AS Blokir Kuba Terima Minyak Mentah Rusia, Ekonomi Tertekan
Gambar atau konten salah?
Kuba tidak diizinkan menerima pengiriman minyak mentah Rusia, meskipun negara tersebut sedang kekurangan bahan bakar, kabar itu datang dari Kementerian Keuangan Amerika Serikat.
Dokumen yang diterbitkan oleh Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) menempatkan Kuba dalam daftar negara yang akan diblokir dari transaksi penjualan, pengiriman, atau bongkar muat minyak mentah atau produk minyak asal Rusia.
Pernyataan ini muncul setelah intelijen maritim AS melacak dua kapal tanker Rusia yang mengangkut minyak dan gas menuju Kuba.
AS sebelumnya telah mengizinkan pembelian sementara minyak Rusia di tengah laut, sebagai bagian dari upaya menstabilkan pasar energi selama konflik antara AS dan Israel melawan Iran.
Rusia, yang telah bersekutu dengan Kuba selama beberapa dekade, mengkritik keras blokade bahan bakar yang diberlakukan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.
Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Carlos Fernandez de Cossio menegaskan dalam konferensi pers pada 20 Maret 2024 di Havana bahwa "Sistem politik Kuba tidak dapat dinegosiasikan, dan tentu saja baik presiden maupun posisi pejabat mana pun di Kuba tidak dapat dinegosiasikan dengan Amerika Serikat,".
Kapal tanker berbendera Rusia, Anatoly Kolodkin, yang dikenai sanksi, juga diduga sedang menuju Kuba membawa 730.000 barel minyak mentah, kata perusahaan analisis maritim Kpler pada Rabu, menurut AFP.
Pemerintahan Trump menyebut pemerintah Kuba sebagai "ancaman yang tidak biasa dan luar biasa" dan mengisyaratkan bahwa AS dapat mengarahkan perhatiannya ke Kuba setelah perang Iran.
Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengecam ancaman tersebut dan berjanji menghadapi langkah pemerintahan Trump memutus pasokan bahan bakar, dengan perlawanan yang tak kenal lelah.
Keputusan ini menegaskan ketegangan antara AS dan Kuba, sementara Rusia tetap mendukung negara sekutunya. Blokade bahan bakar menambah tekanan pada ekonomi Kuba yang sudah terbatas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
BBM Subsidi Tetap Stabil, Harga Tidak Naik Meski Minyak Naik
Berita Terbaru
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
