Alumni Teknik ITB 2025: Penghasilan Rp 10 Miliar Tertinggi

Iwan D. · 5 min baca · 1 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Alumni Teknik ITB 2025: Penghasilan Rp 10 Miliar Tertinggi

Gambar atau konten salah?

Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi pilihan utama bagi banyak lulusan SMA di Indonesia. Salah satu daya tarik utama bagi calon mahasiswa adalah prospek kerja alumni di perusahaan besar dengan gaji tinggi.

Menurut hasil survei tracer study ITB 2025, rata‑rata penghasilan bulanan alumni angkatan 2018 mencapai Rp 10.170.259, dengan nilai median Rp 8.300.000. Namun angka ini belum termasuk bonus tahunan. Bonus rata‑rata per tahun bagi alumni angkatan 2018 adalah Rp 30.841.154, median Rp 18.000.000.

Survei juga menampilkan rentang penghasilan. Penghasilan terkecil tercatat Rp 400.000 per bulan, diperoleh seorang alumni Prodi Seni Rupa yang masih magang di perusahaan swasta. Sebaliknya, penghasilan tertinggi tercatat Rp 119.500.000 per bulan, berasal dari alumni Prodi Teknik Geofisika yang bekerja sebagai staf di perusahaan multinasional.

Jika dilihat dari nilai median, tiga program studi dengan penghasilan tertinggi adalah: Prodi Teknik Perminyakan Rp 13.000.000, Teknik Telekomunikasi Rp 12.500.000, dan Teknik Kimia Rp 12.000.000.

Tracer study ITB 2025 memilih angkatan 2018 sebagai responden karena berada pada 1‑3 tahun setelah kelulusan. Penelitian dilaksanakan mulai 21 April 2025 sampai dengan 31 Agustus 2025. Total responden sebanyak 3.274 orang, diambil dari 3.664 alumni angkatan 2018.

Alumni Prodi Manajemen menjadi responden terbanyak, dengan 170 orang. Prodi dengan responden paling sedikit adalah Prodi Seni Rupa, hanya 22 orang.

Persentase partisipasi tertinggi, mencapai 100%, diraih oleh 12 program studi: Teknologi Pasca Panen, Rekayasa Infrastruktur Lingkungan, Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air, Teknik Pangan, Manajemen Rekayasa, Meteorologi, Farmasi Klinik dan Komunitas, Rekayasa Kehutanan, Rekayasa Pertanian, Rekayasa Hayati, Astronomi, dan Fisika. Prodi dengan persentase terendah, sekitar 62%, adalah Prodi Manajemen.

Alumni ITB angkatan 2018 dibagi menjadi tiga jenis pekerjaan utama: bekerja, bekerja dan berwirausaha, serta berwirausaha. Dari 3.274 responden, 2.482 orang (76%) memilih bekerja sekaligus berwirausaha. Hanya 164 orang (5%) memilih berwirausaha saja. Sisanya melanjutkan studi (14,5%) dan tidak bekerja (4,7%).

Berikut rincian median penghasilan per program studi:

  • Teknik Perminyakan (71/80) – Rp 13.000.000
  • Teknik Telekomunikasi (26/27) – Rp 12.500.000
  • Teknik Kimia (100/109) – Rp 12.000.000
  • Teknik Informatika (78/95) – Rp 11.040.000
  • Teknik Elektro (51/53) – Rp 11.000.000
  • Sistem dan Teknologi Informasi (32/34) – Rp 10.400.000
  • Teknik Pertambangan (70/74) – Rp 10.125.000
  • Teknik Metalurgi (52/54) – Rp 10.000.000
  • Teknik Tenaga Listrik (22/23) – Rp 9.750.000
  • Teknik Industri (107/114) – Rp 9.750.000
  • Rekayasa Hayati (28/30) – Rp 9.750.000
  • Teknik Mesin (90/105) – Rp 9.450.000
  • Teknik Fisika (32/40) – Rp 9.250.000
  • Manajemen Rekayasa (36/43) – Rp 9.050.000
  • Teknik Geologi (53/55) – Rp 9.000.000
  • Matematika (56/66) – Rp 9.000.000
  • Kewirausahaan (43/49) – Rp 9.000.000
  • Aktuaria (39/46) – Rp 9.000.000
  • Teknik Material (36/43) – Rp 8.800.000
  • Manajemen (116/133) – Rp 8.500.000
  • Mikrobiologi (23/25) – Rp 8.300.000
  • Teknik Sipil (100/109) – Rp 8.175.000
  • Teknik Kelautan (38/44) – Rp 8.150.000
  • Teknologi Pasca Panen (28/32) – Rp 8.000.000
  • Teknik Geofisika (37/42) – Rp 8.000.000
  • Meteorologi (22/23) – Rp 8.000.000
  • Fisika (53/65) – Rp 8.000.000
  • Teknik Pangan (34/34) – Rp 7.900.000
  • Teknik Geodesi dan Geomatika (66/71) – Rp 7.822.000
  • Teknik Dirgantara (40/43) – Rp 7.650.000
  • Teknik Lingkungan (67/68) – Rp 7.500.000
  • Oseanografi (23/27) – Rp 7.500.000
  • Perencanaan Wilayah dan Kota (75/81) – Rp 7.300.000
  • Teknik Bioenergi dan Kemurgi (21/22) – Rp 7.100.000
  • Teknik Biomedis (24/27) – Rp 7.000.000
  • Rekayasa Kehutanan (35/38) – Rp 7.000.000
  • Rekayasa Infrastruktur Lingkungan (23/26) – Rp 7.000.000
  • Astronomi (25/26) – Rp 7.000.000
  • Sains dan Teknologi Farmasi (35/40) – Rp 6.600.500
  • Desain Komunikasi Visual (30/34) – Rp 6.437.500
  • Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air (22/27) – Rp 6.400.000
  • Rekayasa Pertanian (21/24) – Rp 6.200.000
  • Kimia (43/50) – Rp 6.000.000
  • Arsitektur (66/72) – Rp 6.000.000
  • Desain Interior (29/31) – Rp 5.850.000
  • Biologi (41/44) – Rp 5.600.000
  • Kriya (21/24) – Rp 5.500.000
  • Farmasi Klinik dan Komunitas (23/25) – Rp 5.000.000
  • Desain Produk (17/21) – Rp 5.000.000
  • Seni Rupa (10/14) – Rp 4.850.000

