai, sehingga garis pantai mundur dan fasilitas tepi pantai terkikis.
Penanganan abrasi masih menunggu program dari pemerintah pusat. I Putu Gilang Bayu Sadra Putra, Asisten Manajer DTW Pantai Kuta, menjelaskan bahwa gelombang besar terjadi secara musiman dan mengikuti siklus pasang surut air laut.
“Kalau ombak besar itu memang ada musimnya. Biasanya saat tilem seperti sekarang debit air akan naik, nanti ada siklusnya untuk surut kembali,” ujar Gilang.
Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat telah mencanangkan program penanganan abrasi, namun target realisasinya belum menentu karena kendala penggantian kapal penyedot pasir.
“Programnya sebenarnya sudah berjalan, cuma ada kendala yang mengharuskan penggantian kapal penyedot pasir, begitu yang saya dengar,” kata Gilang.
Di bagian selatan Pantai Kuta, telah dibangun pemecah ombak sebagai upaya mengurangi abrasi. Meski demikian, efektivitasnya untuk jangka panjang masih belum dapat dipastikan.
Sambil menunggu program pusat berjalan, upaya penanganan abrasi sementara dilakukan dengan mengeruk pasir dari laut dan mengembalikannya ke bibir pantai. Langkah tersebut bertujuan melindungi kawasan jogging track di pesisir Pantai Kuta.
“Pengurugan atau penambahan pasir sementara hanya untuk penyelamatan pesisir dan jogging track,” ujar Gilang.
Oleh karena itu, beberapa bagian jogging track rusak, miring, hingga hilang akibat tergerus ombak. Gilang menegaskan bahwa perbaikan fasilitas tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Badung.
“Setelah proyek pengisian pasir dari pemerintah pusat terealisasi, baru nanti akan ada perbaikan agar tidak mubazir saat datang ombak besar seperti ini lagi,” tambahnya.
Pada Senin, 18 Mei 2026 sore, pantauan menunjukkan kondisi air laut sedang surut. Sejumlah pedagang menempatkan kursi lebih dekat ke bibir pantai agar wisatawan dapat menikmati pemandangan laut. Namun, saat malam tiba, mereka kembali merapikan dan memindahkan kursi-kursi tersebut ke area yang lebih tinggi guna mengantisipasi air pasang pada pagi hari agar tidak terseret ombak.
Masalah abrasi di Pantai Kuta tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah dan pusat sedang berupaya mencari solusi, sementara langkah-langkah sementara difokuskan pada perlindungan infrastruktur wisata yang rentan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
