Menteri ESDM Bahlil bantah pemadaman listrik akibat kekurangan batu bara
Gambar atau konten salah?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membantah keras anggapan bahwa pemadaman listrik bergilir di Jawa terjadi karena kekurangan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Ia menegaskan bahwa kebutuhan batu bara Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah diantisipasi dengan baik melalui penugasan khusus kepada sejumlah perusahaan batu bara nasional.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari situs Kementerian ESDM pada Sabtu, 20 Juni 2026, Bahlil membeberkan data detail. Kebutuhan batu bara PLN setiap tahunnya mencapai 154 juta ton. Untuk memenuhi angka tersebut, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) telah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batu bara nasional dengan total volume antara 180 hingga 190 juta ton.
Dari jumlah penugasan yang besar itu, Bahlil menjelaskan, sudah ada kontrak yang ditandatangani untuk 134 juta ton. Artinya, masih tersisa sekitar 18 juta ton yang belum dikontrakkan. "Di mananya ada kekurangan?" tanya Bahlil dalam keterangan tertulisnya.
Ia kemudian memperjelas bahwa persoalan pasokan batu bara bukanlah akar masalah dari pemadaman yang terjadi. Menurut Bahlil, urusan teknis pengiriman batu bara hingga sampai ke mulut PLTU bukan lagi ranah tanggung jawab Dirjen Minerba. "Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN," tegasnya.
Bahlil dengan tegas meminta PLN untuk segera mengambil langkah-langkah mitigasi yang konkret. Ia mendesak agar perusahaan listrik pelat merah itu melakukan evaluasi secara menyeluruh dan terukur. Tujuannya jelas: agar kejadian serupa, yaitu pemadaman listrik yang dikeluhkan masyarakat, tidak terulang lagi di masa mendatang.
"Saya mendengar informasi ada beberapa daerah terjadi pemadaman bergilir. Saya minta PLN untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur, komprehensif untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan dengan tidak ada lagi pemadaman," ujar Bahlil dengan nada tegas.
Bahlil juga mengungkapkan bahwa ia sudah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. Dalam pembicaraan tersebut, Bahlil menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional PLN. Ia ingin memastikan seluruh proses, mulai dari pasokan hingga distribusi, berjalan dengan optimal.
"Tadi saya juga sudah berbicara sama Pak Dirut. Saya katakan bahwa segera melakukan langkah-langkah yang terukur agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, termasuk di dalamnya adalah pemadaman yang dikeluhkan oleh rakyat," tutur Bahlil menutup pernyataannya.
Pernyataan Menteri ESDM ini menegaskan bahwa sistem kelistrikan nasional sepenuhnya berada di bawah kendali dan kewenangan PLN. Bukan soal kekurangan batu bara, melainkan soal manajemen logistik dan operasional yang perlu dibenahi. Ini menjadi pengingat bahwa koordinasi antara hulu dan hilir dalam sektor energi sangat krusial untuk menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Transmart Diskon 50%+20% Khusus Kartu Bank Mega
Pemerintah Beri Diskon Tiket Kereta hingga Kapal untuk Liburan
Truk ODOL rugikan negara Rp 47 triliun per tahun
Transmart Diskon Mesin Cuci Sharp Rp 4 Juta, Hemat Rp 2 Juta
Lalu lintas kapal tanker kembali pulih di Selat Hormuz
PLNU Bahas Pasokan Batu Bara, Dua PLTU Besar Alami Gangguan
Berita Terbaru
Wortel Tak Bisa Hentikan Mata Minus, Dokter Tegaskan
Kebenaran Akan Terbuka, Tuhan Membela
Aktor Cuk Nugroho, Pemeran Saep di Preman Pensiun, Meninggal
Anak-Anak Ciamis Berburu Layangan Putus, Lebih Seru dari Gawai
Menteri ESDM Bahlil bantah pemadaman listrik akibat kekurangan batu bara
Batu Kuno Bertulis "Palyangan" Ditemukan di Gang Klaten
Gus Yahya Serukan Ketulusan Khidmah di Pembukaan Munas NU 2026
Pola Makan Atlet Elite: Jangan Ditiru Mentah-mentah
Cortado vs Latte: Bukan Sama, Ini Beda Utamanya