Berikut median bonus per program studi:

  • Teknik Elektro (29/53) – Rp 45.000.000
  • Seni Rupa (2/14) – Rp 42.500.000
  • Teknik Pertambangan (48/74) – Rp 32.500.000
  • Teknik Mesin (49/105) – Rp 30.000.000
  • Teknik Geofisika (20/42) – Rp 30.000.000
  • Manajemen (50/133) – Rp 27.500.000
  • Teknik Telekomunikasi (12/27) – Rp 25.900.000
  • Teknik Kimia (49/109) – Rp 25.000.000
  • Teknik Fisika (23/40) – Rp 25.000.000
  • Teknik Perminyakan (41/80) – Rp 24.500.000
  • Teknik Tenaga Listrik (11/23) – Rp 23.500.000
  • Teknik Industri (60/114) – Rp 20.100.000
  • Teknik Metalurgi (29/54) – Rp 20.000.000
  • Teknik Informatika (44/95) – Rp 20.000.000
  • Teknik Geologi (23/55) – Rp 20.000.000
  • Teknik Dirgantara (19/43) – Rp 20.000.000
  • Rekayasa Hayati (18/30) – Rp 20.000.000
  • Teknik Sipil (50/109) – Rp 19.000.000
  • Fisika (20/65) – Rp 19.000.000
  • Teknik Material (21/43) – Rp 18.200.000
  • Manajemen Rekayasa (21/43) – Rp 17.000.000
  • Perencanaan Wilayah dan Kota (21/81) – Rp 16.000.000
  • Teknik Lingkungan (33/68) – Rp 15.000.000
  • Sistem dan Teknologi Informasi (19/34) – Rp 15.000.000
  • Matematika (29/66) – Rp 15.000.000
  • Kewirausahaan (21/49) – Rp 15.000.000
  • Aktuaria (19/46) – Rp 15.000.000
  • Teknik Geodesi dan Geomatika (44/71) – Rp 14.100.000
  • Teknik Biomedis (11/27) – Rp 14.000.000
  • Mikrobiologi (9/25) – Rp 14.000.000
  • Farmasi Klinik dan Komunitas (7/25) – Rp 14.000.000
  • Rekayasa Kehutanan (17/38) – Rp 12.000.000
  • Astronomi (11/26) – Rp 11.525.000
  • Teknologi Pasca Panen (21/32) – Rp 10.000.000
  • Teknik Kelautan (18/44) – Rp 10.000.000
  • Arsitektur (27/72) – Rp 10.000.000
  • Desain Komunikasi Visual (12/34) – Rp 9.902.000
  • Oseanografi (15/27) – Rp 9.500.000
  • Sains dan Teknologi Farmasi (8/40) – Rp 9.500.000
  • Meteorologi (13/23) – Rp 9.500.000
  • Teknik Pangan (18/34) – Rp 9.050.000
  • Teknik Bioenergi dan Kemurgi (11/22) – Rp 9.000.000
  • Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air (8/27) – Rp 8.500.000
  • Kriya (6/24) – Rp 7.250.000
  • Rekayasa Pertanian (12/24) – Rp 7.000.000
  • Rekayasa Infrastruktur Lingkungan (11/26) – Rp 7.000.000
  • Biologi (18/44) – Rp 6.900.000
  • Desain Produk (8/21) – Rp 6.150.000
  • Kimia (16/50) – Rp 6.000.000
  • Desain Interior (15/31) – Rp 5.000.000

Data ini menunjukkan variasi besar dalam penghasilan dan bonus alumni ITB, tergantung pada program studi dan posisi kerja. Meskipun sebagian besar alumni memilih bekerja, ada juga yang aktif berwirausaha. Penghasilan tertinggi umumnya berasal dari jurusan teknik, sementara jurusan seni dan humaniora menunjukkan angka lebih rendah. Bonus tahunan juga bervariasi, dengan teknik elektro dan seni rupa memperoleh bonus tertinggi di antara program studi yang terdaftar.

Secara keseluruhan, hasil tracer study ini memberi gambaran tentang prospek karier bagi lulusan ITB. Bagi calon mahasiswa, informasi ini dapat membantu memutuskan program studi yang sesuai dengan minat dan potensi penghasilan. Bagi alumni, data ini bisa menjadi acuan untuk menilai perkembangan karier dan mengevaluasi peluang kerja di masa depan.

ITBtracer studyalumnipenghasilanprogram studi teknikbonuswirausaha

Komentar

Memuat komentar...