Airlangga: Diversifikasi Energi Fokus Biofuel dan Pupuk

Dedi S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Airlangga: Diversifikasi Energi Fokus Biofuel dan Pupuk

Gambar atau konten salah?

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperkuat ketahanan energi nasional.

"Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia perlu memastikan ketahanan nasional melalui kebijakan yang adaptif dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Rabu (22 April 2026).

Strategi diversifikasi menjadi kunci, dengan memperluas kerja sama pasokan energi dari Nigeria, Gabon, dan negara lain. "Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan memperluas kerja sama pasokan energi dari berbagai negara, seperti Nigeria, Gabon, dan berbagai negara alternatif lainnya, guna memastikan keamanan pasokan energi nasional," jelas Airlangga.

Di sisi hilir, Indonesia optimalkan kerja sama regional untuk bahan bakar olahan, sambil meningkatkan kapasitas produksi domestik dan mempercepat pemanfaatan biofuel melalui peningkatan mandatori pencampuran biodiesel. "Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan ketergantungan impor sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional," tegasnya.

Penerapan Domestic Market Obligation (DMO) dan bauran energi beragam menjaga stabilitas harga, sehingga fluktuasi harga komoditas global tidak langsung memengaruhi masyarakat. Hal ini juga membantu menstabilkan harga bahan bakar secara konsisten.

Penguatan juga dilakukan pada sektor pangan dan pupuk, dengan pengendalian harga gas untuk produksi pupuk dan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri. Indonesia bahkan mencatat surplus produksi pupuk tertentu dan mulai memenuhi permintaan ekspor dari sejumlah negara.

"Upaya tersebut merupakan bagian dari pembelajaran dari berbagai krisis global, termasuk pandemi, guna memastikan ketahanan nasional yang lebih kuat," jelas Airlangga.

Ke depan, Indonesia menargetkan percepatan pertumbuhan ekonomi untuk mencapai visi negara berpendapatan tinggi pada 2045. Dukungan datang dari penguatan konsumsi domestik, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, dan kolaborasi global.

Pemerintah juga mendorong pengembangan sektor ekonomi masa depan berbasis teknologi, termasuk ekosistem semikonduktor dan transformasi digital, sebagai pilar baru pertumbuhan ekonomi nasional," tandasnya.

Dengan langkah diversifikasi pasokan, peningkatan produksi domestik, regulasi pasar, dan fokus pada teknologi, Indonesia berusaha menjaga ketahanan energi dan memperkuat perekonomian jangka panjang.

ketahanan energiAirlangga HartartoNigeriabiofuelDMOpupuksemikonduktor

Komentar

Memuat komentar...