Aktor Cuk Nugroho, Pemeran Saep di Preman Pensiun, Meninggal

Ani R. · 2 min baca · 10 menit lalu · 3 dibaca
Bisik.id
Aktor Cuk Nugroho, Pemeran Saep di Preman Pensiun, Meninggal

Gambar atau konten salah?

Kabar sedih datang dari dunia hiburan Indonesia. Cuk Nugroho, aktor yang memerankan Saep, bos pencopet legendaris dalam serial Preman Pensiun, telah meninggal dunia. Ia menghembuskan napas terakhir pada pagi hari Sabtu, 20 Juni 2026, setelah menjalani perawatan medis di RSUD Cibabat, Kota Cimahi.

Bagi banyak penonton, Saep mungkin hanyalah tokoh fiksi. Namun bagi warga Bandung, karakter ini sudah menjadi bagian dari identitas kota, terutama di kawasan Jembatan Viaduct. Tempat itu bukan sekadar jembatan kereta api di dekat Stasiun Bandung. Dalam serial Preman Pensiun, Viaduct adalah markas besar Saep. Di sanalah ia memimpin anak buahnya dengan gaya santai, penuh humor, tapi tetap punya wibawa sebagai bos komplotan.

Karakter Saep menjadi salah satu tokoh paling kuat dalam karya sutradara Aris Nugraha. Ia berhasil mematahkan stereotip preman yang biasanya bertubuh besar atau galak. Dengan logat Sunda yang kental dan celetukan khasnya, Saep sukses mencuri hati pemirsa selama bertahun-tahun. Salah satu dialognya yang paling fenomenal dan masih sering dikutip orang adalah "Mari kita ramaikan khazanah percopetan di kota ini". Kalimat itu menjadi jargon yang sangat melekat. Dengan pembawaan yang tenang dan wajah tanpa ekspresi berlebihan, Saep mampu mengubah dialog sederhana menjadi sesuatu yang ikonik sekaligus mengundang tawa.

Kawasan Viaduct seolah menjadi saksi bisu bagaimana Saep menyusun strategi dan mengawasi wilayah kekuasaannya. Kenangan saat proses syuting itulah yang masih terekam jelas di ingatan Apid (48), seorang warga yang sehari-hari beraktivitas di sekitar lokasi tersebut.

"Saya beberapa kali lihat syutingnya. Waktu itu banyak warga yang nonton dari pinggir jalan. Saya memang enggak pernah ngobrol langsung sama Kang Saep atau pemain lain, cuma sering lihat dari jauh kalau lagi syuting," ujar Apid. "Biasanya syuting pagi," imbuhnya.

Apid mengaku merasa kehilangan saat mendengar kabar duka ini. Baginya, Saep adalah salah satu karakter yang paling membekas dan memberikan warna tersendiri bagi seniman di Jawa Barat. "Sedih juga ya, kehilangan sosok seniman Jawa Barat. Tahu pertama kali pas lihat Facebook. Cuma belum tahu kenapa-kenapanya," katanya.

Bagi Apid, kekuatan akting Cuk Nugroho terletak pada kesederhanaannya. Sangat jarang ada tokoh televisi yang mampu membuat sebuah lokasi fisik begitu identik dengan satu karakter tertentu seperti Saep dengan Viaduct-nya. Hingga akhir hayatnya, citra bos copet yang jenaka namun filosofis itu tetap melekat erat pada sosok Cuk Nugroho di mata masyarakat. "Yang paling diingat dari perannya di TV, kalau interaksi langsung kan belum pernah. Pasti yang diingatnya itu (bos copet)," ungkapnya.

Kepergian Cuk Nugroho meninggalkan kesan mendalam, terutama bagi mereka yang tumbuh besar menonton Preman Pensiun. Karakter Saep membuktikan bahwa seorang preman di layar kaca bisa dikenang bukan karena ketakutan yang ia timbulkan, melainkan karena keunikan dan humor yang ia bawa. Viaduct, yang awalnya hanya persimpangan kereta, kini menjadi tempat yang penuh kenangan akan seorang bos copet dengan logat Sunda yang khas.

Cuk NugrohoSaepPreman PensiunmeninggalViaductaktorBandung

Komentar

Memuat komentar...