Anggaran MBG Dipangkas, BGN Klaim Tak Lagi Rp 268 T

Bima J. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Anggaran MBG Dipangkas, BGN Klaim Tak Lagi Rp 268 T

Gambar atau konten salah?

Pemerintah mengisyaratkan bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mengalami penurunan. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Menurut Prasetyo, penurunan anggaran ini bisa terjadi karena adanya perbaikan tata kelola yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Selain itu, berbagai langkah efisiensi juga tengah diterapkan pada program MBG.

"Jadi, begini kalau pertanyaannya berkenaan dengan anggaran MBG, Menteri Keuangan juga sudah menyampaikan bahwa ada kemungkinan setelah proses perbaikan di manajemen atau di pimpinan Badan Gizi Nasional dan setelah ada proses validasi data ada kemungkinan akan terjadi penurunan kebutuhan anggaran MBG," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 21 Juli 2026.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, juga membenarkan hal ini. Ia menyebutkan bahwa berbagai perbaikan yang dilakukan pada proyek MBG akan membuat anggaran BGN berkurang jauh dari angka yang ada saat ini. Meski begitu, ia masih enggan menyebutkan angka pastinya. Namun, Agustina menjamin bahwa anggaran tersebut sudah tidak lagi sebesar Rp 268 triliun.

"Kan otomatis, otomatis tuh nanti eh efisiensinya pasti akan otomatis mengikuti lah gitu ya. Jadi kalau angka sih sementara ini mungkin saya belum bisa sebutkan, tapi sudah yang jelas sudah tidak Rp 268 triliun deh, sudah jauh berkurang, tapi angkanya karena saya masih berjalan prosesnya, saya belum bisa sebutkan ya," jelas Agustina di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin, 20 Juli 2026.

Agustina menambahkan bahwa perhitungan hasil efisiensi masih terus berjalan. Pihak BGN diberi waktu satu bulan untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi pada program prioritas pemerintah ini.

"Nanti, nanti teman-teman nulisnya..... padahal kami masih berproses dan jangan lupa di Ratas kemarin yang khusus membahas MBG yang pangan itu tiga tuh pak presiden memberi waktu satu bulan. Jadi, itu yang kami kejar sekarang supaya nanti harapan kami seefisien mungkin," ujar Agustina.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat meminta semua pihak untuk menunggu pengumuman resmi dari BGN soal pemangkasan anggaran MBG tahun ini. Saat ditanya apakah penghematan mencapai Rp 40 triliun seperti berita yang beredar, Purbaya enggan mengungkapkannya.

"Mungkin (sekitar Rp 40 triliun). Tanya dia saja (BGN), dia lebih ngerti daripada saya. Nanti akan signifikan lah pemotongannya, tetapi bukan saya yang usul ya, Kepala BGN sendiri," ucap Purbaya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 26 Juni 2026.

Purbaya juga mengatakan bahwa dirinya masih mencari waktu untuk bertemu dengan jajaran petinggi BGN, termasuk Kepala BGN Nanik S. Deyang. Pertemuan ini rencananya akan membahas strategi pelaksanaan program MBG hingga akhir tahun, termasuk soal efisiensi yang berhasil dilakukan dan seberapa besar anggaran bisa dikurangi.

"Saya mau ketemu Ketua MBG minggu-minggu ini, mau lihat seperti apa akhirnya strateginya dia untuk tahun ini. Tapi yang jelas kemungkinan ada penurunan," ujar Purbaya di Istana Kepresidenan.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah. Anggaran awal yang mencapai Rp 268 triliun dinilai masih bisa ditekan melalui perbaikan tata kelola dan validasi data penerima manfaat. Proses efisiensi ini masih berlangsung dan hasilnya akan diumumkan setelah BGN menyelesaikan perhitungan dalam waktu satu bulan ke depan.

Makan Bergizi Gratispenurunan anggaranefisiensiBadan Gizi Nasionaltata kelolavalidasi dataRp 268 triliun

Komentar

Memuat komentar...