AI Tuntut Transformasi Pendidikan Nasional Segera Adaptif

Hendra M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 27 dibaca
Bisik.id
AI Tuntut Transformasi Pendidikan Nasional Segera Adaptif

Gambar atau konten salah?

Percepatan perkembangan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI), diperkirakan akan membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Sistem pembelajaran di Indonesia disebut perlu segera beradaptasi demi mempersiapkan generasi mendatang menghadapi tantangan global.

Anggota Dewan Pendidikan Nasional, Handi Irawan Djuwadi, menekankan pentingnya transformasi pendidikan di tengah derasnya arus teknologi digital dan AI. Menurutnya, pendekatan lama dalam pendidikan tidak lagi memadai. Kurikulum, cara belajar, dan pengembangan sumber daya manusia harus lebih luwes mengikuti perubahan teknologi.

"Dengan tantangan global dan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), proses pembelajaran harus semakin adaptif untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia," kata Handi pada hari Rabu (3/2026).

Ia berharap pengalamannya di sektor bisnis dan riset dapat menyumbang pandangan baru dalam penyusunan kebijakan pendidikan nasional. Handi menilai perlunya pendekatan yang melibatkan banyak bidang agar sistem pendidikan mampu menjawab kebutuhan masa depan.

Handi Irawan Djuwadi dikenal aktif dalam berbagai upaya memajukan inovasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Ia menjabat sebagai CEO perusahaan riset dan konsultasi pemasaran, Frontier Group. Di tingkat nasional, ia juga merupakan penggagas beberapa gerakan dan penghargaan yang mendorong kualitas layanan dan inovasi, seperti Top Brand Award, Hari Pelanggan Nasional, Hari Media Sosial, serta Hari Inovasi Indonesia.

Dalam ranah pendidikan, Handi saat ini memimpin Majelis Pendidikan Kristen yang menaungi sejumlah sekolah Kristen di Indonesia. Ia juga tercatat sebagai anggota Dewan Pendidikan Tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Keterlibatannya meluas sebagai dewan penasihat di beberapa asosiasi pendidikan nasional. Ini termasuk Badan Musyawarah Perguruan Swasta, Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Kristen Indonesia, dan Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Kristen Indonesia.

Pelibatan tokoh dari latar belakang beragam, termasuk bisnis dan riset, dianggap krusial untuk memperkaya perspektif dalam merancang kebijakan pendidikan yang inovatif dan sesuai perkembangan zaman.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti secara resmi melantik Handi Irawan sebagai anggota Dewan Pendidikan Nasional periode 2026-2031 di Jakarta. Dewan ini beranggotakan 13 tokoh pendidikan yang bertugas memberikan masukan strategis kepada kementerian terkait perumusan kebijakan pendidikan nasional.

Abdul Mu'ti menyatakan bahwa Dewan Pendidikan Nasional diharapkan menjadi mitra penting pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan pendidikan. Dewan ini juga diharapkan mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia sesuai visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Melalui kolaborasi para tokoh dari berbagai disiplin ilmu, pemerintah berharap Dewan Pendidikan Nasional dapat membantu merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Ringkasan:

Perkembangan AI menuntut adaptasi cepat dalam sistem pendidikan Indonesia. Handi Irawan Djuwadi, anggota Dewan Pendidikan Nasional, menekankan perlunya perubahan kurikulum dan metode belajar agar generasi mendatang siap menghadapi tantangan baru. Kehadiran tokoh dengan latar belakang bisnis dan riset dinilai penting untuk memperkaya perumusan kebijakan pendidikan nasional yang strategis.

Kecerdasan BuatanTransformasi PendidikanKurikulum AdaptifGenerasi Masa DepanDewan Pendidikan NasionalKebijakan Pendidikan

Komentar

Memuat komentar...